Penyelamatan Liu Jiao

1864 Kata
Seorang pria yang bertubuh besar dan kekar secara perlahan mendekati Liu Jiao, Liu Jiao saat ini semakin terpojok seiring semakin dekatnya pria ini dengannya. “Hehe... Liu Jiao, sebaiknya kau menurut saja.” Pria itu mengeluarkan senyum mesumnya pada Liu Jiao diikuti dengan anak buahnya yang melakukan hal yang sama, kaki Liu Jiao gemetar karena ketakutan dan air matanya mulai menumpuk seakan tak kuasa untuk jatuh. Tangan pria ini semakin dekat untuk meraih Liu Jiao yang saat ini tak berdaya, ia hanya bisa menutup mata dan berharap bahwa pria ini akan berubah pikiran dan menghilang dari hadapannya. “Jika tangan mu berani menyentuhnya maka akan ku pastikan kau tak akan bisa menggunakan mereka lagi!” Sebuah suara yang begitu nyaring dan menantang tiba-tiba melengking dari belakang kerumunan pria b***t ini, secara bersamaan mereka menolehkan kepalanya dan melihat Zhao Lei yang saat ini berdiri dengan gagahnya. Melihat Zhao Lei yang hanya datang seorang diri membuat tawa orang-orang ini pecah. “Hahaha Bos! Lihatlah bocah bodoh ini, dia mencoba mengancam mu.” “Aku tak yakin apa otaknya masih ada atau tidak namun yang ia katakan tadi sangatlah konyol!” “Entah datang darimana kepercayaan dirinya ini tapi kau sungguh bodoh untuk mengancam bos kami.” Dalam suasana seperti ini biasanya orang-orang akan mengabaikan kerumunan ini karena terlalu takut pada mereka, namun bagi Zhao Lei ini merupakan kesempatan untuk mencoba fisiknya. Alhasil bukannya gemetaran takut karena candaan orang-orang ini, Zhao Lei malah semakin menyeringai untuk memprovokasi mereka. “Musuh berjumlah 11 orang, tidak ada dari mereka yang bisa membahayakan Tuan.” “Hehe Terima kasih System, tapi kau cukup mengingatkan ku jika berbahaya.” “Dimengerti.” Pria yang berusaha menyentuh Liu Jiao pun berdiri dan berjalan melewati kerumunan anak buahnya ini untuk melihat Zhao Lei, badannya yang lebih besar daripada rata-rata membuat Zhao Lei bisa melihatnya dengan jelas dari sisi lain. “Bocah... Keberanian mu tak sedikit dan aku suka itu, namun kau melakukan hal yang salah dengan memprovokasi ku.” “Heh! Kau berlagak kuat hanya untuk membuat orang-orang mu kagum, sebaliknya kau membuat kesalahan besar dengan menganggu wanita ku.” “Oh aku tak menyangka bahwa Liu Jiao akan memiliki kekasih sebodoh ini, tapi itu akan berakhir jika aku membuat mu hancur! Aku A Lang, orang-orang memanggil ku si Tinju Besi karena kekuatan ku. Bocah, aku akan menghancurkan mu hingga berkeping-keping!” “*hoaaam* Cepatlah maju karena aku terlalu mengantuk mendengar ocehan mu.” A Lang temanan provokasi Zhao Lei dan langsung melompat sembari mengepalkan tangannya, sementara Zhao Lei masih berdiri tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. A Lang semakin bersemangat karena menyangka Zhao Lei saat ini pasrah, namun- Wuussshh... Tap! Zhao Lei menangkap tangan A Lang saat ia mencoba memukul wajahnya, A Lang mencoba menarik tangannya namun tak bisa lepas dari cengkraman Zhao Lei. “Hehe bukankah kau mengatakan untuk menghancurkan ku? Bagaimana bisa dengan pukulan lemah seperti ini kau mendapatkan julukan?” Zhao Lei mengeluarkan senyuman yang mengerikan hingga membuat A Lang dan anak buahnya merinding ketakutan, kemudian layaknya seorang pegulat berpengalaman Zhao Lei membanting tubuh besar A Lang dengan mudahnya. Bruk... “Haa!?” “Bagaimana bisa?” Seluruh orang yang ada di situ termasuk Mo Qing terkejut bukan main saat Zhao Lei mengangkat tubuh besar A Lang dengan mudahnya, padahal dari kata mereka tubuh Zhao Lei sama seperti manusia normal biasanya yang mana tak akan mungkin bisa mengangkat tubuh seseorang yang dua hingga tiga kali beratnya. “Arrghh... Uhh ini sangat sakit!” A Lang merintih kesakitan tak memahami apa yang barusan saja terjadi. Zhao Lei kemudian mulai menduduki dadanya dan tersenyum kembali pada A Lang, A Lang yang melihat hal itu menjadi ketakutan dan mencoba melepaskan diri, namun yang ia lakukan hanya sia-sia karena Zhao Lei melayangkan satu pukulan berat di bawah telinga A Lang. Buaghh.... “Kenapa kau bergerak? Aku baru mau memulai kesenangan ini jadi kau tak boleh pergi.” “T-Tuan kumohon biarkan aku pergi... Aku berjanji tak akan menganggu Liu Jiao lagi.” “Hmm? Tentu, jika kau sudah berkata begitu maka akan ku biarkan kau kali ini.” A Lang tak menyangka bahwa Zhao Lei akan menyetujui permintaannya, hal ini membuat ia senang dan berencana membalaskan apa yang terjadi hari ini. “Dasar orang bodoh! Setelah ini aku akan mengumpulkan orang-orang untuk menghancurkan mu, saat itu tiba maka kau tak akan bisa memohon lagi.” Namun hal yang tak di ketahui A Lang adalah bahwasannya yang ia temui hari ini bukanlah orang melainkan iblis, dia sangat pandai memainkan perasaan orang di sekitar dan membuat orang percaya akan kata-katanya. Jika Zhao Lei tak bisa menebak apa yang dipikirkan A Lang saat ini maka seharusnya Zhao Lei sudah lama mati. Zhao Lei bangkit dari atas tubuh A Lang dan mulai mengulurkan tangannya, ia tersenyum ramah pada A Lang seakan tak terjadi apa-apa barusan. “T-Terima kasih Tuan,” ucap A Lang tanpa ragu menerima tangan dari Zhao Lei. “Ngomong-ngomong tangan mana yang kau coba gunakan untuk menyentuh Liu Jiao?” “Huh? Tangan ini Tuan” jawab A Lang tanpa curiga. “Ohh ini, kalau begitu mari lakukan ini.” Craaakk.... Zhao Lei mematahkan jari telunjuk A Lang dengan satu gerakan cepat bahkan tanpa disadari oleh A Lang, hal ini membuat A Lang berteriak sekuat yang ia bisa karena merasakan sakit yang luar biasa. A Lang kembali menjatuhkan dirinya ke atas tanah sembari merintih kesakitan, Zhao Lei segera mendekatinya dan mengangkat tangan yang sebelumnya ia patahkan jari telunjuknya. “Ssshhh! Jangan terlalu cengeng, ini hanya jari kok.” Crakkk.... Zhao Lei mematahkan jari manis A Lang sembari tersenyum puas, berbeda dengan A Lang yang tak bisa diam sembari berteriak kesakitan. Dimata orang-orang terlihat jelas bahwa Zhao Lei sangat menikmati hal ini sehingga membuat mereka takut. “Aaahhhh! Kakak jangan lakukan itu lagi, kumohon!” “Diamlah jangan banyak bergerak! Aku sedang berpikir jari mana yang selanjutnya.” “Tidak Kak! Kumohon jangan lagi!” “Hmm... Baiklah jika begitu,” ucap Zhao Lei namun ia masih belum melepaskan tangannya. Sementara itu A Langsung sudah merasa sedikit tenang karena permohonannya di dengarkan, rasa sakit di tangannya membuat ia sadar bahwa ia tak boleh lagi menyinggung Zhao Lei dimasa depan. A Lang mencoba menarik tangannya namun tak bisa karena di tahan oleh Zhao Lei, di saat ini ia baru menyadari bahwasannya ada sesuatu yang tak beres. “K-Kakak... Bisakah kau melepaskan ku?” “Iya-iya... Setelah ini akan ku lepaskan. Karena itu ayo buat ini lebih cepat, aku tak ingin bau mu menempel di tangan ku.” “H-Haa? A-Apa maksudmu Kak Aaaaaaaarrrgghh!” Zhao Lei kembali mematahkan jari A Lang namun kali ini ia langsung mematahkan jari kelingking dan ibu jarinya, sembari mengabaikan rintihan dari A Lang ia mengangkat tinggi tangan A Lang agar orang-orang melihatnya. “Hahaha lihatlah mahakarya ku! Kak Liu, Nona Mo! Lihatlah karya ku ini.” Liu Jiao mengabaikan panggilan dari Zhao Lei karena terlalu takut sedangkan Mo Qing hanya tertawa di dalam mobil melihat tangan A lang yang di angkat oleh Zhao Lei, kecuali semua jari yang patah hanya ada jari tengah yang mengacung layaknya memberikan hinaan. “Baiklah karena aku sudah selesai maka kau boleh pergi, sementara itu aku akan mengurus anak buah mu dulu.” Zhao Lei melepaskan tangan A Lang dan berlari ke kerumunan anak buah A Lang, ia langsung menghajar satu persatu dari mereka dan mereka mulai berjatuhan di atas tanah. Tak butuh waktu lama semua anak buah A Lang telah di kalahkan oleh Zhao Lei dan ia pun mendekat pada Liu Jiao. “Kak Liu ini aku Zhao Lei, apa kakak tak apa?” Liu Jiao mengangkat kepalanya dan secara perlahan membuka matanya, ia langsung melompat memeluk Zhao Lei saat Zhao Lei nampak di depannya. Tubuhnya bergetar hebat dan ia mulai menangis sekuat yang ia bisa, Zhao Lei tak menyangka bahwa Liu Jiao akan sangat takut seperti sekarang sehingga ia memikirkan bahwa hukuman bagi A Lang masih terlalu ringan. “Tidak apa Kak, kau sudah aman sekarang.” “Um baiklah,” jawab Liu Jiao sembari sesenggukan. “Ayo berterima kasih terlebih dahulu pada seseorang, karena dia aku bisa datang tepat waktu menyelamatkan Kak Liu.” Liu Jiao memegang erat tangan Zhao Lei seakan ia tak akan pernah melepaskannya lagi, Zhao Lei hanya tersenyum dan senang karena Liu Jiao sekarang sudah tak apa. Ia membawa Liu Jiao untuk bertemu dengan Mo Qing yang sepertinya sedari tadi telah menunggu. Mo Qing melihat Zhao Lei keluar dari bangunan itu bersama dengan seorang gadis yang sangat asing baginya, melihat gadis itu tengah memegang erat tangan Zhao Lei akhirnya ia sadar bahwa dirinya bukanlah yang pertama di hati Zhao Lei. Ia merasa sedikit kecewa akan hal ini namun ia juga merasa tak bisa menyerah. Mo Qing segera keluar dari dalam mobilnya untuk menemui Zhao Lei. “Nona Mo, terimakasih atas bantuan mu. Jika bukan karena kau maka aku takut Kak Liu sekarang tak dalam keadaan seperti sekarang.” “Sungguh kehormatan bagi ku untuk membantu Tuan Zhao.” Sebelumnya pemberitahuan misi muncul secara tiba-tiba tepat sebelum Zhao Lei dan Mo Qing berciuman, karena kaget spontan Zhao Lei meminta Mo Qing untuk mengantarnya menuju rumah Mo Qing. Mo Qing yang juga kaget hanya bisa mengiyakan apa permintaan dari Zhao Lei dan segera mengantarnya, namun saat mereka sampai di rumah Liu Jiao sama sekali tak ada yang terjadi sehingga itu membuat Zhao Lei semakin khawatir. Berkat bantuan System dan beberapa poin Sins dari Zhao Lei, mereka bisa menemukan lokasi Liu Jiao tepat pada waktunya. Zhao Lei menyadari bahwa saat ini Mo Qing tengah kesal karena Liu Jiao memegangi tangannya, namun ia juga tak bisa melakukan apapun akan hal ini. “Ehem! Kak Liu ini adalah Nona Mo, Nona mo ini adalah Liu Jiao.” “Terima kasih atas bantuan mu Nona Mo, aku Liu Jiao sungguh terhormat bisa mengenal mu.” “Tak apa Nona Liu, jangan terlalu sungkan. Dimasa depan kita juga akan menjadi saudari jadi jangan terlalu kaku padaku.” Liu Jiao kebingungan akan hal ini namun Zhao Lei tersenyum saat mengetahui impiannya sebentar lagi akan tercapai. “Tuan Zhao, jika tak ada lagi maka aku akan pulang terlebih dahulu untuk membahas sesuatu dengan keluarga ku. Maaf aku tak bisa mengantar mu.” “Tidak apa Nona Mo, aku menghargai itu.” Mo Qing pun memberikan hormat pada Zhao Lei dan kembali masuk ke dalam mobilnya, tak lama ia langsung menancap gas dan meninggalkan Zhao Lei dengan sangat cepat. Zhao Lei masih senyum-senyum sendiri memikirkan akan impiannya yang sebentar lagi akan jadi kenyataan, Liu Jiao yang menyadari hal itu menyentuh wajah Zhao Lei dengan lembut sehingga Zhao Lei kembali sadar. “Xiao Lei terimakasih atas apa yang kau lakukan hari ini, aku sungguh sangat senang saat mendengar suara mu.” “Aaahh! Mengenai hal itu ada yang ingin ku bicarakan dengan mu, ini sangat penting!” “Baiklah ayo ke rumah ku.” “Itu ide yang bagus! Sebelum itu aku akan melakukan ini terlebih dahulu.” Zhao Lei mendekat ke arah A Lang yang masih terkapar pingsan karena kesakitan, dengan satu gerakan ia mematahkan tangan A Lang sehingga mengeluarkan suara yang begitu renyah. Hal ini membuat A Lang terbangun dari pingsannya dan segera berteriak seperti sebelumnya. “Aaaaaaaarrrgghh!!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN