Layar pemberitahuan tiba-tiba muncul di hadapan Zhao Lei saat pikirannya tengah kacau, hal ini sontak membuatnya kaget namun dengan segera ia kembali mengendalikan dirinya.
“System, apa ini yang kau sebut dengan misi?”
“Benar tuan, ini adalah misi pertama anda sebagai user dan mohon untuk membacanya dengan teliti karena kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap misi-misi yang akan datang selanjutnya.”
Zhao Lei yang masih sedikit kebingungan dan ragu mulai membaca secara bertahap misi yang di berikan oleh System. Di tengah-tengah ia membaca isi dari misi, tiba-tiba ia di buat terkejut dengan penjelasan misi yang mengatakan tentang Keluarga Mo.
“Tunggu sebentar! Keluarga Mo ini bukanlah salah satu keluarga yang berpengaruh di negara? Apakah aku benar system?”
“Benar tuan, keluarga ini memanglah-
Braakk...
Belum selesai Zhao Lei mendengarkan penjelasan dari System, ia di kejutkan dengan suara dari sesuatu yang jatuh dan itu berjarak tak jauh darinya. Benar saja ada seseorang yang jatuh tepat di bawah lampu penerangan saat ini, terlihat orang-orang yang ada di sekitarnya tengah panik akan kejadian ini dan mereka mulai menelpon bantuan.
Orang yang jatuh itu saat ini tengah meringis kesakitan hingga keringat mulai membanjiri keningnya, tangannya menggenggam keras d**a kirinya hingga menyebabkan pakaian yang ia kenakan menjadi lusuh.
“Kakek kau kenapa? Kakek bicaralah padaku!”
Seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Zhao Lei saat ini tengah berada dalam keadaan panik karena orang tua ini, kepanikan juga melanda dua orang berpakaian rapi yang berada di sebelah mereka saat ini. Zhao Lei hanya memperhatikan mereka dengan seksama dan seketika tau bahwa merekalah yang di maksud oleh System.
“Ohh! Apa mereka yang kau maksud System? Pantas saja batas waktu misinya sangat mepet ternyata mereka ada di dekatku toh,” ucap Zhao Lei sembari tersenyum puas.
“... Uhm tuan, saya sarankan untuk segera menolong mereka.”
Zhao Lei seakan lupa bahwa misi ini memiliki waktu yang sangat terbatas, ia di sibukkan dengan pikiran-pikiran yang tak jelas hingga tak tanggap akan situasi ini.
“Tolong! Tolong! Siapapun tolong kakekku.”
Gadis itu semakin panik karena kakeknya yang semakin meracau karena tak tahan dengan sakit yang tengah melandanya, Zhao Lei dengan segera berlari menuju kakek tua ini untuk memeriksa keadaannya.
“Gadis kecil apa ada yang bisa aku bant-
Belum selesai Zhao Lei berucap ia sudah di hadang oleh kedua orang berjas ini.
“Apa yang kalian lakukan?”
“Itu seharusnya adalah pertanyaan bagi mu anak muda, apa yang ingin kau lakukan?”
Keduanya mengeluarkan tatapan dingin pada Zhao Lei seakan mengancam bahwa akan terjadi sesuatu yang tak menyenangkan jika Zhao Lei mendekati orang tua itu, namun hal ini bukan membuat Zhao Lei takut malahan ia ingin membuat kedua orang ini mengetahui tempat mereka sebenarnya.
“Haaah... Baiklah jika kalian begitu, tadinya aku ingin menolong orang tua itu karena kasihan pada gadis yang tengah menangis itu. Namun jika kalian tak mengijinkannya maka ya sudah aku akan pergi.”
Keduanya mulai menatap satu sama lain dan secara tidak langsung mulai menampakkan kecemasan yang di ketahui oleh Zhao Lei, namun tentunya hal ini saja tak akan cukup untuk menggoyangkan keyakinan mereka.
“Lagipula orang tua itu tak akan bisa bertahan sebelum ambulan datang, ku perkirakan ia hanya akan bertahan beberapa menit lagi.”
Zhao Lei mulai beranjak dari orang-orang ini dengan santainya, ia sudah sangat yakin dengan rencananya ini.
“Tunggu Tuan! Kumohon jangan pergi! Tolong selamatkan Kakek ku.”
Tediakan lantang yang sedari tadi sudah di tunggu-tunggu oleh Zhao Lei akhirnya muncul dan ia pun mulai berbalik sembari tersenyum puas, Zhao Lei tahu bahwa kedua orang ini bukanlah orang yang akan mengambil keputusan karena hanya memikirkan perintah absolut yang di berikan pada mereka. Sebaliknya gadis muda inilah yang berhak mengambil keputusan karena ia adalah tuan dari kedua orang ini.
“Aku mohon Tuan... Tolong selamatkan Kakek ku,” melas gadis itu dengan air mata yang mengalir deras.
“Huuhh... Baiklah! Kalian minggirlah berikan aku ruang.”
Zhao Lei dengan segera mendekati orang tua inj setelah mendorong kedua penjaga ini, keduanya tampak kesal dengan perilaku Zhao Lei namun mereka tak bisa melakukan apapun terhadapnya.
DING!
Anda mendapatkan 2 poin Sins!
“Huh? Mereka bahkan ingin membunuh ku? Dasar orang-orang tak berguna.”
Zhao Lei mulai berakting layaknya seorang ahli kesehatan, ia membuka paksa kelopak mata orang tua ini dan memeriksa denyut nadinya. Meski sebenarnya ia tak tahu apa yang ia lakukan ini benar atau tidak ia tak peduli, ia hanya ingin untuk membuat gadis ini percaya bahwa ia bisa menolongnya.
Pada akhirnya ia hanya bisa bergantung pada System.
“System bagaimana ini? Ayolah bantu aku.”
“... Saya kagum dengan akting anda Tuan.”
“Hei ini bukan waktunya untuk bercanda! Jika aku gagal dalam menyelamatkan orang tua ini maka kedua orang besar itu akan membunuh ku!”
Satu menit telah berlalu dan Zhao Lei masih tetap berlagak tengah memeriksa orang tua ini, sementara itu gadis di sebelah Zhao Lei tak henti-hentinya menangis sehingga membuat Zhao Lei sedikit merasa bersalah.
“Anoo nona... Bisakah kau berhenti menangis? Aku tak bisa berkonsentrasi.”
“Ma-maafkan aku Tuan, aku hanya sangat khawatir pada Kakek ku.”
Sementara itu kedua penjaga ini masih tetap saja menatap tajam Zhao Lei dengan hasrat membunuh yang tajam, hal ini menyebabkan Zhao Lei menerima poin Sins secara terus menerus.
DING!
Anda mendapatkan 1 poin Sins!
Anda mendapatkan 3 poin Sins!
Anda mendapatkan 5 poin Sins!
“Tuan! Saya telah selesai memeriksa orang tua ini.”
“Oh! Sangat bagus! Jadi bagaimana?”
“Orang tua ini tengah mengalami serangan jantung dan itu juga di perburuk dengan luka dalam yang ia miliki, masalah ini bisa di selesaikan dengan Life Dan namun anda tak bisa langsung memberikannya.”
“Huh!? Apa maksudmu? Jadi aku harus apa?”
“Anda harus memberikan suatu dorongan kuat untuk membuat darah kotor yang ada di dalam tubuh orang tua ini keluar, setelah itu anda boleh memberikan Life Dannya.”
“Buat lebih sederhana!”
“... Anda hanya harus memukul ulu hati pak tua ini dengan kuat dan berikan pil nya saat ia sudah muntah darah.”
“Itu mudah!” teriak Zhao Lei secara tiba-tiba.
Hal ini membuat gadis dan kedua penjaga ini kaget menatap Zhao Lei dengan aneh, pasalnya Zhao Lei saat ini tengah memasang senyum licik di wajahnya sembari merogoh kantongnya. Ia kemudian mengeluarkan kantung kecil yang berisikan Life Dan yang di dapatkannya pagi ini, ia mengambil sebutir pil itu dan memasukkan kembali sisanya.
“Kalian minggirlah aku akan mulai menyelamatkan pak tua ini!”
Gadis itu segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Zhao Lei, kedua penjaga yang tadinya mengeluarkan hasrat membunuh pun juga melakukan apa yang di perintahkan Zhao Lei sembari mengamatinya dengan seksama.
“Bangunlah kau pak tua! Cucu mu sedang menangisi mu!”
Bughh...
Satu pukulan keras Zhao Lei daratkan tepat di ulu hati orang tua ini yang menyebabkan tubuhnya tersentak dan membelalakkan matanya di susul dengan darah yang menyembur melalui mulut orang tua ini, seketika Zhao Lei memasukkan Life Dan miliknya dan menyumpal mulut orang tua ini agar segera menelannya.
