"Pagi sayangku Shila!!" Brian tiba-tiba masuk ke dalam.
***
Brian terkejut dengan kedatangan Angel disana "Angel!"
"Brian sini!" Shila menarik tangan Brian
"Ada apa?"
"Kita udah nemuin vocalist baru untuk band kita"
Brian nampak bingung
"Vocalist baru? oh gue tahu, akhirnya lo ngakuin juga kalau gue emang pantes di posisi..."
"Angel!"
"Ehhhh!!?" Brian terkejut.
"Gue tadi denger dia nyanyi, suaranya bagus banget, dia cocok jadi vocalist band kita." ujar Shila sementara Brian menatap Angel ragu sembari melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Sebentar...sebentar..."Brian masih ragu.
"Lo nggak setuju?" Shila dengan mata tajamnya membuat Brian langsung menciut.
"Enggak...enggak, gue sih terserah siapa yang jadi vocalistnya" ucap Brian.
"Oke, mulai sekarang, Angel akan jadi bagian dari kita" ucap Shila memutuskan.
***
Sepulang sekolah, mereka menyempatkan untuk latihan, Shila sebagai manager sekaligus gitaris di band tersebut, Brian sebagai Bassist, dan Dave sebagai Drummer. Tempat yang di gunakan memang diperuntukkan khusus untuk berlatih dengan fasilitas yang memadai. Seperti biasa , Shila selalu menyiapkan camilan dan minuman untuk anggota timnya dan membagi bagikan kepada yang lain.
"Nih, gue beliin minuman buat kalian yang haus" sembari memberikan ke satu persatu anggotanya timnya.
"Shilaku memang yang terbaik." oceh Brian dengan kedipan matanya.
"Aishh" kesal shilla
"Posisi vocalist akan diganti Angel, gue akan ngasih lirik lagu yang dulu dibawakan vocalist sebelumnya, " jelas shilla memberi pengarahan
"Oh ya, memang siapa vocalist sebelumnya?"tanya Angel penasaran.
Sontak semua terdiam tak menjawab.
"Ha...ha...ha... gue keluar sebentar" ucap Brian mencoba kabur
Kini tinggal Dave dan Shila terdiam membisu.
"Kalian kenapa? Gue salah bicara ya?" Angel tak enak hati.
"Enggak, vocalist kita dulu keluar," jelas Dave
"Udah-udah nggak usah bahas itu lagi, yang penting sekarang hapalin liriknya, lo harus ingat , oke!" potong Shila memberikan selebaran lirik lagu untuk band mereka.
"Oke."
....
Malam harinya, angel mempelajari satu persatu lagu dengan iringan gitar, lagu pertama Biarkan Bintang Menari by Dea Mirella
Suara dentuman gitar mengalun, satu lagu dinyanyikan Angel penuh perasaan.
"Kau inginkanku kembali seperti...
Sang pangeran pun yang terciptakan
Dari dalam hatimu
Sejak dulu yang kau impikan
Selamanya
Kau inginkan ku menjadi dewasa
Karna dunia takkan menunggu
Hati yang bermimpi
Tentang dongeng klasik
Seorang Putri dan cintanya"
.....
Lagu yang dinyanyikan Angel terdengar sampai di telinga Ray yang kebetulan lewat di depan kamarnya, Ray berhenti sejenak mendengar suara Angel dari balik pintu.
"Nih cewek bagus juga suaranya." batin Ray.
"Ray!"panggil julian tiba-tiba muncul di belakangnya.
Ray tersentak kaget dan langsung salah tingkah di depan Julian.
"Lo ngagetin gue aja sih!" gerutunya.
"Lo ngapain berdiri di depan kamar Angel?" tanya Julian menyergitkan dahi sambil menatap curiga.
"Gue kebetulan lewat, menurut lo gue mau apa, dengerin dia nyanyi , suaranya aja bikin gendang telinga gue sakit." gerutunya berbohong
Julian manatapnya heran.
"Angel nyanyi?kok gue nggak denger?"
Terdengar keributan di luar memaksa Angel keluar dari kamar melihat apa yang terjadi.
"Ray! Julian! Kenapa kalian ada di depan kamar gue?" tanya Angel.
"Ray terpesona sama suara nyanyian kamu." Sela Julian.
"JULIAN!"teriak Ray kesal.
"Nyanyian gue?" Angel melirik kearah Ray yang memalingkan wajahnya.
"Lo denger gue nyanyi?"
"S-siapa yang dengerin lo, gue cuma kebetulan lewat, kamar kitakan sebelahan, mau nggak mau gue juga dengerin nyanyian lo yang cempreng itu" ketus Ray.
Angel hanya mencebikan bibirnya, menatap kesal pada Ray yang selalu menyebalkan setiap kali bertemu. Kali ini ia memilih mengalah, berurusan dengan Ray di malam hari mebuatnya semakin kesal, Angel akhirnya memilih balik ke kamar meneruskan menghapal lirik lagu.
***
Di sebuah kontrakan rumah, seorang laki-laki yang baru saja selesai bekerja sebagai tukang badut, baru saja meletakkan tasnya sebuah ketukan pintu dari luar mengagetkannya
"Iya sebentar!" ucapnya segera menuju ke pintu. Ketukan itu makin lama makin keras saja.
Bruk...
beberapa orang berjas lengkap dengan kacamata hitan masuk secara paksa bahkan dengan wajah bengis yang tak bersahabat.
"Si-siapa kalian?"tanyanya
"Saya mau berbicara dengan anda, apa benar anda yang bernama Ardiandra?" tanya salah satu lak- laki yang diyakini sebagai pemimpin mereka, bernama Yudha.
"Be-benar, tapi siapa kalian? Mau apa kalian datang kesini?" tanya Ardiandra sedikit gemetar.
"Perkenalkan, saya utusan dari tuan William Edison." kata Yudha memperkenalkan diri.
"Willian?? siapa dia, saya tidak kenal dengannya, pasti kalian salah orang ." elak Ardiandra.
Yudha lalu mengeluarkan sebuah foto yang diberikan anak buah padanya.
"Anda pasti tahu anak perempuan
ini !" memperlihatkan sebuah foto.
Sontak tangan Ardiandra melemas, bagaimana mereka tahu anak ini, apa jangan-jangan?
"Anak kecil ini satu-satunya korban yang selamat dari kecelakaan pesawat 10 tahun yang lalu."
Ardiandra berjalan mundur, ia sangat mengenal anak yang ada di foto itu , lebih tepatnya mereka bertemu saat...
10 tahun yang lalu.
Ardiandra dan anak gadisnya tengah jalan- jalan di tepian pantai untuk menangkap ikan.
"Ayah, nanti kita tangkap ikan yang sangat besar, sebesar ini" ucap anak gadis berambut panjang disebelahnya sambil memperagakan tangannya membayangkan betapa besar ikan yang diinginkannya.
"Iya sayang, yang besar sesuai permintaan anak ayah yang cantik" jawabnya.
Saat mereka menuju tempat yang dipakai untuk menangkap ikan, anak gadisnya tiba tiba berteriak histeris "Ayah, ada orang pingsan!"
"Astagah, ya allah, kenapa anak ini" Ardiandra menghampiri anak gadis di tergeletak dengan kondisi pucat dan tak sadarkan diri.
"Ayah apa dia sudah mati?" tanyanya.
"Kita harus membawanya ke rumah sakit Angel, ayah masih bisa merasakan denyut nadinya," ucap Ardiandra lantas membopong tubuh anak kecil itu yang sudah memucat dan penuh luka itu ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan . Beruntung, anak kecil itu koma selama 2 bulan, dan setelah sadar ia tidak ingat apapun .