Aku memperhatikan wajah Ale yang menjuntaikan senyum dengan berhiaskan lesung pada kedua pipinya. laki-laki yang seumuran denganku itu menatapku, lantas untuk sesaat ia beralih pada Mama yang masih terpejam. “Apa kabar Tante? Sudah lama tidak bertemu, Tante jadi makin cantik saja,” sapa Ale pada Tante Dewi. “Ah, kamu ini bisa saja. Kamu selalu bikin Tante tertarik hati untuk terus melekatkan mata padamu. Cowok seganteng kamu ini, bilang cantik ke wanita tua seperti Tante gini? Tante jadi merasa dua puluh tahun lebih muda.” Tante Dewi tersipu malu. “Sini-sini, duduk dekat Tante!” titahnya. “Iya, Tante,” Ale menuruti permintaannya. “Awas, Ra. Geser dikit, aku mau lewat,” tuturnya sembari memindahkan lulutku yang menghalangi jalannya. “Lewat sana juga bisa,” ucapku kes

