Wedding Day

1203 Kata
" Saya mengerti Om, Karna itu saya kesini untuk melamar Tiara. jika dia sanggup menikah dengan Saya, pernikahan kami akan dilaksanakan besok " " lalu persiapannya bagaimana? mempersiapkan pernikahan bukanya tidak cukup satu Hari? " tanya Lestari Mama Aira " sejujurnya, Saya sudah menyiapkan pernikahan ini jauh sebelum Saya mengetahui kalau wanita itu Tiara. jadi untuk gedung, undangan, dan dress saya sudah siapkan. tamu Saya juga tidak banyak, saya hanya ingin pernikahan saya diadakan secara tertutup dan di hadiri orang terdekat saja " " kalau begitu, saya serahkan semuanya kepada Tiara " semua orang kini memandang Tiara dengan penuh harap, begitu pula Jeffrey. " kak aku Saran sih kakak terima, aku kenal bang Jeff dia orangnya penuh tanggung jawab, tegas dan ga pelit " bisik Adam " iya Ra terima aja ganteng juga si Jeff, lagi juga ntar lo Hamil gimana anjir udah terima aja " Tiara yang mendengar hasutan dari Adam dan Aira pun ada benarnya, bahkan sebelum tau dia kakaknya Adampun sudah mempersiapkan pernikahan. dan juga benar kata Aira, kalau dia hamil bagaimana? " bagaimana nak Tiara? " tanya Kenan " em iya Om Saya terima " " Alhamdulillah " ucap semua kecuali Rey yang sendari tadi menahan emosi saat melihat Jeffrey, lebih tepatnya ia saat ini kecewa dengan keputusan Taira yang menerima lamaran Jeffrey. padahal jauh jauh hari Rey sudah bilang ke Tiara kalau dia siap menikahi Tiara. " terimakasih nak Tiara, mulai sekarang panggil kami Papa dan Mama sama seperti Jeffrey memanggil kami, Adam juga sekarang berhenti panggil om tante ya? panggil papa mama juga biar sama kayak Rama " " terimakasih om eh pah hehehhe " " nanti setelah kalian menikah, kalian tinggal dirumah utama boleh dan untuk Adam kamu tinggal bersama kami juga soal kamar nanti kamu dan Rama yang atur, kalo kalian pengen sekamar boleh, pisah juga bisa masih ada Kan mah kamar kosong deket kamar Rama " " nah iya tuh nanti deh mama suruh bibi dirumah buat bersihin kamar itu oh iya bisa dong sekarang Adam lebih sering makan risol mama " semuanya lantas tertawa dan Tiara baru tau ternyata keluarga Jeffrey mengenal betul Adam dan menerima Adam. " dan kamu Jeffrey, Cinta tidak cinta, sayang tidak sayang, kamu harus terima dia jadi istri kamu dan papah Mohon sama kamu jangan pernah mempermaikan pernikahan apalagi membuat kontrak dibelakang papa. dan apabila kalian punya pacar selesaikan sekarang supaya tidak ada hambatan untuk rumah tangga kalian nanti " " abang mana punya cewek sih pah " ucap Rama dengan Nada mengejek " lah kakak gua juga cok kagak ada Yang mau juga hahahhaa " " wah berarti kalian jodoh dong, dan kejadian itu untuk mempertemukan kalian " " NAH BENER TUH TANTE HAHAHAHA " jawab Aira tak kalah keras membuat mamanya menegurnya. " eem Aku boleh minta pernikahannya dilaksanakan lusa aja? aku belum siap kalau besok " " boleh kapan kapan kamu siap asal jangan nyuruh aku ngundurinnya 1 bulan apalagi 1 tahun " " yeuuu jeprot " ucap Dion yang sendari tadi menyimak obrolan •°•°•°•°•°•°•°•°•°•° Hari pernikahan pun tiba semua tamu undangan mengucapkan selamat dan doa untuk Jeffrey dan Tiara. " tamunya masih ada ga sih? aku pengen duduk " " bentar lagi udah sabar " " katanya mau undang orang terdekat aja tapi undanganya dibandingin sama gaji aku lebih banyak tamu undanganya " " sstts diem itu tamunya mau kesini " " selamat ya Jeff semoga langgeng, cepet dapet kecebong " " iye makasih yud lo cepet cepet nyusul gih " " halah tai ntar siepin aja kadonya gue mau saham pokoknya " " ngelunjak lo anjing " " weettss bercanda gue, yaudah gue mau pulang duluan soalnya tadi malem gue di cht bokap disuruh ke Jepang nenek gue masuk RS pengen ketemu gue katanya " " iya hati hati semoga nenek lo baik baik aja " " lo ga ada niatan honey moon ke Jepang Jeff? " " lo tau gue udah curi star " " ya gapapa sekalian reka adegan yakan Tiara " Tiara yang ditanya seperti itupun cuma bisa senyum " bibir lo gue potong ya yud " " hahahha yaudah gue pulang dulu ya " " yoit take care yud " " siappp " " temen kamu tau? " " cuma temen deket aja yang tau " " temen deket kamu siapa aja? " " Dion, Tama, sama Yudis " " ooh " beruntung Tiara orangnya ramah, jadi untuk mendekatkan diri ke Jeffrey bukan hal yang sulit terlebih Jeffrey juga sangat ramah ke Tiara. saat sedang asik mengobrol, tiba tiba Anton datang dan langsung memeluk Tiara. Jeffrey yang melihat itu langsung melepaskan pelukanan Tiara dan Anton. " Heh apa apaan ini ngapain lo peluk istri gue ga liat ini gue suaminya hah " " Bodo amat lo suaminya kek babunya kek gue ga peduli huhuhu Araa lo kok tinggalin gue nikah sih " " Ton udah ton lo ga liat lo jadi tontonan anjing dikira gue mantan lo ntar " " ya biarin napasi gue Kan sedih sahabat seperjuangan gue nikah mana udah kawin duluan " " HEH " tegur Jeffrey dan Tiara bersamaan " iya iya maaf tapi gue serius Ra gue sedih banget, terus lo berhenti kerja? " " enggak gue mas- " " gak ! apa apaan kamu ga boleh kerja lagi pokonya cukup diem di rumah masak masak sama mama udah, uang aku banyak bahkan sampe 7 turunan pun masih banyak " " diiihh somobong " sekarang giliran Anton dan Tiara yang ngomong samaan " lah beneran. suami kamu ini ya Ra, kaya 7 turunan " " sombong amat lu jamal, awas aja lu sampe bikin sahabat gue ini nangis bahkan tersakiti sampe menangis awas lu gue sunat bruntal k****l lu " " Anton anjing lo jaga bahasa lo setan " Tiara langsung melihat ke sekitar takutnya mereka ada yang denger, beruntung tidak ada yang mendengarkan obrolan mereka. sedangkan Jeffrey hanya mampu terdiam dia membayangkan apa ancaman Anton kepadanya. " Yaudah deh Ra, gue pamit dulu ya? toko mau bentar lagi buka nih " melihat itu, ntah kenapa Tiara tiba tiba menangis. ia kembali mengingat perjalanannya saat mancari kerja dan tak sengaja bertemu Anton yang sedang menutup pintu Toko. kenanganya bersama Anton sangatlah Indah, susah bareng mereka selalu bersama. hingga saat ini ia menikah dan berhenti bekerja membuatnya sedikit tidak tega meninggalkan Anton sendiri lagi di Toko. " lah kok lo sekarang yang nangis Ra? " Tanya Anton " gue sedih Ton, gue sedih keinget kita dulu yang berjuang sama sama, sekarang lo malah sendiri lagi jaga toko " Tangisan Tiara pun kini terhenti saat Anton memeluk tubuhnya. " udah gapapa, asal lo tetep kunjungi gue, ga lupain gue, ga cuekin gue. gue sayang lo Ra " " gue juga sayang lo Ton, lo sehat sehat ya gue pasti bakal sering berkunjung ke toko " " ekhm udah acara pelukannya? sepet banget diliat " ucap Jeffrey. Tiara dan Anton pun melepaskan pelukanan meraka " yaudah gue pulang ya " Tiara hanya menganguk, ia tak sanggup untuk mengeluarkan suara. " udah ih kayak kamu mau tinggalin dia ke luar negri aja " " kamu tuh ga ngerti "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN