“Selamat datang Tuan Zhao.”
Sapaan lembut keluar dari seorang gadis cantik yang saat ini tengah menundukkan kepalanya ke arah Zhao Lei, dari penampilannya saja Zhao Lei bisa langsung tahu bahwa gadis yang menyambutnya ini tak lain adalah Mo Qing atau Cucu dari Mo Lu Gheng sendiri.
“Oh! Senang bertemu dengan mu lagi Nona Mo, kau sungguh menawan pagi ini.”
“Haha Tuan Zhao sangat baik, anda juga terlihat sangat tampan hari ini.”
Zhao Lei menilik setiap inchi dari gadis yang tengah berdiri di hadapannya sekarang, ia masih belum percaya bahwasannya gadis ini adalah gadis yang sama dengan semalam.
“Dia benar-benar berbeda dari semalam, apa karena semalam ia terlalu banyak menangis hingga aku tak menyadarinya?”
Zhao Lei hampir tak bisa melepaskan tatapannya dari belahan Mo Qing yang tersingkap di hadapannya, gunung itu terlalu besar untuk di abaikan namun dengan segera ia mengendalikan diri agar tak mendapatkan masalah.
“Apa Tuan tak apa?” tanya Mo Qing pada Zhao Lei yang sedari tadi diam terpaku terhadap dadanya.
“Ahh! Tidak, aku tak apa.”
“Maafkan Kakek karena tak bisa menyambutmu secara langsung di sini, saat ini ia tengah menerima tamu jadi ia tak bisa menyambutmu disini.”
“Tak apa, aku juga bukanlah orang sepenting itu. Karena Mo tua masih memiliki tamu lain maka ku rasa aku akan menunggu disini saja terlebih dahulu.”
“Itu tak perlu Tuan, Kakek menyuruh ku untuk langsung mengantar Tuan Zhao untuk menemuinya.”
Zhao Lei masih belum mengerti apa yang di rencanakan oleh Mo Lu Gheng, ia menjadi sedikit ragu untuk menemuinya namun karena sudah sejauh ini maka ia harus ikut dengan Mo Qing.
“Hmm... Baiklah jika begitu, tunjukkan jalannya.”
Zhao Lei mengikuti Mo Qing yang memimpin jalan di depan, saat ini ia tengah was-was memikirkan ini adalah pilihan yang benar atau tidak.
“System, bisakah kau membantu ku jika nanti ada masalah?”
“... Bukankah itu yang selalu saya lakukan?”
“Bukan seperti itu, maksudku aku tak terlalu bisa mempercayai keluarga ini untuk sekarang. Sifat mereka membuat ku sedikit takut.”
“Jangan khawatir Tuan ku, keberadaan saya disini adalah untuk membantu Tuan dengan sepenuhnya hingga mencapai puncak dari dunia ini. Tuan cukup mempercayai saya dan bersikaplah santai sebagaimana Tuan biasanya.”
Seperti yang di harapkan dari System, ia bisa menenangkan Zhao Lei seketika sehingga Zhao Lei kembali ke kepribadiannya yang semula. Sebenarnya kekhawatiran Zhao Lei adalah suatu hal tanpa dadar yang mana di dapatkan dari pengalaman selama ia hidup, karena sudah terlalu sering dihina, direndahkan dan dipandang sebelah mata akhirnya ia memiliki kecenderungan seperti sekarang. Namun hanya dengan beberapa kata dari system, semua itu menjadi hilang dan Zhao Lei kembali pada dirinya yang asli.
Mo Qing membawa Zhao Lei ke taman di tengah rumah ini atau bisa dibilang juga sebagai arena, di tengah arena terlihat Mo LU Gheng dan seseorang yang mungkin sama umurnya dengan dia tengah saling bertukar pukulan.
Zhao Lei kagum dengan apa yang terjadi saat ini pasalnya seorang Kakek tua yang ia kira lemah dan tak bisa melakukan apapun saat ini tengah bertarung dengan ganasnya ditengah arena, namun yang lebih membuatnya terkejut adalah beladiri yang kedua orang dalami.
Selain pukulan atau tendangannya yang sangat cepat, hal yang membuat kagum Zhao Lei adalah gelombang yang di hasilkan sangatlah luar biasa. Itu bisa di rasakan oleh Zhao Lei yang berdiri di sisi arena yang bisa dikatakan jauh.
Brugh...
Pukulan keduanya saling bertemu hingga menyebabkan suara dentuman yang begitu khas, akibatnya kedua orang tua ini saling terpental sembari menjaga keseimbangannya masing-masing. Keduanya kembali menatap satu sama lain dan di susul dengan memberikan hormat secara bersamaan.
“Tidak aku sangka bahwa kau akan berkata benar, kekuatan mu sudah kembali seperti sebelumnya hingga kau bisa menyeimbangi ku.”
“Terima kasih atas arahan mu Saudara Jiang, aku juga tak akan mengira bahwa luka dalam yang aku alami selama lebih dari 30 tahun akan sembuh seketika.”
Keduanya pun mendekat dengan satu sama lain dan mulai merangkul layaknya teman yang sangat akrab.
“System, siapa yang bersama Mo tua itu?”
“... Tuan, anda tak boleh terlalu mengandalkan saya seperti ini.”
“Hmm? Maksudnya?”
DING!
Mencari informasi mengenai sesuatu ataupun seseorang memerlukan poin Sins, apa anda yakin untuk menggunakannya?
Fitur ini aktif karena beberapa hal yang memicunya, sebagai gantinya user akan mendapatkan fitur inventori.
“HAAAA! Kenapa seperti ini? Bukankah sebelumnya tak memerlukan apapun?”
“Tuan... Bagaimanapun informasi juga termasuk kekuatan, anda tak bisa selalu mendapatkannya dengan gratis.”
Perubahan yang mendadak ini tentu saja sangat mengejutkan Zhao Lei, pasalnya ia tadinya berpikir bisa mengetahui indentitas dari seseorang hanya dengan mengandalkan system tanpa harus kehilangan apapun. Dengan fitur ini maka ia harus membayar beberapa poin sins yang mana ia dapatkan dengan bersusah payah.
“Dasar Pencatut.”
“Kakek! Tuan Zhao sudah disini.”
Mo Lu Gheng mengalihkan pandangannya dan mendapati bahwa Zhao Lei saat ini tengah berdiri di belakang Mo Qing, ia pun perlahan berjalan menghampiri Zhao Lei sembari menarik temannya ini.
“Selamat datang di kediaman ku Tuan Zhao, maafkan aku tak bisa menyambut mu tadi.”
“Haha tak apa Mo tua, aku senang karena kau lebih sehat daripada sebelumnya.”
“Ini bisa terjadi karena bantuan Tuan Zhao tentunya, perkenalkan ini adalah teman ku.”
Pria tua yang ditarik oleh Mo Lu Gheng pun maju dan memberikan hormat pada Zhao Lei, ini adalah pemandangan yang tak biasa yang mana tentunya membuat Zhao Lei sedikit tak nyaman. Dua orang yang berumur lebih tua darinya memberikan hormat padanya yang mana masih belum genap 20 tahun.
“Nama ku Jiang Changseng, aku sangat berterima kasih pada Tuan Zhao karena telah menyelamatkan Saudara Mo semalam.”
“Sudah sepantasnya sesama manusia saling menolong, itu bukanlah hal yang berlebihan jadi jangan terlalu menghormati ku.”
“Bahkan anda sungguh rendah hati, sungguh generasi muda yang sangat sulit untuk di temui.”
Zhao Lei tak bisa berkata-kata dengan sikap Jiang Changseng saat ini, ia kebingungan atau lebih tepatnya merasa aneh padanya.
“System, apa orang tua ini gila? Kata-katanya membuatku merinding karena jijik.”
“Tuan, anda tak boleh bersikap seperti itu saat orang mencoba untuk menghormati anda.”
Tap...
Mo Lu Gheng menepukkan tangannya dengan cukup keras hingga mengeluarkan suara yang lumayan nyaring, hal ini memecahkan kesunyian sejenak yang terjadi karena Zhao Lei tak bisa merespon kata-kata dari Jiang Changseng.
“Baiklah! Mari kita lanjutkan di ruang tamu, tidak sopan rasanya membuat Tuan Zhao dan Saudara Jiang berbicara dengan berdiri seperti sekarang.”
“Itu sungguh bagus Saudara Mo, aku juga ada beberapa hal yang ingin di tanyakan pada Tuan Zhao.”
Mata Jiang Changseng menatap Zhao Lei dengan berbinar-binar, seketika Zhao Lei membenarkan rasa terancam yang ia rasakan sebelum masuk ke rumah Mo tua ini. Masalahnya bukan berada di Mo Lu Gheng melainkan pada Jiang Changseng yang kebetulan berada disini.
***
Zhao Lei, Mo Lu Gheng dan Jiang Changseng duduk di sofa sembari menyeruput teh yang telah di sajikan sedari tadi, sementara Mo Qing beberapa kali keluar masuk ke ruang tamu sembari membawa beberapa surat yang tak di mengerti oleh Zhao Lei.
“Bukan bermaksud tak sopan tapi apakah Tuan Zhao mempelajari beladiri tertentu?”
Mo tua tiba-tiba membuka pembicaraan yang aneh bagi Zhao Lei.
“Ha? Tidak, aku tak belajar beladiri apapun. Apa yang membuat kau bertanya itu Mo tua?”
“Tidak, saya hanya merasakan keanehan pada Tuan Zhao hari ini.”
“Hmm? Memangnya kenapa dengan ku?”
Zhao Lei semakin kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Mo tua, ia tak mengerti mengapa tiba-tiba Mo tua bertanya mengenai seni beladiri yang Zhao Lei dalami.
“Keluarga Mo memiliki teknik turun menurun yang mana bisa mengetahui kekuatan fisik serta kultivasi dari seseorang, meskipun ini adalah hal yang seharusnya tak boleh di katakan pada orang-orang namun jika hanya Tuan Zhao maka tak akan menjadi masalah.”
“Lalu apa hubungannya dengan ku?”
“Kekuatan fisik Tuan Zhao sangat berbeda daripada saat bertemu dengan ku tadi malam, Saudara Jiang mungkin tak kaget akan hal ini karena baru pertama kali bertemu dengan anda namun perubahan seperti ini sama sekali tak pernah aku temui selama hidup.”
“Geh! Benarkah begitu?” Zhao Lei mengkerutkan dahinya karena kaget akan hal ini.
“Bisa dikatakan kekuatan fisik Tuan Zhao saat ini sedikit di atas Dong Li yang merupakan penjaga terkuat di Keluarga Mo, sementara tadi malam kekuatan fisik Tuan Zhao hanya sama dengan orang biasa.”
Byurrr...
Tiba-tiba Jiang Changseng menyemburkan teh yang tengah ia minum sembari membelalakkan matanya.
“*uhuk-uhuk* Apa itu benar!? Bagaimana bisa?”
Zhao Lei semakin mengkerutkan dahinya karena ekspresi dari Jiang Changseng, ia tak menyangka bahwa kedua orang tua ini akan langsung mengetahui perubahan yang terjadi pada dirinya.
“System, apa perubahan ku memang sebanyak itu?”
“Benar Tuan, kekuatan fisik anda telah ditingkatkan ke beberapa tahap dan jauh berbeda daripada sebelumnya.”
Mo tua melihat ekspresi Zhao Lei yang seperti tengah menyembunyikan sesuatu, namun karena tak ingin menyinggungnya maka Mo tua pun tak berniat bertanya lebih lanjut.
“Baiklah mari kita sudahi pembicaraan ini, sesuai janji maka aku akan memberikan hadiah pada Tuan Zhao hari ini.”
Tap...
Mo tua meletakkan kartu hitam dengan pinggiran emas di hadapan Zhao Lei, Zhao Lei mengambilnya untuk memeriksa kegunaan dari kartu ini. Seketika matanya terbelalak saat mengetahui apa kegunaan dari kartu ini, ia tak percaya bahwa akan mendapatkan kesempatan bisa memegang kartu yang begitu berharga seperti ini. Namun Zhao Lei saat ini memilih untuk berlagak tak tau akan kegunaan kartu yang di berikan Mo tua.
“Apa ini?”
“Itu adalah kartu member ekslusif di Biangpao Garden, salah satu tempat milik Keluarga Mo ku.”
Biangpao Garden adalah distrik hiburan terbesar di kota ini, popularitas sudah terdengar ke seluruh negara dan tak pernah sepi pengunjung. Namun hanya orang yang bisa membayar atau anggota saja yang bisa masuk ataupun membawa orang-orangnya. Pelayanannya akan di tentukan oleh level dimana level 1 yang paling terendah dan yang tertinggi adalah level 10, perbedaan antara level 1 dan 2 saja sudah sangat signifikan bahkan akan membuat setiap orang ingin berlama-lama disini.
“Yang kedua adalah yang sebanyak 5 juta yang akan di kirim langsung ke akun anda, mungkin tidak terlalu banyak namun mohon terimalah.”
Meskipun Zhao Lei kaget mendengar nominal itu namun ia tetap menahan dirinya, ia sudah pernah melihat uang yang lebih banyak daripada itu namun pada akhirnya ia sadar bahwa itu hanyalah uang.
Melihat Zhao Lei yang tampak tak puas, Mo tua mulai mengambil kertas yang di bawa oleh Mo Qing kemudian menyerahkannya pada Zhao Lei. Tak hanya itu ia juga menambahkan kunci di atasnya sehingga dengan segera Zhao Lei tau apa yang coba Mo tua berikan.
“Tunggu Mo tua, bukankah ini terlalu banyak bagiku?”
“Apa yang Tuan Zhao katakan? Justru ini bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang Tuan Zhao lakukan pada ku, aku mohon untuk tak menolak pemberian kecil ku ini.”
Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Zhao Lei, ia tak menyangka akan mendapatkan keuntungan sebanyak ini bahkan dalam mimpinya sekalipun.
“Hehe dia benar-benar ikan besar!”
“Kalau begitu aku akan menerima kebaikan mu ini tapi karena menurut ku ini terlalu banyak maka akan ku berikan kau gantinya.”
Zhao Lei mengeluarkan Life Dan miliknya kemudian dia butir pil itu pada Mo tua dan Jiang Changseng.
“Satu untuk mu dan satu untuk Tuan Jiang, aku harap kalian menggunakan pil ini saat berada dalam keadaan genting. Setidaknya hanya ini yang bisa aku berikan untuk saat ini.”
Mata Mo tua dan Jiang Changseng berbinar-binar saat melihat Life Dan yang di berikan oleh Zhao Lei, keduanya tiba-tiba berlutut dan memberikan hormat pada Zhao Lei hinggaembuat Zhao Lei ketakutan.
“Terima kasih atas pemberian mu Tuan! Keluarga ku akan sepenuhnya mendukung mu mulai sekarang,” ucap Mo tua dengan penuh semangat.
“Begitu juga dengan keluarga Jiang ku Tuan Zhao,” sambung Jiang Changseng tak mau kalah.
“B-Baiklah terimakasih atas kebaikan kalian, karena sudah seperti ini maka bersikaplah santai padaku. Aku akan pergi memeriksa rumah pemberian Mo tua jadi aku pamit terlebih dahulu.”
“Tunggu Tuan! Aku akan mengantar mu kesana,” Mo Qing yang sedari tadi diam tiba-tiba mengajukan dirinya.
“Baiklah.”