Episode 22. Mati Rasa

1786 Kata

    Aku membiarkan Virza pergi meninggalkanku seorang diri, setelah dengan ketus aku tolak kebaikan hatinya. Sebenarnya saat itu, aku sungguh ingin berteriak menghentikannya, tapi asaku tertahan pada laki-laki yang saat ini sedang menahan ngilu. Aku memang bodoh, sungguh bodoh, hingga dengan sabar menerima tingkah mereka yang sudah menambah sayatan luka perih di hatiku. Tatapan kosongku terus tertuju pada seorang pria yang menerima perlakuan lembut dari gadis selain diriku dan pria itu adalah tunanganku.     Arkha, dia yang pernah mencintaiku, sekarang lebih memilih meraih tangan makhluk cantik lainnya. Aku menatap pedih pada realita pengkhianatan yang penuh kasih di depan mataku. Aku merasa seakan menjadi pihak ketiga di antara mereka berdua. Aku layaknya seorang penghalang untuk kelangs

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN