Sepanjang perjalanan untuk menjemput Viona, Antariksa terus saja dihantui perasaan gelisah. Bagaimana caranya mengatakan niatnya, tanpa membuat Viona takut? Akhir-akhir ini wanita itu memang seperti membuka jalan untuk dirinya mendekat. Namun, entah mengapa seperti masih ada dinding pembatas yang sengaja Viona pasang setiap kali Antariksa ingin melakukan pergerakan yang lebih serius. Apalagi jika pembahasannya sudah mulai menyangkut sifat b******k laki-laki. Hal yang pasti akan memancing sisi emosional Viona terpancing. Seperti, di masa lalu wanita itu pernah dilukai oleh seorang laki-laki dan menyisakan sakit yang teramat dalam. Namun, sayangnya Viona belum mau membuka kisah itu barang sedikit pun pada Antariksa. "Udah makan?" Hanya pertanyaan itu yang mampu Antariksa gunakan untuk memul

