Arkha mengusap air yang menetes dari sisi kiri dan kanan ujung matanya. Aku merasa akan ada kesempatan untukku memperbaiki ikatan kami. Dengan melihat ia menangis seperti ini, aku yakin masih ada cinta yang dipendamnya untukku. “Aku masih ingin hubungan kita baik-baik saja. Tidak masalah bagiku, jika kamu memintaku untuk memulainya dari awal lagi. Aku juga akan memaafkan dan berusaha melupakan semua yang kamu lakukan, kalau itu memang yang kamu inginkan. Aku percaya bisa mengatasinya dan menganggap semua rasa sakit ini hanyalah sebuah mimpi buruk saja.” Aku berusaha meyakinkannya untuk bertahan denganku. Sekilas ia membelalakkan mata menatapku, lantas kembali terpejam. “Bagaimana jika aku memintamu untuk menjadikan hubungan kita sebagai mimpi buruk? Aku ingin ketika kamu terb

