Hentakkan nada kerasnya membuat nyaliku menciut, hingga aku berserah pasrah mengikuti Virza tanpa mengetahui arah tujuannya. Aku menapaki lantai mal dengan napas memburu. Aku memperhatikan begitu banyak pasangan sedang bergandengan dengan mesra. Dalam hati aku berkata, mungkinkah mereka sedang berpacaran ataukah melakukan sebuah perselingkuhan? Segala keharmonisan yang aku lalui, seketika memunculkan pikiran negatif tentang mereka. Saat ini aku sedang menyamaratakan semua orang yang aku lihat, seakan mereka telah melakukan perbuatan yang senada dengan Arkha. Aku terus berjalan menuruni eskalator tanpa berhenti sedetik pun. Aku memergoki mata dari setiap orang yang aku lalui terus terpusat pada wajahku. Mungkin aku yang terlalu perasa karena mukaku yang kaku, serta mataku yang menebal

