“Hooaaamm... Sudah lama aku tak tidur senyenyak ini! Memang enak menjadi muda, bangun tidur pun aku sama sekali tak merasakan sakit.”
Mata Zhao Lei terbuka lebar dan masih merasa asing dengan perabotan dan tata letak kamarnya ini, tak heran ia sudah sangat lama tak menempati kontrakan ini sehingga butuh waktu lagi untuknya agar bisa beradaptasi.
Zhao Lei bangkit dan mulai bersiap untuk mandi, ia ingat akan janjinya hari ini untuk bertemu dengan Mo Lu Gheng sehingga ia harus melakukan persiapan.
“Aah!”
Saat ia akan melangkah masuk ke kamar mandi ia tiba-tiba teringat akan undian yang belum digunakannya.
“Sistem buka undian!”
Secara bertahap Zhao Lei masuk ke dalam ruangan gelap yang hanya berisikan mesin lotere di dalamnya, ia dengan seksama membaca hadiah yang tersedia di mesin.
“Hei bukankah ini tak adil? Bagaimana bisa ada dua kotak kosong disini?”
“Itu juga merupakan bagian dari system Tuan.”
Meski tak puas dengan apa yang tersedia di undian namun Zhao Lei hanya bisa pasrah, ia percaya system yang telah menghidupkannya kembali ini tak akan menipunya.
“Baiklah tak usah membuang waktu lagi! Ayo lihat keberuntungan ku!”
Zhao Lei menarik tuas dan mesin lotere mulai berputar di kotak-kotak yang tersedia, Zhao Lei menatap yakin bahwa dirinya akan mendapatkan sesuatu yang berguna. Bagaimana pun System adalah keberadaan yang mendukungnya saat ini.
Semakin lama mesin undian ini semakin melambat melewati kotak-kotak yang berwarna hitam biru ungu dan kuning, mata Zhao Lei mengikuti setiap gerakan yang terjadi di mesin undian sembari memohon agar tak jatuh pada kotak yang berwarna hitam.
“Ayolah ayolah ayolah ayolah! Berikan aku sesuatu!”
Putaran itu melewati kotak hitam secara perlahan dan itu membuat Zhao Lei sedikit panik, namun putaran itu tetap terus berjalan dan pada akhirnya berhenti di kotak biru.
“YES! Setidaknya aku mendapatkan sesuatu, System apa yang aku dapatkan kali ini?”
DING!
Anda mendapatkan 2 Burger berukuran medium!.
“Huh? Burger?”
“Benar Tuan, anda mendapatkan 2 Burger berukuran medium.”
“Sialan kau mempermainkan ku System! Jika hanya Burger maka aku bisa membelinya banyak, kembalikan undian ku!” caci Zhao Lei dengan kesal.
Zhao Lei mulai meracau karena hadiah yang ia dapatkan kali ini, ia tak percaya bahwa System akan memberikan hadiah Burger kali ini sementara kemampuan yang ia mimpi-mimpikan sama sekali tak di dapatkannya.
“... Tuan, anda memang mendapatkan Burger namun ini bukan Burger yang bisa anda beli dimana pun.”
Zhao Lei terdiam sejenak mendengar perkataan dari System.
“Jika anda mengkonsumsi Burger ini maka kekuatan fisik anda akan meningkat jauh daripada sebelumnya, ini juga tak memiliki efek samping sehingga sangat cocok bagi anda yang masih lemah saat ini.”
Kata-kata yang begitu baik serta menusuk membuat Zhao Lei tak bisa membantahnya. Tiba-tiba ia teringat bahwa baru saja ia telah menghina System dan mungkin membuatnya kesal sehingga akan ada kerugian yang di dapatkannya mungkin setelah ini.
Tiba-tiba Zhao Lei melompat dan menatap layar notif dengan tatapan melas.
“Seperti yang diharapkan dari Saudara System! Kau sangat baik pada ku.”
“Heh!” jawab System culas.
Zhao Lei segera memakan Burger ini dengan lahap karena kebetulan saat ini ia juga merasa lapar, mungkin terlalu banyak sebagai sarapan namun ia tetap menikmatinya.
“*Errk* aahh ini adalah sarapan terbaik selama aku hidup.”
Sedetik kemudian Zhao Lei merasakan bahwa tubuhnya terasa sangat berbeda daripada sebelumnya, terasa sangat kokoh dan kuat meskipun penampilannya tak berubah. Jika saja Zhao Lei mendapatkan Burger ini sebelum menghajar Han Chuan, maka sudah bisa dipastikan Zhao Lei akan bisa mematahkan tulang Han Chuan dengan mudah.
“Aku mengerti sekarang! Jika Burger saja bisa membuat ku seperti ini maka kemampuan yang akan ku peroleh juga tak bisa di remehkan, ini bisa menjadi pondasi bagi ku sehingga bisa mengimbangi kemampuan dari mu! Apa benar seperti itu System?”
“... Anda terlalu berlebihan Tuan.”
“Haaah!?”
Kepercayaan diri Zhao Lei kembali dijatuhkan oleh beberapa kata dari System.
“Setiap kemampuan yang Tuan dapatkan maka akan diseimbangkan dengan fisik Tuan sendiri, meski begitu tak akan mengurangi nilai dari kemampuan yang di dapatkan. Namun,” System sejenak menghentikan penjelasannya.
“Namun?”
“Namun cara berpikir Tuan yang barusan sangatlah bagus, saya kagum.”
