Plak! Plak! Aeron kembali menampar Ken. Nata berusaha menghentikan Aeron, namun Aeron sudah tersulut emosi, kali ini Ken membuat masalah sampai dikeluarkan dari sekolah, hal itu benar-benar membuat Aeron naik pitam, amarahnya akhirnya meledak begitu saja. Bahkan ia tak lagi merasa bersalah karena telah menampar putranya, ini kali kedua tangannya mengenai pipi Ken. Tamparan pertama tidak membuat Ken sadar bahwa Aeron hanya ingin yang terbaik untuk hidupnya. “PUKUL! PUKUL SAJA!” teriak Ken. “Kamu—” Nata menghentikan Aeron agar tidak tersulut emosi karena emosinya akan membakar hati Ken, bagi Nata bukan itu jalan satu-satunya untuk membuat Ken sadar bahwa apa yang dia lakukan itu salah. “Mama sama Papa nggak usah drama di depan Ken, semua ini karena Mama dan Papa, semua karena kalian!”

