acara pun sudah selesai, kini tinggalah Jeffrey, Tiara, Rama dan Adam di ruang tamu rumah utama keluarga Jeffrey.
" Bang kado lo banyak tuh boleh ga gue bantu unboxing? " Tanya Rama
" buka aja tapi tanya kak Tiara dulu setuju ato enggaknya "
" kak boleh? "
Tiara tersenyum saat mendengar nada bicara Rama yang terkesan manja " boleh buka aja semuanya gapapa, amplopnya juga kalian bagi 2 aja itu buat kalian "
" BENERAN KAK? " antusian Adam dan Rama
" iya bener tapi hitung dulu aplopnya segimana banyaknya habis itu bagi dua "
dengan penuh semangat, Rama dan Adam mulai menghitung jumlah amplip dan itu berjumlah 600 amplop.
" anjir capek banget ngitungnya 600 amplop bagi 2 berarti Sama 300 300 " ucap Adam
" nah sekarang buka aja gih, tapi nanti kalian ga boleh iri siapa yang lebih besar nominal dapetnya oke? "
" OKAYYY "
" liat deh mereka, berasa mereka itu anak anak kita ya " ucap Jeffrey
Tiara tertawa " mereka masih kekanakan jadi kalo kita ngeliatnya malah bukan kaya kita ngeliat Adik kita, melainkan seperti yang kamu bilang, mereka kayak anak anak kita "
" BJIRRR GUE DAPET 150 JUTA COKK a***y GURINJAY " ucap Adam
" gue dapet 120 juta doang anjir, btw lo mau pake buat APA dam? "
" gue tabunglah mau beli mobil gue ceilah cakep apa ya gua pake mobil Ram? "
" widihh cakep dong dam lo pengen mobil apa emang? "
" Tesla S P85D "
" widihh cakep juga serela lo, eh tapi cakepan yang Tesla S P100D ga sih? "
" iya tapi terlalu mahal, keburu gue mati ntar "
" emang tabungan lo dah terkumpul berapaan? "
" kalo di tambah sama dapet yang tadi sih baru 156 juta sih "
" g****k tabungan lo baru cuma 6 ribu?? "
" hehehhee, kalo lo pengenya apa ram? "
" gue sih pengen ituloh Ducati Panigale "
" busett Keren keren "
" iyalah, nih ya ntar pas kuliah gue udah pake Ducati beeh udahlah manusianya ganteng, motornya juga ga kalah ganteng "
" weeh bener yaa bener tapi gue kayaknya ga kuliah deh "
" lah kenapa? "
" ga ada biayalah apalagi? "
" udah kalian kuliah aja masalah biaya biar papa yang atur kalian cukup belajar yang rajin, lulusnya juga cepet "
" yang bener Om? eh papa "
" iya Adam nanti juga uang saku kamu mama yang kasi "
" ini ga berlebihan ma? " tanya Tiara
" engga dong sayang, mama emang Dari dulu sayang banget sama Adam "
" makasih ma, pa " ucap Tiara yang sudah tidak bisa menahan air Matanya
" nanti kalo kalian lulus dengan nilai terbaik abang bakal kasi hadiah buat kalian "
" hadiah apa? " jawab Adam dan Rama bersamaan
" abang kasi apa yang kalian bahas barusan biar nanti masuk kuliah kalian jadi cowok ganteng yang ga cuma manusianya ganteng tapi kendaraanya juga ganteng "
" WAHHHH MAKASI BANG JEFF " rama dan Adam pun langsung memeluk tubuh Jeffrey.
•°•°•°•°•°•°•°•°•
" Emm, aku panggil kamu apa? "
" panggil Jeffrey aja, nanti kalo udah punya anak baru panggilnya ayah dan aku panggil kamu Bunda "
" jadi kamu mau dipanggil ayah nih ga mau papa aja? "
" iya aku Pengen aja di panggil ayah nanti kalau anak anak kita sudah besar mangggil bilang gini, ayah aku pengen beli motor terus ke kamu bilang gini, bun tadi aku terpilih buat ikut olimpiade disekolah. hahaha aku bayangin aja udah indah Ra apalagi kalo nyata "
Tiara juga jadi membayangkan apa yang Jeffrey katakan, baru membayangkannya saja sudah membuatnya tersenyum.
" kamu senyum senyum gitu pasti lagi ngebayangin keluarga kecil kita ya? " goda Jeffrey
" apaansi udah aku mau istirahat "
Jeffrey pun menahan tubuh Tiara yang hendak berbalik membelakanginya.
" Tiara, aku boleh panggil kamu sayang aja? aku ga terlalu serek mangggil nama kamu soalnya nama kamu jelek banget "
Jeffrey pun langsung pendapatkan hadiah pukulan dari Tiara
" apa apaan kamu bilang nama aku jelek sebagus apasih nama kamu hah??!! " sambil terus memukul lengan Jeffrey
" aduh aduh sayang maaf Aku bercanda maaf " Tiara pun menghentikan pukulannya tak sengaja mata mereka bertemu, perlahan Jeffrey mulai mengikis jarak dianatara mereka hingga saat hidung mereka bertemu, Tiara sedikit mundur membuat Jeffrey menceritakan dahinya.
" kenapa mundur? "
" ee enggak " jawab Tiara dengan gugup
Jeffrey kembali mengikis jarak dianatara mereka, hingga jarak dianatara mereka tidak ada. Tiara pun refleks menutup matanya.
" aku mau ngelakuin itu lagi, ini first but not first, firstnya itu kita ngelakuin yang sekarang karna kita sudah menikah. kamu siap sayang? "
Tiara tak menjawab ia bingung harus berkata apa, disatu sisi dia masih sedikit trauma dengan kejadian yang kemarin. disini lain, dia juga takut untuk menolak.