Udah cape banget sama
fase yang cuma kenal, tukeran
no WA, curhat, deket
ngilang.
~Rea
Atha kira tadi lea hanya berpura-pura sakit namun mendengar perkataan alya jika wajah lea pucat membuatnya sadar bahwa gadisnya benar-benar sakit, ia sudah menelpon pak warli untuk menjemput gadisnya tadi ia sempat menengok keadaan gadisnya itu namun ternyata disana ada rea.
"Lhoh atha lo mau ngapain? jengukin lea ya?" curiga rea melihat kedatangan atha.
"Mau ambil koyo tangan gue pegel banget didorong-dorong tadi" alibi atha.
Atha duduk di kursi dekat ranjang tempat lea tidur, sedikit melirik lea ia bisa melihat wajah pucat juga berkeringat di dahi gadisnya membuat ia tak tega, diam-diam atha menghubungi pak warli lagi menanyakan sampai mana pak warli yang dijawab lima menit lagi akan tiba.
"Tangan lo sakit banget tha?" kepo rea melihat atha yang tak kunjung keluar dari uks, ia jadi sedikit curiga kalau atha benar-benar menyukai lea, kejadian waktu atha melindungi lea ditambah sikap atha yang aneh saat ini membuat dugaannya semakin kuat.
"Nggak, kepala gue sedikit pusing aja dipanasan" jawab atha sambil pura-pura memejamkan matanya.
Rea yang melihat atha jadi tak tega ia lalu menghubungi wahyu menyuruh lelaki itu untuk datang ke uks karena atha sedang sakit.
To: Wahyu
wahyuuuu ke uks
Atha sakit nih kepalanya
Dua menit baru wahyu membalas chat rea.
From Wahyu
Otw cantikk jagain
temen gue bentar ya
Melihat balasan dari wahyu rea hanya mendengus pelan, lalu ia melihat keadaan lea lagi wajahnya masih pucat membuat ia tak tega melihat temannya, ia juga nggak tau kapan sopir lea akan datang.
"Le minum dulu teh angetnya biar perutnya enak ya" Sambil menepuk lengan lea pelan membuat gadis itu bangun lalu berusaha duduk yang langsung di bantu rea.
"Udah enak posisinya?" tanya rea yang dibalas senyuman juga anggukan dari lea.
Atha yang melihat perhatian dari rea menyunggingkan senyumnya, ia sedikit senang melihat gadisnya berteman baik dengan rea, ia tahu rea gadis baik yang nggak neko-neko pantas saja wahyu tergila-gila pada gadis itu sayangnya wahyu belum berani mengungkapkan perasaannya takut hubungan pertemanan mereka rusak katanya.
"Atha lo sakit apa?" tiba-tiba saja wahyu datang suaranya yang sedikit keras membuat rea mengomelinya.
"Wahyu suaranya pelanin bisa nggak? disini orang sakit ntar mereka tambah sakit denger suara toa lo" omel rea.
"Hehe maaf rea nggak usah marah sama wahyu ya nanti wahyu sedih liat neng rea marah" jawab wahyu sok imut membuat andre yang ikut bersamanya jijik mendengar kalimat sok imut wahyu.
"Anjir jangan sok imut lo" sahut andre lalu cowok itu duduk disebelah atha.
"Pak warli udah di depan nih re, gue pulang dulu ya" kata lea lalu ia berusaha turun dari ranjang dan membawa tasnya.
"Biar gue bawa aja tasnya, sini tangan lo biar gue tuntun badan masih lemes juga mau jalan sendiri" cerewet rea membuat lea tersenyum melihat kekhawatiran temannya itu.
"Kapan ya rea juga perhatian kayak gitu ke gue, heran gue rea cuek banget sama cowok" gumam wahyu yang masih terdengar ditelinga atha dan andre.
Atha yang sedari tadi mengamati lea dan rea dalam diamnya terus memperhatikan langkah kedua gadis itu, berjaga-jaga jika lea pingsan atau rea yang tidak kuat menopang tubuh gadisnya. Andre disamping atha ikut mengamati kedua orang itu dia hanya diam sekarang ia tahu alasan atha sakit atau lebih tepatnya pura-pura sakit.
Andre tau hubungan antara lea dan atha karena ia sudah berteman dengan atha semenjak smp ditambah sma satu kelas juga satu organisasi, karena tidak sengaja memergoki mereka berdua jalan waktu di mall membuat ia tahu sejak kelas sepuluh dulu yang lebih membuat andre kaget ternyata mereka sudah berpacaran sejak smp waktu kelas tiga smp.
Begitu kedua gadis itu hilang dari pandangan mereka wahyu baru tersadar.
"Eh tha lo kata rea sakit?" tanya wahyu.
"Nggak tadi cuma pusing doang" jawab atha lalu berdiri keluar dari uks yang langsung di ikuti andre dibelakangnya.
Sedangkan wahyu masih duduk seperti orang b**o yang bingung dengan sutuasi ini.
"Anjir gue ditinggal sendirian" ujarnya baru sadar lalu ia ikut berlari keluar uks.
***********
Anak-anak kelas sepuluh sudah pulang tetapi semua panitia mpls masih di sekolah untuk menyiapkan acara besok sebagai puncak acara.
Panggung untuk pensi di hias sedemikian rupa agar terlihat menarik, tenda untuk peserta juga mulai dipasang agar peserta tidak kepanasan karena acaranya siang jadi menghimbau agar peserta tidak banyak yang pingsan kepanasan.
Atha sedari tadi tidak fokus, bahkan beberapa kali rozi memanggilnya lelaki itu tidak menoleh membuat rozi heran.
"Tha lo dipanggil dari tadi kenapa sih lo?" tanya rozi heran.
"Kepala gue sedikit pusing, gue izin pulang bentar, ntar malem gue kesini lagi nginep sini sama yang lainnya gue pulang dulu sekalian mau ambil baju. Lo handle yang lainnya dulu ya kalau ada apa-apa ngabari gue" ujar atha lalu berlalu pergi, rozi yang masih bingung hanya menganggukkan kepalanya patuh.
Sedikit berlari keparkiran setelah mengambil kunci motor dan tasnya di mabes bahkan sapaan dari teman dan panitia kelas sebelas sepanjang koridor tak ia hiraukan membuat orang bertanya-tanya kenapa atha terlihat begitu terburu-buru dan khawatir? lelaki itu setahu orang selalu terlihat tenang.
Habis maghrib atha tiba dirumah lea ia masih mengenakan seragam osis lengkap dengam rompi yang ia tutupi dengan jaket. Tak lupa ia tadi membeli martabak telur kesukaan lea, juga roti panggang lumer isi keju, dan minumannya es teh lemon kesukaan lea.
"Assalamualaikum" ujar atha begitu memasuki rumah dua lantai yang begitu sepi atha hanya melihat pak warli dan satpam rumah lea di pos satpam depan begitu memasuki rumah ia tidak melihat keberadaan bibi sebenarnya ada juga mbak marni yang membantu membersihkan rumah ini namun semenjak menikah mbak marni hanya bekerja pagi sampai sore hari minggu pun mbak marni tidak bekerja.
"Waalaikumsalam, eh mas atha nyariin mbak lea ya" sapa bibi yang terlihat dari dapur.
"Iya bi, lea dimana?" tanya atha.
"Mbak lea di kamarnya mas dari pulang tadi nggak keluar dia juga belum makan karena sakit perut, tapi sekarang udah mendingan tadi bibi buatin jeruk anget" jelas bibi.
"Ini makanan tolong ditaruh piring ya bi, martabak sama rotinya ada dua nanti sebungkusnya buat bibi sama yang lain kalau minumnya tolong ditarus digelas buat lea ya bi" perintah atha sebelum berlalu menaiki tangga, bibi hanya mengangguk patuh dirinya bersyukur lea mendapatkan lelaki sebaik dan seperhatian atha bahkan atha juga selalu memberinya dan pekerja dirumah ini saat lelaki itu membawa makanan, pemuda yang dermawan juga bertanggung jawab pikir bibi.
Begitu sampai di kamar lea yang hanya diterangi dengan lampu tidur atha menyalakan lampu agar tidak terlalu gelap, sedikit terusik karena silau namun lea tetap terlelap membuat atha tersenyum, ia tau gadisnya akan sakit perut ketika awal datang bulan namun biasanya tidak separah ini mungkin karena lea kecapean.
Cuppp
Atha mengecup kening lea setelah bergabung ke ranjang gadis itu, merasa ada orang disebelahnya membuat lea membuka matanya.
"Kamu kok ada disini?" heran lea seharusnya atha disekolah mengingat besok acara puncak mpls pasti lelaki itu sibuk.
"Gimana aku bisa tenang kalau pacar aku sakit" sambil membantu lea duduk, lalu tak lama kemudian bibi datang.
"Ini mas atha makanannnya, mbak lea makan dulu ya biar perutnya ke isi"
"Bibi sama yang lainnya juga kamu kasih kan?" tanya lea yang langsung dijawab bibi.
"Udah mbak tenang aja tadi warli sama yayat juga udah bibi kasih" jawab bibinya lalu pamit keluar dari kamar lea.
"Makan dulu ya, nih minuman kesukaan kamu kalau lagi datang bulan" ucap atha sambil mengambilkan nampan yang berisi makanan lengkap dengan minumannya.
"Kamu juga ya, pasti kamu belum makan" Kebiasaan atha itu lupa makan kalau lelaki itu sibuk dan banyak pikiran.
"Iya, biar aku suapin" dengan senang hati lea menerima suapan dari atha, alhasil atha menyuapi lea juga menyuapi dirinya sendiri, setelah makanan habis atha masih betah bersama lea.
"Kamu ke sekolah nggakpapa, aku udah enakan kok" ujar lea menyakinkan.
"Besok kalau masih sakit ijin aja ya, aku nggak mau kamu maksain diri" pesan atha.
"Iya, emang gini kalau hari pertama haid besok paling udah mendingan. Kamu hati-hati dijalan jangan ngebut bawa motornya"
"Iya sayang" jawab atha sebelum berlalu pergi tak lupa membawa tas dan memakai jaketnya.