07 Geng Wolf Berulah

921 Kata
Braaak Pintu markas LK tiba-tiba ada yang mendobrak dari luar, membuat lima anggota LK yang tadinya bersantai langsung dibuat terperanjat oleh dobrakan tersebut. "s****n LO--" Bught Belum sempat Devan menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba wajahnya sudah dihajar terlebih dahulu. "g****k! Serang anj*ng!" teriak Aldo. Devan, Fino, Ali dan Bima yang ada didalam markas langsung menyerang beberapa anggota yang tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah mereka. Bught Braaak Anggota LK langsung kelelahan saat melawan belasan anggota dari geng Wolf. "Kalo jantan, mainnya jangan keroyokan!" seru Fino. "Alah bacot!" sahut salah satu anggota geng Wolf. Mereka pun diserbu habis-habisan sampai kelima anggota LK kewalahan. "Hai gyus! ada yang kangen gue nggak?" tanya Reza yang tiba-tiba masuk kedalam markas dengan wajah cerianya. Namun ekspresinya langsung berubah Syok saat melihat pertengkaran didalam markas tersebut. "Gue harus nelpon bos nih," gumam Reza lalu kembali keluar dari Markas. Untung saja didalam sangat ramai, jadi suara dan kehadirannya tadi tidak diketahui oleh mereka. Reza buru-buru menekan nomer Kevin, lalu menghubungi lelaki tersebut. Reza langsung memberitahu keadaan di markas kepada Kevin. "Cepetan ke markas bos, kalo lo telat satu detik. Sumpah rata sih semuanya bos!" teriak Reza sebelum sambungan di matikan oleh Kevin. Reza pun mulai menggulung lengan seragamnya keatas, lalu ia melakukan pemanasan. "Gue ikut tawuran nih?" tanyanya sambil bergaya seperti pemain petinju. "Eh tunggu, gue lupa do'a." Saat ingin masuk kedalam, tiba-tiba Reza masih berhenti lalu membaca do'a. "EH LO LAWAN GUE NIH!" lanjut Reza dengan berteriak . Braaak Dalam hitungan menit, tiba-tiba anggota Wolf langsung pada tepar dan buru-buru berlari keluar dengan terbirit-b***t. Jika kalian pikir yang melawan adalah Reza, maka kalian salah besar. Karena belum sempat Reza menyentuh lawan, tiba-tiba Kevin dan 7 anggota lainnya datang, dan langsung menyerang anggota Wolf tanpa ampun. "s****n lo Gino!" teriak Kevin keras saat melihat kelima anggotanya yang sudah lemas karena dipukuli oleh anggota Wolf. Kevin marah bukan karena markasnya yang sudah hancur, tapi ia sangat marah saat melihat anggotanya yang kesakitan saat diobati oleh anggota lainnya. Kevin mulai mengumpati Gino dengan segala u*****n. Ia juga semakin menghancurkan markasnya karena kesal. Masalah markas ia tinggal menyuruh seseorang untuk memperbaikinya. "TUNGGU PEMBALASAN GUE s****n!" "Lo panggillin pawangnya gih," bisik Devan kepada Reza. "Lea?" "Siapa lagi dodol. Kalo sama dia keknya Kevin bakal luluh deh," balas Devan. "Dre, lo lanjutin kompres nih muka buaya. Gue mau manggil neng Lea," suruh Reza kepada Andre. Devan langsung menatap tajam Reza, ingin sekali ia memukul wajah temannya itu. Tapi sekarang tenaganya serasa sudah habis. **** "Parah - parah lo Lea. Lo beneran pacaran sama Kevin?" tanya Alin tak percaya. Padahal gadis itu sudah bertanya hal itu berulang-ulang kali kepada Lea. "Lo b***k apa tuli sih Lin?" kesal Lea. "Kevin kok mau sih sama lo? Lo nggak pakek pelet kan Le?" curiga Alin. "Lo kira gue apaan Alin?" kesal Lea. "Terus kenapa lo bisa pacaran sama Kevin?" "Keluarga gue sama keluarga Leo tuh rekan Bisnis. Kita ketemu pas acara peresmian kerja sama mereka. Gue juga nggak tertarik sama sekali sama Leo, tapi dia maksa gue buat jadi pacarnya," jelas Lea. "Tapi sekarang lo sayang kan?" "Lo kira dua tahun gue bertahan sama Leo karena apa Alin," geram Lea. "Leo siapa?" tanya Alin. "Si Kev--" "KEVIN LAGI MODE SINGA WOY!" Lea menatap bingung kearah Reza yang tiba-tiba sudah ada dihadapan mereka. "Neng Lea ikut abang ya. Si Kepin lagi marah-marah di markas, kalo nggak diredain nanti semuanya kena amukannya," pinta Reza. "Imbalannya apa?" tanya Lea. "Dia pacar lo b**o!" sarkas Alin. "Nah iya bener tuh. Lagian si Kevin anak sultan, neng Lea bisa minta apapun ke si bos, gue yakin dia pasti bakal tetep ngabulin," sahut Reza. "Oke deh, kalo gitu gue ke markas lo. Tapi gue yang harus nyetir motor lo," setuju Lea. "Terus abang harus naik apa atuh neng?" tanya Reza yang mengira perkataan Lea bercanda. "Ojol ada banyak kok, jadi siniin kunci motornya," pinta Lea. "Tap--" "Yaudah nggak jadi pergi." "Duh, iya nih ambil. Tapi kalo terjadi apa-apa gue nggak mau tanggung jawab ya neng," ucap Reza memberikan kunci motornya. Lea menerima kunci tersebut dengan tersenyum puas, akhirnya ia bisa naik motor lagi, setelah dua tahu yang lalu. Semenjak ia menjadi kekasih dari Kevin, semenjak itu juga ia tidak pernah dibolehkan mengendarai motor sendiri. Dalam hitungan menit, Lea sudah memberhentikan motornya dengan selamat di depan Markas Geng LK. "Dari luar aja udah kedengeran aungan singanya," gumam Lea sambil terkikik geli saat mendengar teriakan Kevin yang terdengar sampai luar Markas. Dengan langkah santainya, gadis itu masuk kedalam. "Misi, ada singa yang lagi marah ya?" tanya Lea pelan setelah masuk kedalam. Lea tersenyum geli saat melihat Kevin yang langsung terdiam saat melihatnya. "Tuh si Kevin lagi ngamuk-- E-eh nggak ada kok Lea." Devan yang berniat ingin menjawab, langsung kelagaban sendiri saat melihat tatapan tajam dari Kevin. "Oh ga ada ya, yaudah gue balik lagi kesekolah deh," ucap Lea santai dan berniat berbalik. "Sayang, kamu tega ninggalin aku," rengek Kevin yang langsung menarik tangan Lea dan membawa gadis itu kedalam dekapannya. "Kalo masih marah, aku mau keluar dulu. Nanti telinga aku sakit kalo denger kamu teriak-teriak," ujar Lea yang sudah masuk kedalam d**a Kevin. "Nggak marah lagi, kalo kamu disini," balas Kevin sambil mengelus rambut Lea. Semua anggota LK yang ada disana langsung tercengang tak percaya, saat melihat Kevin yang tadinya marah-marah bak seorang yang sedang kesetanan. Sekarang malah bersikap seperti anak kecil yang tak mau pisah dari ibunya. Reza yang baru saja masuk pun langsung melebarkan matanya saat melihat Kevin yang seperti anak kelinci bukan sosok singa seperti tadi. "Ini ketua kita?" gumam mereka semua bertanya-tanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN