Dia telah didapatkan

1816 Kata
“Hey System! Aku sudah menyelamatkan Kak Liu dari tangan orang-orang itu tapi kenapa misinya masih belum selesai?!” “Tidak ada yang salah Tuan, misi ini memang belum selesai karena anda belum mencapai keadaannya.” “Haaa? Apalagi maksud mu? Bukankah disini tertulis bahwa aku harus menyelamatkan Kak Liu dari orang-orang yang telah menganggunya... Hmm? Apa ini mungkin maksudmu?” Zhao Lei terkejut saat membaca kembali rincian dari misi ini, bagian dari ‘Penjahat yang mengganggunya selama ini’adalah hal yang membuat Zhao Lei terkejut karena tak terlalu memperhatikan lebih lanjut sebelumnya. “Benar Tuan, anda harus membuat Liu Jiao berada dalam keadaan aman yang mana bukan lingkungan ini tempatnya.” “Hahaha ini sangat pas! Aku suka ini, kau memang yang terbaik System!” Dan itu semua adalah alasan Zhao Lei duduk di kamar Liu Jiao sembari menikmati minuman yang disuguhkan kepadanya, sementara itu Liu Jiao membersihkan dirinya di kamar mandi setelah memberikan Zhao Lei minuman. Tak ada keraguan sedikit pun pada diri Liu Jiao untuk membiarkan Zhao Lei berada di kamarnya sementara dirinya mandi di kamar yang sama, Zhao Lei pun sama sekali tak keberatan dengan hal ini karena ia bisa mendengarkan suara dari kamar mandi sembari membayangkan Liu Jiao. “*Sllluurrpp*Haaahh... Bagaimana hidupku bisa seindah ini? Aku tak ingat bahwa diri ku seberuntung ini sebelumnya.” “Tuan ingatlah bahwa ada batasan waktu untuk misi ini, jika anda gagal maka anda tak akan mendapatkan apapun kecuali kepercayaan dari Liu Jiao.” “Aku tak peduli lagi tentang poin untuk sekarang, setidaknya untuk sesaat biarkanlah aku menikmati semua ini.” “... Baiklah Tuan.” Meski berkata seperti itu Zhao Lei tetap saja khawatir akan Han Chuan dan kelompoknya nanti, bisa dipastikan hampir 90 persen ia akan membalas dendam pada Zhao Lei nanti. Sementara itu Zhao Lei masih tak memiliki kemampuan apapun untuk sekarang, meskipun fisiknya kuat namun ia tak mungkin bisa menahan senjata dengan tangan kosong. Cklekk... Saat Zhao Lei tengah berpikir tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka sehingga ia memutar kepalanya untuk melihat asal suara itu. “*Bhhuufffttt* K-K-Kak Liu!” Liu Jiao keluar dari dalam kamar mandi tanpa memakai apapun kecuali handuk yang membalut sebagian tubuhnya, air menetes dari lehernya tanpa hambatan sedikit pun dan itu menjadi pemandangan yang sangat indah bagi Zhao Lei. “Astaga... Aku ingin melukis apa yang ada di hadapan ku saat ini,” ucap Zhao Lei sembari menahan hidungnya yang mimisan. “... Tuan hidung mu.” “Ini reaksi alami jadi jangan hiraukan aku.” Liu Jiao berjalan dengan santainya menuju lemari pakaian kemudian membukanya, ia melihat-lihat dan memilih selama beberapa saat kemudian mulai mengambil pakaian dalam yang ia ingin pakai. Ia mengangkatnya tinggi-tinggi sembari tersenyum lembut. “Xiao Lei berbaliklah sebentar, aku akan berpakaian terlebih dahulu.” Zhao Lei mengangkat tangannya dan berkata, “Lanjutkan saja Kak, abaikan diriku.” Zhao Lei masih tak membalikkan tubuhnya dan percaya bahwa Liu Jiao tak akan keberatan akan hal itu, namun satu tatapan tajam nan lembut dari Liu Jiao membuatnya segera berbalik dan menutup mata. “Tuan apa anda ingin saya merekamnya?” “Eh? Kau bisa melakukan itu? Kenapa kau tak mengatakannya?” “... Tuan tak pernah bertanya, tapi setiap menit yang saya rekam maka akan memakai 10 Poin Sins Tuan.” “Geehh! Itu menarik tapi aku sedang kekurangan Poin untuk sekarang, aku lebih memilih untuk mengumpulkannya dan membeli suatu Skill. Lagipula Kak Liu juga akan menjadi milik ku sebentar lagi.” “Dimengerti Tuan.” Zhao Lei mungkin bisa meminta bantuan pada Mo Tua untuk mengatasi Han Chuan dan kelompoknya, namun ia tak ingin memiliki hutang budi pada orang tua itu serta tak ingin membawa mereka dalam bahaya. Han Chuan dan kelompoknya memiliki dukungan yang cukup kuat bahkan mungkin hampir setara dengan Keluarga Mo, karena ini juga Zhao Lei memilih harus menyelesaikan mereka sendiri dan membuat mereka tunduk. “Aku sudah selesai, kau boleh berbalik sekarang.” Izin sudah di berikan dan Zhao Lei segera membalikkan tubuhnya ke belakang untuk melihat Liu Jiao. “I-Itu... Mantap Kak Liu!” ucap Zhao Lei dengan hidung yang kembali mimisan. Pakaian yang serba ketat serta rok di atas lutut adalah gaya Liu Jiao sehari-hari sehingga Zhao Lei tak pernah bosan menatapnya, ini benar-benar cocok dengan seleranya dan jika Zhao Lei tak bisa menahan diri maka ia sudah melompat pada Liu Jiao sekarang. “B-Baiklah aku senang kau menyukainya, sekarang mari beralih ke pembicaraan kita.” “Ohh aku sampai melupakannya!” Zhao Lei pun bangkit dan mendekati Liu Jiao, hal ini membuat jantung Liu Jiao berdegup kencang dan wajahnya semakin memerah. Zhao Lei mengambil tangan Liu Jiao dengan lembut, Liu Jiao sama sekali tak memberikan penolakan sehingga Zhao Lei melakukan ini tanpa harus terhambat. “Kak Liu...” “Zhao Lei...” Keduanya saling menatap satu sama lain dengan dalam seakan bisa melihat apa yang ada di dalam diri mereka, wajah Liu Jiao semakin memerah sementara Zhao Lei semakin fokus terhadap Liu Jiao tanpa terpengaruh apapun. Zhao Lei semakin mempererat genggaman tangannya sehingga hal ini membuat jantung Liu Jiao semakin tak karuan. “T-Tunggu Xiao Lei aku tak sia- “Tinggallah bersama ku Kak Liu!” “Huh?” Kebingungan secara mendadak meliputi seluruh kepala Liu Jiao saat ini, ia menyangka bahwa Zhao Lei akan melakukan hal yang tak senonoh padanya sehingga ia menjadi gugup dan tak bisa menahan dirinya. “Huh? Apa yang kau katakan barusan?” “Aku bilang tinggallah bersama ku.” “Kenapa?” “Haa? Apa Kakak bodoh? Sudah sangat jelas bahwa lingkungan disini adalah salah satu sebab kau di ganggu oleh orang-orang itu, aku tak bisa melihat Kak Liu diperlakukan seperti itu.” “Huhh... Zhao Lei, apa kau meminta ku tinggal bersama di kontrakan milikku yang kau sewa?” “Tidak! Disana juga tak aman, ayo tinggal di rumah baru ku Kak Liu!” Liu Jiao menhela nafas panjang dan melepaskan tangannya dari Zhao Lei, ia mengambil beberapa langkah untuk sedikit menjauh dari Zhao Lei. “Xiao Lei, aku tak menyukai saat kau terlalu berangan tinggi. Kau bahkan tak bisa membayar sewa kontrakan selama berbulan-bulan dan sekarang kau berkata telah memiliki rumah?” “Kak Liu percayalah pada ku! Aku akan membuktikan pada mu sekarang jika kau tak percaya.” Liu Jiao menatap Zhao Lei selama beberapa saat dengan mata yang agak ragu, namun ia sadar bahwa selama ia kenal dengan Zhao Lei belum pernah ia melihat Zhao Lei seserius ini. Zhao Lei yang ia kenal selama ini adalah anak yang lemah dan suka bercanda, ia sadar bahwa seharusnya Zhao Lei tak bisa mengalahkan A Lang dan anak buahnya jika ia benar-benar tak memiliki kekuatan. Akhirnya hati Liu Jiao tergerak dan memilih untuk menuruti kemauan Zhao Lei saat ini. “*Huft* Baiklah ayo tunjukkan rumah mu, jika kau berbohong maka kau akan mendapatkan pukulan mu.” “Oke, jika aku tak bohong maka Kak Liu harus mencium ku.” “Deal!” Mereka pun berangkat menuju ke rumah baru milik Zhao Lei yang di berikan oleh Mo Lu Gheng, Zhao Lei sangat bersemangat karena ia sudah bisa dipastikan memenangkan pertaruhan dengan Liu Jiao. “Hehe... Ciuman dengan Kak Liu.” *** Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di gerbang perumahan mewah ini, tampak penjaga gerbang melihat mereka dengan sinis sehingga hal ini membuat Liu Jiao ketakutan. “Xiao Lei ayo kembali, mereka tak akan membiarkan kita masuk.” “Hehe... Kak Liu tenang saja.” Zhao Lei merogoh kantongnya dan memperlihatkan kartu yang di berikan Mo Qing hari ini, wajah semua penjaga menjadi pucat seketika saat Zhao Lei memperlihatkan kartu itu pada mereka. Dengan bersamaan semua penjaga memberikan hormat pada Zhao Lei dan menyambutnya. “SELAMAT DATANG TUAN!” Pemandangan ini membuat Liu Jiao ternganga tanpa bisa berkata-kata, ia tak percaya bahwa penjaga yang seharusnya tak akan membiarkan siapapun yang bukan pemilik rumah masuk ke dalam bisa bersikap sehormat ini pada Zhao Lei. “I-Ini? Xiao Lei bagaimana bisa?” “Jangan terlalu dipikirkan, ayo kerumah ku.” Zhao Lei merangkul Liu Jiao agar ia ikut masuk bersama ke dalam perumahan ini, ia sangat senang melihat ekspresi terkejut Liu Jiao yang sebelumnya tak pernah ia lihat. Setelah berjalan selama 5 menit mereka berhenti di hadapan rumah paling besar dan mewah daripada semua yang ada di perumahan ini, Liu Jiao semakin gemetar dan mendekatkan diri pada Zhao Lei. “Xiao Lei ini?” “Kak Liu jangan terlalu kaku, ayo buka sendiri jika kau tak percaya.” Zhao Lei menyerahkan kunci rumah ini pada Liu Jiao dan menggiringnya mendekat pada pintu, Liu Jiao beberapa kali menatap Zhao Lei seakan tak percaya dan mulai memasukkan kunci sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Zhao Lei. Crak... Crak... Cklek! Pintu terbuka dengan kunci itu dan Liu Jiao terkejut dengan apa yang dilihat di dalamnya. “X-Xiao Lei, apa ini benar-benar rumah mu?” “Bukankah aku sudah mengatakan pada mu?” Syutt... Zhao Lei dengan cepat mendekati Liu Jiao yang masih tak mempercayai semua ini dan mulai mengalungkan tangan miliknya pada pinggul Liu Jiao, meskipun kaget Liu Jiao sama sekali tak memberikan perlawanan terhadap hal ini. Keduanya saat ini sudah berada dalam posisi yang sangat dekat antara satu sama lain, Liu Jiao pun tak bisa melepaskan diri jika Zhao Lei tak melepaskannya. “Jadi kali ini aku yang memenangkan taruhannya, seperti janji maka Kak Liu harus mencium ku.” “Baiklah, tapi sebelum itu kau harus mengatakan alasan kenapa kau ingin aku tinggal bersama mu. Katakan dengan jujur.” “Hmm... Bukankah itu mudah? Kak Liu adalah perempuan pertama yang sangat baik pada ku, bagaimana aku tak bisa jatuh cinta pada orang seperti mu Kak?” “Hem dasar nakal.” Liu Jiao dengan sendirinya mengambil inisiatif untuk mencium Zhao Lei yang tengah bersikap jantan saat ini, Zhao Lei menerima semua ini dan mulai mengikuti apa yang di lakukan oleh Liu Jiao. Ciuman panas berlangsung selama beberapa saat dan mereka tampak menikmatinya dengan seksama, setelah itu secara perlahan Liu Jiao melepaskan bibirnya yang tengah di lumat oleh Zhao Lei dan menatapnya dengan lembut. “Apa aku yang pertama Xiao Lei? Nona Mo mengatakan bahwa kami akan menjadi saudari, apa maksudnya itu?” “Bukankah Kak Liu seharusnya mengerti akan hal itu? Aku tak bisa puas hanya dengan 1 wanita.” “Ohh kau memang nakal, tapi aku tak keberatan akan hal itu. Selama kau berprilaku adil maka aku akan mengijinkannya.” Liu Jiao berusaha mencium Zhao Lei kembali namun Zhao Lei segera menghentikannya, ini karena ada anak-anak bermain yang tak sengaja berhenti untuk melihat mereka saat ini. Kebetulan mereka tak sadar bahwasannya mereka berciuman tepat di antara pintu sehingga jika ada orang yang lewat maka mereka dengan jelas bisa melihatnya, mereka pun menghentikannya dan sedikit menjauh antara satu sama lain. “Ayo lanjutkan ini nanti Kak Liu, kau harus pindah hari ini juga sehingga aku tak kesepian disini.” “Hehe baiklah.” DING! Anda telah menyelesaikan misi, menerima imbalan 100 Poin Sins.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN