Chap 48. Jangan Menghalangi

914 Kata

Setelah makan siang, Aeron mengantarkan Nata pulang ke rumah kontrakkannya bersama Ola, di sana sudah ada Petir yang menunggu, Aeron menautkan alis dan menoleh melihat Nata, ia seolah membutuhkan jawaban atas kehadiran Petir yang setiap waktu ada di samping Nata. Namun, Nata tidak memahami tatapannya. Aeron tak mau kalah dari Petir, ia pun langsung masuk ke rumah tanpa dipersilahkan. “Aeron? Kamu tak pulang?” tanya Nata. “Tadi katanya kamu ada pekerjaan.” “Sudah ada Jeri yang mengurusnya,” jawab Aeron. “Tapi—” “Kenapa? Kamu tidak suka aku di sini?” tanya Aeron mendongak menatap Nata yang kini menggelengkan kepala. “Aku hanya merasa aneh karena kamu kan sibuk.” Aeron terus duduk dihadapan Petir, mereka saling menatap. Petir tak suka dengan kehadiran Aeron, begitupun dengan sebaliknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN