Antariksa membawa Zea pulang ke rumah karena Karina dan Argan belum sampai di rumah saat dirinya sudah selesai melakukan banyak hal. Termasuk mengantarkan Marsya yang mendadak menjadi pendiam setelah kejadian tadi. Hal sepele sebenarnya, dan tidak berpengaruh apa pun pada Antariksa. Meski terjadi kegugupan, tetapi hanya sebentar. Namun, entah mengapa hal sesepele itu bisa mengubah si berisik Marsya menjadi orang kalem. "Om! Yang ini bagusnya diwarnai apa?" Zea yang sibuk dengan pensil warna dan buku gambarnya berdiri, lalu menunjukkan apa yang dipegangnya pada Antariksa. Laki-laki itu pun terpaksa menghentikan kegiatannya yang sedang berbalas pesan dengan orang bengkel tempatnya memperbaiki mobil dagangannya. "Kalau daun biasanya warnanya apa?" Antariksa mengusap lembut rambut keponaka

