Aku terbangun dari tidurku, menatap tirai jendela yang terlihat lebih terang terkena cahaya matahari. Selanjutnya aku menyalakan ponsel, menatap jam digital yang muncul pada layar terkunci, lantas membantingnya begitu saja bersama dengan genggaman tanganku. Aku meliukkan badan, meregangkan ototku, dan beberapa kali menguap dengan sudut mata yang mulai berair. “Sudah pagi ternyata, apa aku ketiduran semalam?” Aku membalikkan badan, menelungkup sambil memeluk guling. Lalu aku memasukkan pola untuk membuka kunci pada ponsel, memeriksa w******p-ku, dan ternyata tidak ada balasan apa pun juga di sana. “Aku yakin dia sedang menulis sesuatu semalam. Apa yang ingin dia sampaikan padaku? Begitu lama dan tidak ada satu pun pesan darinya. Apa tadi malam dia tidak jadi mengirimkan

