Jeffrey pun pulang bersama Rama, tak ada selama diperjalanan tak ada yang membuka suara. Rama yang sibuk dengan ponselnya dan Jeffrey yang sibuk menyetir sesekali menahan nyeri di pipinya akibat ulah Rama.
tak terasa mereka sudah sampai dirumah Rama memilih berjalan lebih dulu.
" Maah Rama pulang "
" eh Anak bungsu mama udah pul- LOH ABANG KENAPA INI KOK MEMAR GINI SIH MUKANYA YA TUHAN PAAH PAPAH LIAT MUKA ABANG INI PAH " Luna sangat kaget melihat putra pertamanya itu pipinya Babak belur
" sstt aww mama sakit jangan diteken dong "
" aduh abang ini mama khawatir sayang muka kamu kenapa? siapa yang buat Anak ganteng mama ini sampe kaya gini "
" loh bang kok muka kamu kaya gitu? Adu jotos sama siapa kamu? "
" Sama Adek " jawab Rama
" HAH? KOK BISA SIH MAMA KAN- "
" dia perkosa kakaknya Adam wajar dong aku pukul "
" maksud kamu? yang bener aja kamu kalo ngomong jangan asal tuduh abang gitu dong dek mama sama papa tu didik kalian baik baik loh " ucap Luna berusaha tenang dan tak percaya
" bener tanya aja tuh makanya kemarin ga pulang ke rumah itu karna lagi main di apartnya "
" bener bang? "
" iya pah "
" MAMAH "
tubuh Luna tiba tiba terjatuh, melihat hal tersebut Rama langsung memegang tubuh sang mama
" abang jelasin ke Mama kenapa bisa bang "
" mama kita duduk dulu ya nanti abang jelasin kalo udah duduk "
Jeffrey mulai menjelaskan apa yang terjadi, mendengar apa yang Jeffrey jelaskan membuat Luna dan Kenan sedikit lega karna ini memang kejadiannya tak disengaja.
" kalo gitu besok kita segera ke rumah Adam buat membicarakan tentang pernikahan kalian, ini harus cepat diselesaikan sebelum media mengetahui kasus ini " Kenan melihat ke arah Jeffrey yang sekarang sedang di obatkan luka di pipinya oleh Luna.
" iya Pa, aku juga rencananya kalo Tiara setuju pernikahanya aku mau langsung lusa aja. ga perlu mewah cukup orang terdekat aja yang dateng "
" papa setuju lebih cepat lebih baik "
" orangnya kagak gimana sih dek? " Tanya Luna
" gimana ya, kak Tiara itu udah kayak kakak kandung aku, dia baik, humble, pekerja keras dan selalu ngutamain Adam. itu juga makanya di perkosa sama bang Jeff juga karna waktu itu kak ara mau beliin Adam Kopi Americano, soalnya Adam suka banget "
" cantik ga orangnya? "
" cantik banget mah nanti kalo mama liat pasti langsung suka, vibenya itu positif banget serius. makanya aku marah banget ke abang kenapa dari sekian banyak cewek yang jadi korbanya malah kaka Ara " tak disangka Rama malah menangis
" tapi aku juga sedikit seneng sih karna kak Ara orangnya tulus dan aku yakin dia pasti cocok Sama abang "
" yasudah sekarang kalian istirahat besok kita bicarakan ini ke rumah Adam "
Hari pun berganti dari yang malam sekarang sudah pagi, dan sesuai Rencana keluarga Jeffrey, mereka akan berkunjung kerumah Adam untuk menemui Tiara.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°
" Lo rileks bro, gue yakin Tiara pasti mau kok nikah sama lo yaa walaupun kalian lebih dulu kawin ya hahahha "
" diem lo Dion mau gue pecat kagak? "
" weettss sante dong bos "
merekapun sampai didepan rumah Adam, rupanya sang pemilik rumah benar benar menyambut mereka.
" DAMMM ADAAMMN "
" Rama ih jangan teriak gitu ga sopan " tegur Luna
" hehehe iya ma maaf "
tak lama Adam pun keluar dari dan menyuruh keluarga Jeffrey untuk masuk.
Tiara yang kaget dengan kedatangan Jeffrey pun lantas langsung bertanya ke Aira yang sendari tadi di dekatnya.
" Aira it- itu "
" iya Ra gue tau, udah lo denger aja ya apa yang akan mereka bilang ke lo " Tira pun mengiyakan omongan Aira
" em sebelumnya saya Kenan ingin meminta maaf atas kelakuan Anak saya kepada nak Tiara, saya benar benar kaget saat Rama menceritakan semua yang terjadi pada kalian malam itu. Jeffrey tolong jelaskan ke semua kenapa bisa kejadian itu terjadi "
" jadi waktu itu, saya sedang ada pertemuan dengan rival bisnis saya, awalnya saya tidak menaruh curiga kepada rival saya yang meminta bertemu di bar. Karna itu sudah hal biasa jika bertemu di bar " Jeffrey menarik nafas sebelum melanjutkan apa yang terjadi.
" lalu disana kami minum sambil membas saham yang akan saya beli di perusahaan mereka, setelah meninum banyak tiba tiba mereka pergi begitu saja dan saya ditinggalkan disana. rupanya mereka telah mencampurkan seseuatu kedalam minuman saya, dan saat itu saya sudah tidak tahan lagi dan memilih keluar tapi malah saya ke gang dimana saya dan Tiara bertemu. "
penjelasan dari Jeffrey sedikit membuat ketakutan Tiara berkurang.
" Jadi gini, saya memang bukanlah orang tua Tiara, tapi saya sudah mengangap Tiara sebagai anak saya. melihat anak saya dalam keadaan kacau seperti kemarin membuat saya rasanya hancur " jelas Papa Aira