Episode 34. Sebuah Alasan

1684 Kata

    Virza tampak gelagapan mendapati banyak mata tertuju padanya. Seketika itu juga, ia langsung mengangkat cangkir minumnya. “Ini … kopinya enak, sangat enak,” selorohnya hambar.     Aku beralih menatap Arkha. “Jika kamu menghabiskan minuman yang aku buat secara khusus ini untukmu, maka itu sudah cukup membuatku merasa sangat-sangat bahagia,” aku merayunya.     Mama bergeleng-geleng mendengar kalimatku, sedangkan Virza tampak mendengus kesal.     Tante Dewi terkekeh seraya melirikku. “Iya, habiskan minuman kamu. Masa kamu mau ngecewain Diandra lagi kali ini?! Kamu itu sudah sangat beruntung bisa mendapatkan gadis seperti keponakanku ini,” ucapnya membanggakan diriku.     Aku memperhatikan Arkha berdeham sesekali dan ia melirikku sembari terpaksa kembali menenggak minuman aneh yang sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN