Aku memperhatikan Virza yang masih terhanyut dengan keasyikannya menekan tuts pada piano tersebut. Sinfoni merdu yang ia mainkan, sedikit banyak telah membuat hatiku menjadi labih tenang. Aku menyandarkan kepala pada sofa dan menikmati setiap dentingan suara yang seolah dengan ajaibnya menyihir perasaanku yang sedang kacau. Detik berjalan, hingga menit telah menyusul jam yang baru saja terlampaui. Tanpa aku sadari, dua meja yang berada di dekatku sudah penuh dengan berbagai macam makanan. Aku pernah mencoba beberapa yang hampir sama dengan ini. Ada es kopi s**u, beberapa jus, minuman bersoda, dan juga masih banyak yang lainnya berada pada meja yang tidak jauh dariku. Sedangkan pada menja di depanku, terdapat banyak sekali makanan berat serta makanan ringan yang sangat menggiurkan. Aku

