Billy tengah melamun mengingat apa yang diucapkan oleh Erina mengenai ibunya, dalam hati terdalamnya Billy mengerti dengan yang dilakukan oleh sang ibu untuk nya karena berdasarkan kasih sayang, namun Billy tetap merasa jika apa yang dilakukan sang ibu tetaplah salah.
Billy menghela nafas kasar, sampai tiba tiba Erina kembali datang menghampirinya.
"Ayo kita pergi jalan jalan?" Ajak Erina.
Namun Billy hanya terdiam, Erina pun mencoba untuk menghibur Billy dengan bertingkah sedikit konyol di hadapannya, Billy yang awalnya bersikap datar akhirnya mengeluarkan senyuman karena tingkah konyol Erina.
Erina pun menarik lembut tangan Billy mengajak nya untuk berdiri dan melangkah menuju mobil yang terparkir di garasi.
"Kita pergi kemana?" Tanya Billy
"Kita akan pergi mengelilingi pulau ini, bagaimana?" Terang Erina.
"Hmm.. Baik lah,"
Billy pun mengangguk paham.
****
Mereka pun tiba di sebuah peternakan, ada banyak binatang Ternak di tempat tersebut, Erina dan Billy memberikan makan binatang binatang tersebut, Mereka pun bercanda sambil tertawa bersama..
Ketika berada di kandang kuda, Billy mencoba untuk menaiki kuda tersebut, Sedangkan Erina lebih memilih untuk menjadi penonton.
Erina yang memang tidak bisa menaiki kuda pun, akhirnya didorong oleh Billy untuk mencoba menaiki nya, namun tanpa sengaja kuda itu terpacu oleh benturan kaki Erina pada bagian belakang kuda, Kuda yang Erina naiki pun langsung berlari kencang, Erina pun berteriak ketakutan
"Argh!! Tolong Aku!!" Teriak Erina
Billy menaiki kuda miliknya untuk menyusul Erina, Billy mencoba mengejar kuda tersebut, tetapi kuda itu berlari terlalu kencang.
Hingga seseorang datang menghentikan kuda itu dengan menghentikan mobil miliknya tepat di hadapan kuda tersebut, dan membuat kuda itu terkejut dan membuat Erina terpelanting dari kuda nya,
"Arrgghhh!!"
"Bruggh!"
Tubuh Erina terjatuh cukup keras dan membuat Erina tidak sadarkan diri.
Billy sangat panik, ia turun dari kudanya dan langsung menggendong Erina ke klinik yang berada di dekat penginapan,
Erina langsung mendapatkan pemeriksaan oleh pihak medis, sedangkan Billy menunggu diruang tunggu bersama seseorang yang menolong Erina.
Billy menatap sinis Ryan yang tiba tiba muncul di hadapan mereka,
"Untuk apa kau kemari?" Tanya sinis Billy pada Ryan.
"Aku kesini untuk menjaga Erina!"
"Apa maksudmu?"
"Aku tau, Apa yang dialami Erina kemarin! Dan aku akan pasti kan itu tidak akan terjadi lagi! Jangan rusak Erina hanya karena perjanjian konyol mu itu!!"
Billy pun menghela nafas kasar, dengan nada lantang Billy pun menjawab
"Aku adalah seorang pria yang memiliki harga diri yang tinggi, Dan aku tidak akan melakukan trik murahan seperti itu untuk mendapatkan seorang gadis!"
Billy pun menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya.
Hubungan Billy dan Ryan sedikit merenggang karena perbedaan pendapat, Ryan yang memang tidak setuju dengan rencana Billy sejak awal, semakin memperlihatkan ketidaksukaannya saat tahu gadis yang digunakan oleh Billy adalah gadis kecil yang masih polos seperti Erina, sedangkan bagi Billy semua itu tidak masalah karena ia sudah membayar mahal pada Kevin untuk membeli Erina dan Erina pun tidak keberatan menjalani perjanjian tersebut.
****
Setelah memastikan Erina tidak mendapat luka yang serius, Billy pun memutuskan membawa Erina kembali ke rumah mereka, sedangkan Ryan ikut bersama mereka untuk memastikan Erina tidak apa apa.
Setibanya di rumah, mereka disambut oleh Diana, diana sangat panik melihat menantunya yang duduk di kursi roda dengan beberapa luka lebam pada tubuh Erina.
"Sayang, kamu tidak apa apa?"
Diana langsung memeluk erat Erina dengan mata berkaca kaca.
"Ibu sangat khawatir saat tahu apa yang menimpamu!"
Erina pun tersenyum hangat dan menggenggam tangan sang ibu
"Aku tidak apa apa bu, aku baik baik saja."
Diana pun meminta maaf pada Erina atas tindakannya yang membahayakan Erina, dan Erina pun memaafkan nya.
Billy yang masih terlihat kesal, dibujuk oleh Erina agar mau memaafkan ibunya.
"Tuan, maafkanlah ibu." pinta Erina.
Billy awalnya menolak namun Erina terus membujuk Billy, Billy pun mengangguk pelan meski masih dengan raut wajah kesal.
Ryan yang masih berdiri di belakang mereka pun bertanya pada Erina setelah Diana pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Ada apa?"
Erina pun menjawab diiringi senyuman
"Tidak ada,"
Ryan pun berpamitan pada Erina untuk pulang.
****
Beberapa hari kemudian,
Hari ini hari pertama Erina masuk sekolah, Erina menggunakan seragam siswa SMU seperti biasanya.
Ketika Erina turun dari tangga, Billy menatapnya tanpa berkedip.
"Ada apa?" Tanya Erina
Billy pun membuang wajahnya
"Tidak ada, Aku hanya baru menyadari kau itu ternyata benar benar masih ingusan dengan pakaian itu,"
"Apa? Hey!! Tuan muda!! Kau mau mengajakku bertengkar?"
Diana pun tiba tiba datang membawa semangkuk sup untuk Erina
"Sudah, jangan bertengkar! Ini masih pagi, Erina makan lah Sayang!"
Erina pun menyantap makanan yang telah diana sediakan.
"Billy, jangan menggoda istrimu seperti itu terus, kasian dia! Oh ya, Ibu akan pulang hari ini, jadi kalian baik baik lah, jangan bertengkar terus seperti tikus dan kucing, dan Billy kau harus antar jemput Erina setiap hari mulai hari ini!"
"Apa? Tapi kan…"
"Tidak ada penolakan! Ini adalah kewajibanmu sebagai seorang suami!"
Erina pun sedikit menjulurkan lidahnya meledek Billy, sedangkan Billy membulatkan matanya seraya memasang raut wajah kesalnya.