"Bagus, jam segini kamu baru pulang, Mas!" Amara menatap tajam Reza yang baru saja memasuki rumah. "Memangnya kenapa? Ini masih sangat pagi, kan? Aku tidak akan terlambat ke kantor, kamu tenang saja," ucap Reza santai. Amara langsung mendengus mendengar perkataan suaminya, "kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh sih, Mas! Kamu itu laki-laki yang sudah punya istri! Ngapain aja kamu di luar semalaman, hah? Apa kamu sudah lupa jalan pulang?" Nafas Amara memburu penuh emosi. Bahkan kini wanita itu sudah berkacak pinggang di depan Reza. Reza tersenyum kecil sembari melangkah mendekati Amara, "memangnya kenapa kalau aku sudah punya istri? Apa hanya istriku saja yang boleh lupa sudah punya suami dan aku tidak boleh? Baru saja dua malam ini aku tidur di luar, Amara, kenapa kamu begitu marah? L