Zhao Lei merasa bahwa System bisa mengerti akan perasaannya, karena hal ini juga Zhao Lei menjadi sedikit terharu. Namun akhirnya di undian selanjutnya Zhao Lei mendapatkan kotak hitam yang mana ia tak mendapatkan apa-apa.
“Siaaalaaaaan!!!”
***
Krrinngg....! Kriiinngg...! Kriiiiing...!
Zhao Lei yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut saat telepon genggamnya berbunyi, Zhao Lei kemudian mengambil telepon genggamnya dan langsung menerima panggilan itu.
“Siapa ini?”
“Aahh... Akhirnya Tuan mengangkatnya. Saya adalah Dong Li, saya di perintahkan Tuan Mo untuk menjemput Tuan Zhao. Saat ini saya tengah berada di pinggir jalan tepat di depan tempat tinggal Tuan Zhao.”
“Baiklah aku akan ke situ sebentar lagi.”
“Siap Tuan!”
Zhao Lei segera berpakaian dan mengunci kontrakannya, meskipun tak ada barang berharga di dalamnya namun ia tetap tak ingin ada orang asing masuk ke dalam.
Ctikk....
Ia menjentikkan korek api lalu membakar ujung rokok hingga tersulut oleh api, ia menghirup kemudian menghembuskannya dengan tenang. Ia kemudian menuruni tangga satu persatu seakan menikmati setiap langkah yang ia ambil, tak butuh waktu lama ia sudah berada di lantai paling bawah dan mulai mencari-cari dimana Dong Li berada.
“Tuan disini!”
Seorang pria besar mengenakan pakaian serba hitam serta kacamata hitam tengah melambaikan tangannya ke arah Zhao Lei, Zhao Lei perlahan mendekati pria itu dan dengan segera ia membukakan pintu belakang mobil agar Zhao Lei bisa langsung masuk.
“Ayolah jangan seperti ini, aku tak terbiasa diperlakukan secara hormat seperti ini.”
“Hahaha sudah sepantasnya Tuan mendapatkan perlakuan seperti ini, bagaimana pun Anda sendirlah yang telah menyelamatkan Tuan Mo. Sudah sangat wajar bagi kami selalu penjaga keluarga Mo untuk menghormati Tuan Zhao layaknya Tuan Mo sendiri.”
Zhao Lei tak menyangka bahwa ia akan mendapatkan keberuntungan seperti ini dalam hidupnya, sebelumnya ia hanya bisa menghabiskan waktu dengan siksaan yang di dapatkan dari Han Chuan dan teman-temannya. Jangankan bertemu dengan salah satu keluarga besar di negara ini, sebelumnya ia bahkan tak bisa mengenali temannya sendiri yang juga berasal dari salah satu keluarga besar di negara ini.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Mo Lu Gheng, Zhao Lei memeriksa kemampuan serta berbagai macam hal yang ada di dalam System.
“Geh... Semua kemampuan beladiri ini sangat mahal, bahkan yang paling murah hanya 1000 poin Sins! Bagaimana aku bisa mendapatkan poin sebanyak ini?”
“Harga yang tertera sangat sesuai dengan kemampuan yang akan dibeli Tuan, bahkan level pertama dari kemampuan-kemampuan ini sudah berada di atas rata-rata orang yang juga menguasainya.”
“Meski begitu....”
“Ini adalah versi pertama dari System Tuan, saat Versi System di upgrade ke tingkat yang lebih tinggi maka beberapa cara untuk mendapatkan Poin Sins juga akan terbuka. Karena itu semangatlah!”
Zhao Lei terdiam sejenak kemudian mendenguskan nafasnya secara perlahan.
“Kau benar, ayo berjuang!!!”
Tingkah laku Zhao Lei di jok belakang saat ini tengah di perhatikan oleh Dong Li, Zhao Lei mau tak mau menarik perhatian Dong Li karena ia mengeluarkan raut wajah yang berubah-ubah serta menjadi kesal sendiri. Namun bukan hanya itu saja yang membuat Dong Li penasaran.
Pada akhirnya Zhao Lei sadar bahwa saat ini ia tengah di perhatikan oleh Dong Li, ia juga segera bisa tahu bahwa ada sesuatu yang ingin ditanyakan Dong Li kepadanya.
“Saudara Dong apa ada sesuatu yang menganggu mu? Ku lihat kau sedari tadi gelisah.”
“Ah.. Tidak-tidak Tuan Zhao, saya hanya khawatir bahwa Tuan tak merasa nyaman karena masih belum sampai.”
“Hmm santailah Saudara Dong, daripada sebelumnya justru saat inilah waktu yang paling nyaman untuk menenangkan diri.”
Dong Li yang tadinya ingin menanyakan sesuatu akhirnya memilih untuk memendamnya saja, itu bukanlah tanpa alasan karena apa yang ia lihat saat ini bukanlah seorang pemuda berumur 19 tahun biasa. Hanya dari kata-katanya saja Dong Li bisa yakin bahwa sudah banyak pengalaman serta cobaan berat yang di alami Zhao Lei sehingga ia bisa bersikap seperti itu.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di kediaman milik Keluarga Mo. Kediaman megah yang sama sekali tak bisa di bandingkan dengan rumah ataupun kontrakan milik Zhao Lei, dari depan kediaman ini saja sudah bisa di katakan seberapa kaya Keluarga ini.
“Hmm... Jadi ini rumah Mo tua.”