“Ayo telanlah pak tua jika kau ingin sembuh!”
Glek...
Life Dan akhirnya berhasil orang tua ini telan dan ia mulai membelalakkan matanya disusul dengan batuk beberapa kali.
“Kau b******n!”
Salah satu penjaga segera mendorong Zhao Lei agar menjauh dari orang tua ini, ia kemudian mengangkat Zhao Lei tinggi-tinggi dari kerah bajunya.
“Jika Tuan ku mati karena perbuatan mu, aku bersumpah akan menghabisi mu berserta orang-orang yang memiliki hubungan dengan mu!”
DING!
Anda telah menyelesaikan misi pertama yang diberikan system, menerima 10 poin Sins dan bonus undian karena ini adalah misi pertama!
“*Uhuk-uhuk* Turunkan dia...”
Penjaga yang mengangkat tubuh Zhao Lei seketika memalingkan kepalanya saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, ia tak percaya bahwa orang tua yang tadinya sekarat saat ini mulai berdiri meskipun dengan bantuan dari gadis dan penjaga lainnya. Dengan segera ia melepaskan Zhao Lei dan bergegas mendekati orang tua itu.
“Kakek apa kau baik-baik saja? Barusan kau jatuh dan merintih kesakitan, ditambah lagi orang itu memukul keras mu hingga muntah darah.”
“Hahaha cucu ku sayang... Jika saja Tuan ini tak memukul Kakek tadi maka Kakek sudah kehilangan nyawa.”
Pria tua ini berjalan perlahan mendekati Zhao Lei kemudian menundukkan kepalanya serta memberikan hormat.
“Terima kasih atas pertolongan mu tadi Tuan, jika bukan karena anda maka aku sudah tak bisa bernafas lagi tadi.”
“Jangan terlalu dipikirkan, sudah sewajarnya bagi manusia untuk menolong sesama.”
“Hohoho sungguh rendah diri. Aku adalah Mo Lu Gheng, patriark dari keluarga Mo saat ini. Ini adalah cucu ku Mo Qing dan mereka adalah 2 orang bawahan yang ku percayai, Dong Li dan Geng Jin. Bagaimanakah kami harus memanggil Tuan ini?”
“Nama ku Zhao Lei!”
Sesaat Pak tua Mo seperti terkejut mendengar nama Zhao Lei, entah mengapa ia seperti mengetahui sesuatu tentang Zhao Lei namun ia tak ingin mengungkapkannya.
“Mungkin sudah takdir bagi ku untuk menerima bantuan dari Tuan Zhao, jika bisa silahkan datang ke kediaman ku besok. Aku ingin memberikan hadiah atas bantuan Tuan Zhao hari ini.”
Semua ini seperti yang diharapkan oleh Zhao Lei, semuanya berjalan sesuai rencananya meskipun sebagian besar dibantu oleh System.
“Hehe bagus system! Kita menemukan udang besar!”
“... Selama Anda bahagia Tuan.”
“Kalau begitu aku tak akan menolak, ini alamat dan nomor ku.”
“Terima kasih banyak Tuan Zhao.”
Setelah memberikan alamat dan nomor teleponnya pada Mo Lu Gheng, Zhao Lei memberikan hormat kemudian pergi dari hadapan orang-orang ini.
“Kakek apakah semua ini setimpal dengan apa yang ia lakukan?”
“Hohoho... Cucu ku, orang ini lebih dari menyelamatkan Kakek mu ini. Dia memberikan Kakek pencerahan sehingga bisa naik tingkat, menurut ku dia bukanlah orang biasa sehingga tak akan ada kerugian bagi keluarga kita untuk menjalin hubungan. Aku harap kau bisa bersikap lebih sopan padanya nanti meskipun kau seumuran dengannya.”
“... Baiklah Kakek.”
Wajah Mo Qing tiba-tiba menjadi merah merona saat Mo Lu Gheng memuji tinggi Zhao Lei, ia menjadi sangat kagum pada Zhao Lei hingga tak sabar untuk bertemu lagi dengannya.
“Dong Li! Besok kau pergi untuk menjemput Tuan Zhao ke rumahnya, pastikan jangan membuatnya tersinggung jika tidak kau akan membayar akibatnya.”
“Siap Tuan!”