Aku melihat tunanganku yang sedang menyerahkan beberapa lembar uang pada kasir. Aku juga mendapati kebahagiaan yang sangat jelas ditampakkan oleh gadis tidak tahu malu itu. Dengan kekuatanku sekarang ini, aku tidak dapat menolak Virza yang menarikku secara perlahan, agar kami tidak tertinggal, dan bisa terus membuntuti gerak-gerik mereka. Aku menganggap laki-laki yang bersamaku saat ini terlalu kejam. Ia tahu bahwa aku sudah tidak lagi sanggup menatap kengerian itu, namun ia tetap membawaku semakin terjerumus ke dalam kisah cinta mereka. Aku seakan merasa ia seperti telah mendorongku dari tebing, hingga jatuh ke jurang tidak berdasar. Hatiku sakit, jantungku pun ngilu, hingga seluruh tenaga di tubuhku menghilang ketika mataku merekam setiap kemesraan mereka, dan tersimpan begitu saja d

