Kalau jadi ngabarin
Kalau nggak jadi, ya tetep
ngabarin
Sepertinya ini basic, tapi
masih banyak yang lupa
~Atha.
Hari kedua mpls lea sudah siap berangkat ke sekolahnya ditemani pak warli, tak lupa ia membawa roti panggang gulung isi pisang kesukaannya yang tadi dibuatin bibi.
Hari ini lea hanya menguncir satu rambutnya dan menyisakan beberapa helaian untuk mempermanis wajahnya, sederhana sih namun tetap terlihat cantik.
Sesampainya di sekolah ia langsung menuju pos satpam ternyata sudah banyak anak-anak yang datang mungkin mereka takut telat seperti kemarin, di pos satpam ada atha, fadil, andre, rizal, wahyu, dan akbar juga rea, sindy, tata, ditambah dirinya.
"Lea baru datang nih" sambut fadil begitu lea mendekat.
"Iya, kalian mau ikut catet yang telat?" tanya lea heran melihat para anak cowok itu.
"Kita mau tebar pesona siapa tau adek kelas banyak yang nyangkut" canda wahyu.
"Dasar ya lo pikirannya cuma cewek mulu" sahut rizal.
"Ini HT buat sekretaris lo yang pegang" atha memberinya HT sekretaris karena kemarin ia lupa.
"Aku kira nggak dapet, makasih ya" kata lea.
"Kemarin gue lupa, nanti kalau bendahara sama sekretaris butuh sesuatu tinggal ngomong aja lewat ht jadi nggak usah bolak-balik" perintah atha.
"Oke deh tha, terbaik emang lo" ujar sindy senang.
HT atau handy talk adalah alat komunikasi seperti telepon genggam yang dapat mengkomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio dan sering dipakai untuk komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap saat.
Kalau ada kegiatan setiap penanggung jawab per sie akan diberi satu, misalkan sie acara akan mendapat satu HT yang dipegang oleh koor sie acara atau penanggung jawab.
Kalau ketua osis dan kedua wakilnya juga tetap mendapat, sekretaris dan bendahara hanya diberi satu saja yang di pegang sekretaris umun dan bendahara umum.
Koor sie biasanya punya jabatan kasek osis, kalau kasub dan sub itu dibawah kasek, di osis ini ada 10 kasek. Misalkan kasek 1 membawahi keagamaan, jadi kasek satu membawahi kasub agama islam, kristen itu hanya sedikit gambaran mengenai jabatan kasek ya.
"Gue telat nggak?" rozi yang baru saja datang langsung bertanya yang disambut heboh anak cowok.
"Roziii lo udah berangkat"
"Akhirnya mas rozi pulang juga ketanah air" kata andre lebay.
"Gimana telat nggak?" tanya rozi sekali lagi pada lea dan sindy yang dijawab gelengan oleh mereka.
"Elah telat juga duit lo banyak, jangan kayak orang susah" sahut atha membuat semuanya menyetujui.
"Ya bukan masalah duit mau ditaruh dimana muka gue seorang wakil osis yang paling tampan masak telat" Pd rozi.
"Selain sekretaris sama bendahara ke lapangan sekarang kita briefing" tegas atha membuat semua orang yang ada disitu langsung berdiri mengikuti perintah lelaki itu. Itulah bedanya anak osis saat becanda mereka akan saling meledek namun saat serius mereka akan benar-benar serius mengingat perjuangan mereka bisa menjadi salah satu anggota osis yang dipandang keren oleh semua orang disekolah ini sangatlah susah.
Selain itu pengalaman yang mereka miliki, juga teman yang banyak karena anggota osis dari berbagai kelas jadi mereka memiliki banyak teman dari semua kelas.
Pukul tujuh lea, rea, sindy dan alya langsung ke mabes setelah menaruh tas lea langsung ngasih absen ke adek kelasnya setelah itu ia bergegas ngambil rondown atau susunan acara hari ini.
"Re gue ke kelas ampuan gue dulu ya" pamit lea.
"Iya gue juga mau ke kelas ampuan nih" jawab rea.
Begitu masuk kelas sepuluh mipa 4 lea melihat mereka sibuk berdiskusi untuk pensi besok.
"Dapet tema apa pensinya?" tanya lea pada nanda.
"Katanya dek farhan sih kebersihan" jawab nanda yang sibuk mengisi jurnal yang tadi lea bawa.
"Dek udah waktunya istirahat" ingat lea pada keempat panitia adek kelasnya yang membuat mereka mengangguk.
"Dek waktunya istirahat dulu ya, jangan lupa dimakan bekalnya masing-masing kalau mau ke kantin boleh tapi jangan lama ya waktunya cuma 45 menit" kata ajeng osis kelas sebelas.
"Iya kak ajengg" sahut mereka kompak.
Malas pergi ke kantin lea lebih memilih memakan danus atau dana usaha yang ada di depannya, jadi setiap kelas dikasih jajanan sekitar sepuluh biji yang dijual pada kelas sepuluh harganya dua ribu aja, setiap hari menunya beda-beda hari ini sandwich isi sosis.
Nanti uang hasil danus akan masuk ke kas osis sebagai pemasukan yang digunakan kalau ada event atau kegiatan karena uang dari sekolah akan cair kalau sudah ada lpj makannya anak osis harus pintar mencari sponsor dan sumber uang lainnya.
"Kak lea nggak ke kantin?" tanya bagas salah satu siswa kelas sepuluh.
"Nggak, kakak lagi males" jawab lea tersenyum.
"Mau nitip nggak kak?" tawarnya lagi.
"Makasih, tapi nggak usah dek" tolak lea halus.
Dikelas tinggal beberapa anak kelas sepuluh yang memakan bekal juga nanda yang baru saja dari kantin.
from Razka
Nggak ke kantin?
To: Razka
Nggak aku males
udah kenyang makan
sandwich
From Razka
Makan nasi
To: Razka
Nanti ya
From Razka
Sekarang Kalea!!!
pemaksa batin lea kesal
To: Razka
Aku tuh lagi dapet
males makan, perut aku
sakit nggak usah maksa!!
Setelah itu lea mematikan data selulernya, jangan berani mengganggu cewek datang bulan galaknya empat kali lipat dari biasanya.
Begitu waktu istirahat selesai kelas sepuluh sudah banyak yang kembali ke kelas, kegiatan selanjutnya adalah mencari tanda tangan pada pengurus osis dan mpk yang tentunya tidak mudah karena mereka akan melakukan beberapa syarat jika ingin mendapatkan tanda tangan.
Kesempatan bagi adek kelas mendapatkan tanda tangan kakel yng tampan begitu pula yang cowok. Lea malas jika begini namun mau gimana lagi. Panitia sudah berpencar sebelum peluit dibunyikan mereka mengambil posisi ada sekitar lima sampai delapan orang setiap gerombolan osis.
Prittttt
Begitu peluit di bunyikan mereka langsung berpencar mencari daftar nama yang mereka cari, lea bersama dengan rea, nanda, fadil dan andre sudah dikerubungi adek kelasnya bagaimana tidak kumpulan good looking semua pasti adik kelasnya mengincar mereka.
"Kak minta tanda tangannya" sahut adek kelas sepuluh.
"Syaratnya harus nyanyi tapi liriknya di ganti o semua" ujar fadil yang diangguki mereka.
"Eh aku minta nari ya" syarat dari rea membuat mereka saling nunjuk siapa yang akan nari duluan.
Lea memilih mundur perlahan malas dengan banyaknya adek kelas yang mengerubungi, ia memilih bersembunyi di belakang perpustakaan. Di sana ada sebuah taman kecil dan kolam ikan ia memilih duduk di bangku yang disediakan tanpa menyadari keberadaan cowok yang sedari tadi memperhatikannya.
"Hah akhirnya bisa nafas juga" guman lea, ia duduk sambil memandang kolam ikan.
"Ekhemm"
Hampir saja lea terjerembab ke belakang kalau atha tidak menarik tangannya secara reflek.
"Jangan ceroboh bisa nggak sih le" dengan nada sedikit tinggi atha berbicara.
"Kamu ngagetin aja kayak setan tiba-giba nongol" kesal lea.
Atha hanya diam menatap lea membuat dia jadi salah tingkah.
Cantik batin atha
"Eh kamu kan harusnya ke lapangan pasti banyak adek kelas yang nyariin" ingat lea, pantas ia tak melihat atha hanya reta dan rozi yang banyak
kerubungi kelas sepuluh tadi.
"Males mending disini sama kamu" jawabanya membuat jantung lea berdetak cepat lagi.
"Ayah bunda atha bikin baper anakmu" batin lea.
"Apaan sih" jawab lea menutupi kegugupannya.
"Mau makan dulu?" tawar atha yang mendapat gelengan dari lea, saat ini lea lebih memilih menyandarkan kepalanya ke bahu cowok itu. senderable kalau kata kara, hmm benar juga bahu atha nyaman sekali ditambah elusan pada kepalanya membuat lea ngantuk.
"Ada yang liat nggak ya?" gumam kea begitu sadar dengan posisi mereka saat ini.
"Jarang ada yang kesini" sahut atha menenangkan.
Hampir satu jam akhirnya lea dan atha memutuskan kembali kelapangan, lea berjalan duluan baru saja lea tiba banyak adek kelas yang mendekat melihat itu atha reflek ikut mendekat memastikan lea tidak terdorong.
"Dek nggak usah dorong-dorongan, baris yang rapi" tegas atha.
"Kak athaaa"
"Minta tandatangannya kak"
"Aku duluan kak"
Namun bukannya mengikuti perintah atha mereka malah semakin saling mendorong untuk mendapatkan tanda tangan atha yang baru saja muncul.
Melihat situasi yang tak kondusif atha menarik lea menaruh badan lea didepannya lalu kedua tangannya menahan sisi kanan dan kiri kemudian berlari keluar dari kerumunan, alhasil mereka jadi kejar-kejaran. Tujuan atha hanya satu mabes osis, karena di mabes osis mereka dilarang masuk selain panitia osis.
Begitu sampai mabes osis atha bisa bernapas lega, lengannya sedikit sakit akibat menahan dorongan adek kelasnya tadi.
"Makasih ya tha, gue lagi gak enak badan makannya pusing" kata lea pura-pura karena saat ini mereka menjadi pusat perhatian panitia yang ada di mabes, mungkin dilapangan tadi juga banyak yang melihat. Rasanya lea mau tenggelam di dalam bumi, pasti teman-temannya akan bertanya aneh-aneh.
"Lo sakit le? ya ampun pantes pucet yuk ke uks aja" khawatir alya yang kebetulan ada di mabes.
Lea hanya mengangguk, tiba-tiba saja perutnya sakit mungkin karena itu ia pucat pasti karena tamu bulanannya.
"Suruh dia istirahat aja nanti mipa 4 biar ditambah reta aja" perintah atha.
"Iya le lo istitahat aja, nanti gue yang gantiin" sahut reta.
Begitu sampai di uks lea langsung merebahkan diri di ranjang, lalu alya, sindy dan rea yang ikut mengantar menyelimuti lea yang sedikit meringis merasakan perih di perutnya membuat alya dam sindy khawatir sedangkan rea sudah berlalu membuatkan teh hangat untuk lea
"Lo tidur aja ya le gue nungguin disini" kata sindy
"Gue nggak bisa deh, gue kan humas lo jangan kemana-mana ya le ntar pak warli suruh jemput aja" perintah alya.
Lea yang masih merasakan sakit diperutnya hanya diam, dan memejamkan matanya.