Bagian 10

1383 Kata
Bukan orang yang suka berlama-lama chatting Jadi, kalau kita bisa chatting berlama-lama Brarti kamu istimewa ~Kalea Puncak acara hampir selesai setelah acara pensi ini, nanti juga akan ada upacara penutup sebentar yang menandakan siswa kelas sepuluh telah resmi menjadi bagian dari murid SMA Prada. Lea sudah berada dikelas ampuannya lagi, sedikit sedih juga harus berpisah dengan mereka, tingkah anak kelas sepuluh tuh masih polos lucu namun akan berbeda kalau mereka sudah masuk SMA secara resmi pasti akan berbeda. Untuk mengenang memori bersama lea dan juga panitia yang mengampu kelas mipa 4 berfoto bersama. "Sebelumnya kakak mau minta maaf ya jika kakak banyak salah sama kalian, kak lea juga mau mengucapkan terimakasih pada pengampu kelas sebelas yang sudah bekerja keras dan kak nanda. Kakak sebagai pengampu kelas ini bangga sama kekompakan kalian, nanti kalau ketemu kakak jangan sungkan nyapa ya dan selamat kita mendapatkan juara dua pensi yeayyy tepuk tangan dong". kata lea menutup kenangan manis bersama kelas sepuluh mipa 4. Prok prok prok Kompak anak kelas sepuluh bertepuk tangan bersama mereka juga sedih karena kegiatan pengenalan siswa baru sudah selesai itu artinya mereka harus siap menghadapi berbagai tugas sebagai anak SMA. "Kami juga mau mengucapkan terimakasih sama kakak-kakak pengampu kelas kami, makasih kakak udah sabar menghadapi kami" ujar reza yang merupakan ketua kelas ini. "Kami juga mau minta maaf kalau banyak salah sama kakak semua, jangan lupa follback ig kami ya kak hehe" canda vinka. "Iya dek siap" sahut awalia. "Ini jajannya gede banget kalian ambil aja ya masing masing dapet empat chiki" nanda yang sedari tadi memegang hadiah hasil pensi menyerahkan bungkusan besar itu, chiki seharga seribuan langsung diserbu mereka. "Kak itu masih sisa kakak juga pada ambil kan kita bisa menang juga berkat kakak" kata kiki bendahara kelas. "Wah makasih ya" senang farhan menanggapi. Akhirnya mereka membentuk lingkaran sambil memakan chiki dan bercerita pengalaman mereka selama mpls. Ada yang bercerita bisa foto bareng dengan kakak panitia incaran mereka, ada juga yang bercerita harus rela ditertawakan saat sesi tanda tangan karena syarat yang diberikan harus menyanyi sedangkan suaranya cempreng. "Dek udah waktunya kelapangan lagi buat upacara penutupan ya" Perintah lea, lalu mereka bergegas mengambil topi dan gantungan yang bertuliskan nama atau tanda pengenal. ******* Upacara penutupan sudah selesai, kelas sepuluh juga banyak yang sudah pulang kini hanya tersisa panitia yang membereskan lapangan bekas kegiatan. Setelah lapangan bersih panitia ke aula sekolah, masuk kedalam aula. Begitu memasuki aula rasanya lebih segar karena hawa dingin dari AC mungkin karena habis panas-panasan jadi terasa lebih dingin, mereka membentuk lingkaran dan menyelonjorkan kakinya yang pegal. Lea sendiri bersama nanda dan rea sudah duduk tenang, sebentar lagi akan ada evaluasi. Namun karena sudah jadi kelas dua belas ia malas mencatat kebanyakan yang mencatat kelas sebelas lagian kelas dua belas akan purna jadi untuk apa. "Habis evaluasi dari ketua mpk pembacaan denda dari sekretaris umum" suara atha membuat lea bersiap. "Hari pertama wening telat 3 menit, fadil 8 menit, ine 8 menit, shafa . . ." selesai membacakan denda yang juga dipenuhi drama karena beberapa yang protes dan juga sorakan temannya pada yang telat akhirnya lea dapat duduk santai. Sie konsum sudah bersiap membagikan kotak makan untuk panitia, juga es teh dan pudding penutup. "Sebelum makan dipersilakan berdo'a menurut keyakinan masing-masing, berdo'a mulai" ujar rozi memimpin do'a. Selesai makan panitia berfoto bersama juga bernyanyi di dalam aula menggunakan mic dan speaker yang ada di aula, beberapa anak cowok yang memainkan gitar termasuk atha. Heii Sampai jumpa dilain hari Untuk kita Bertemu lagi Ku relakan dirimu pergi Meskipun Ku tak siap untuk merindu Ku tak siap Tanpa dirimu Ku harap terbaik untukmu Dududu Dudududu Mereka kompak menyanyikan lagu itu bersama, kebersamaan seperti ini mungkin nggak akan terulang lagi, bersama setelah lelah menjadi panitia, tenaga yang masih sedikit tersisa terbanyarkan dengan momen bersama mengenang memori yang sedikit tersisa. Sekital pukul lima sore lea sudah keluar dari gerbang, tadi atha sudah berpesan agar lea hati-hati di jalan karena lelaki itu tidak bisa mengantarnya pulang. Namun saat menunggu pak warli di depan gerbang ia melihat mobil atha melintas, ia tidak sendiri ada perempuan yang tak asing duduk disebelah kursi kemudi bersama atha. Reta batinnya Tiba-tiba perasaan tak rela melihat atha pulang bersama reta masuk kedalam hatinya, ingin rasanya lea marah pada reta namun ia bisa apa, hubungannya dengan atha tidak ada yang tahu jadi orang pasti akan menganggap wajar jika atha dekat dengan reta meskipun batin lea berteriak tak terima. Tin tin Klakson mobil jemputannya menyadarkan lea, ia tak boleh lemah ia yang menginginkan hubungan mereka disembunyikan jadi ia harus terima resikonya mencoba mengabaikan rasa sesak didadanya lea masuk kedalam mobil yang dikemudikan pak warli. ******** Atha yang baru saja ingin pulang dihampiri oleh reta. "Tha aku nebeng ya nggak ada yang bisa jemput" kata reta, menolehkan kepalanya sebentar sebelum menjawab. "Yang lainnya nggak bisa?" "Nggak bisa tha aku udah tanya sama mereka, plis ya aku nebeng kamu" mohon reta. "Udah sih tha anterin pulang lagian lo bawa mobil kan" ujar rozi yang baru saja datang. "Gue nggak bisa" jawab atha. "Kalau gue bisa udah gue anterin tapi pacar gue ntar marah lagi, sorry bro kali ini lo aja ya" kata rozi sebelum berlalu pergi. Menghela napasnya lelah akhirnya atha mengiyakan. Setelah mengantar reta atha langsung pulang kerumahnya, ia langsung membersihkan diri kemudian bertanya pada Aldo teman sekelasnya apakah besok ada tugas atau tidak. Melihat balasan aldo yang berkata tidak ada tugas membuat atha bernapas lega, lalu tanpa sadar ia tertidur karena rasa lelah ditambah kantuk yang tiba-tiba datang. . . . Pagi ini lea sudah siap dengan seragam batiknya, hari ini lea sedikit tidak bersemangat karena atha tidak memberinya kabar sejak semalam, berbagai pikiran negatif membuat lea tidak bisa tidur sejak semalam. "Leaaaaa my lovee akhirnya gue nggak jomblo lagi duduk sendirian" teriak kara begitu melihat lea datang. "Kara bisa nggak sih lo nggak usah teriak, kuping gue sakit tauk" ujar vani yang duduk di bangku belakangnya. "Leaa akhirnya kita bareng lagi" kata sofia senang. "Hari ini beneran nggak ada tugas kan?" tanya lea sebelum duduk. "Nggak ada le, aman" kata sari. "Hari ini olahraga lo nggak lupa bawa seragamnya kan le" ingat dinda. "Gue bawa kok" "Selamat pagi anak-anak" sebelum melanjutkan obrolan mereka kedatangan pak herman membuat mereka diam. "Pagiiii pak" "Baik anak-anak hari ini kita akan olahraga setelah hampir sebulan tidak olahraga dilapangan sekolah ya" kata pak herman yang memang sudah lama kami tidak memakai seragam olahraga karena sebelum ini kan UKK lalu libur sehingga sedikit rindu. "Bapak tunggu dilapangan lima belas menit lagi, anak cewek jangan kelamaan terutama kamu ya nisya nggak usah dandan lama nanti juga luntur" sontak perkataan pak herman membuat semua orang tertawa. "Iya pakkk, saya nggak dandan aja udah cantik" sahut nisya pede yang langsung mendapat sorakan dari teman sekelas. "Huuuuuuu" "Lea aja yang cantik nggak sombong tuh" ujar yosa yang langsung mendapat sorak-sorakan juga dari teman sekelas. "Udah-udah, lea emang cantik yosa, tapi apa dia mau sama kamu?" kata pak herman "Hahaha ya nggaklah pak, ketua basket aja dia tolak apalagi yosa yang cuma remahan rengginang" jawab kara mengundang tawa semua orang. Habis pemanasan kelas dua belas ips satu mendapat kebebasan untuk melakukan olahraga apa aja. Lea, kara, sofia, vani, sari, dinda dan sukma lebih memilih untuk olahraga bulu tangkis, habis ini lapangan akan dipakai kelas dua belas mipa tiga yang merupakan kelas atha. Selesai olahraga lea haus sekali, ia memilih minum air mineral yang tadi dikasih tama, teman sekelasnya yang kebetulan membeli banyak biasalah anak sultan. Ia duduk di besi pinggir lapangan, belum juga ia meneguk minumannya sebuah bola mengarah padanya juga teriakan orang yang melihat. "LEA AWASSSS" teriak temannya. Karena terlalu kaget bukannya pergi lea malah terdiam sambil memejamkan matanya. Dugg. Bola tadi mengenai seseorang namun bukan dirinya, merasa penasaran lea membuka matanya lalu melihat ke arah orang itu. Atha "Ishhh" ringis atha karena bola tadi melaju kencang dan mengenai punggungnya. Untung saja atha bergerak cepat saat tau gadisnya dalam bahaya, bahkan ia rela mengorbankan dirinya agar gadisnya tidak kenapa-napa, demi tuhan ia khawatir setengah mati. Kelasnya baru saja mulai jam olahraga dirinya belum pemanasan namun hantaman keras dari bola membuat ia tak kuat menopang tubuhnya. Atha jatuh tertunduk karena nyeri di punggungnya yang begitu ngilu, lea yang terkejut melihat atha luruh langsung membuang botol minumnya. "Athaaaa" panik lea. Teman-teman atha yang melihat itu ikut panik dan langsung menghampiri lelaki itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN