"Pak Reza!" Mendengar suara cempreng itu, Reza mengalihkan pandangan. Dia mengernyit begitu melihat Suci sudah berdiri di ambang pintu. Perasaan dia tidak memanggil gadis itu. Tapi entah kenapa tiba-tiba Suci malah datang ke ruangannya. "Pak, kenapa malah bengong? Ini saya buatkan kopi untuk Bapak. Kopi pagi-pagi seger loh, Pak," ucap Suci menyodorkan segelas kopi pada Reza. "Untuk saya tidak ada, Suci?" tanya Antoni heran melihat Suci hanya membuatkan kopi untuk Reza. Suci menoleh pada Antoni lalu menggelengkan kepala, "Pak Antoni kalau mau kopi minta OB saja yang buatin." "Loh kok beda? Kenapa saya harus minta tolong OB tapi Reza malah kamu buatin? Kenapa enggak sekalian aja?" protes Antoni. Suci tersenyum canggung sembari garuk-garuk kepala. Dia menoleh pada Reza dengan tatapa

