Bagian 13

1351 Kata
Disukai cowok jelek ilfeel Disukai cowok cakep insecure Nggak ada yang nyukain, ngerasa nggak laku Kadang suka bingung ngeliat kelakuan cewek. ~Andre. Hari minggu ini lea memutuskan untuk pergi ke rumah atha, setelah sabtu kemarin ia sudah bermalas-malasan menikmati libur weekend-nya, kebetulan juga tidak ada kegiatan osis sehingga ia bisa bersantai. "Bibi liat tas slempang warna item lea nggak?" tanya lea yang tak melihat tas hitam kecil kesayangannya. "Bibi taruh di deket gantungan" jawab bibinya. Setelah memastikan bajunya sudah rapi lea langsung turun kebawah dimana atha sudah menunggu. Begitu menyadari kedatangan lea cowok itu langsung bersiap untuk pergi. "Udah yang?" tanya atha. "Udah yuk, tapi nanti mampir ke toko mainan ya aku mau beliin jovan kemarin udah janji" kata lea yang diangguki atha kemudian cowok itu menggandeng tangan lea menuju mobil. Hari minggu namun tetap saja macetnya kota jakarta seperti tidak ada liburnya, mobil yang mereka tumpangi melaju pelan membelah padatnya kota jakarta. Sebuah notifikasi hp atha membuat pandangan keduanya teralihkan, begitu mobil berhenti karena lampu merah atha langsung membuka hpnya. "Siapa emang?" tanya lea karena penasaran atha yang terlihat serius membaca pesan di hpnya. "Aldo, cuma ngabarin nanti malam ngajak futsal" jawab atha lalu meletakkan hpnya kembali. Setengah jam kemudian mereka tiba dirumah atha, setelah sebelumnya mampir di toko mainan. "Assalamualaikum" salam lea begitu memasuki rumah besar milik lelaki itu. "Waalaikumsalam, anak perempuan mama akhirnya dateng juga" sambut mama atha hangat. "Kangen mama" ujar lea manja lalu memeluk mama atha. "Mama juga kangen banget sama lea" kata mama atha lalu menggiring lea untuk duduk diruang keluarga. "Mbak tolong buatin jus mangga sama jajanan dimeja tolong bawa sini ya" perintah mama atha pada salah satu pembantu dirumahnya. "Baik bu" "Nanti lea mau buat kue sama mama ya" kata lea. "Iya kebetulan mama punya resep baru" "Ma jovan belum pulang?" atha yang sedari tadi diam akhirnya buka suara saat menyadari tidak ada tanda-tanda keberadaan adiknya. "Bentar lagi palingan pulang" jawab mamanya. "Ini minum sama jajanan buat mbak lea" kata mbak siti asisten rumah tangga dirumah atha. "Makasih mbak" jawab lea ramah. "Yang aku ke kamar dulu ya, nanti kalau mau apa-apa nyusul aja" kata atha sebelum beranjak pergi ke kamar lelaki itu yang ada dilantai dua. "Iya kamu istirahat aja" kata lea yang tau cowok itu semalam begadang karena mengerjakan program kerja osis. "Ma atha titip pacar aku" "Iya iya kamu mau tidur aja takut banget pacarnya kenapa-napa bang" goda mama atha. Begitu atha pergi lea dan mama atha sibuk bercerita sesekali tertawa karena cerita lucu yang di lontarkan oleh lea. Atha yang merasa matanya sangat mengantuk langsung merebahkan diri di kasur empuknya, dinginnya Ac membuat ia semakin mengantuk lalu perlahan memejamkan matanya. Sudah hampir dua jam atha tertidur lalu ia terbangun, melihat jam dinding menunjukkan pukul 11:07 ia memutuskan untuk turun ke bawah. Ternyata mamanya dan sang kekasih tengah sibuk membuat kue, jovan juga terlihat sudah pulang adiknya itu sedang memainkan permainan baru yang tadi dibelikan lea. Lea terlihat asik memotret kue hasil buatannya dan mama atha, iseng atha menyenggol lengan lea membuat lea cemberut karena hasil fotonya menjadi blur. "Jangan jahil sayang" ujar lea membuat atha tersenyum mendengar ucapan lea, pasalnya lea jarang sekali memanggilnya dengan panggilan sayang. "Kuenya cantik kayak yang buat ya" ujar atha. "Iya dong, nih aku hias pake stroberi kesukaan kamu" beritahu lea sambil menunjukkan kue buatannya yang terlihat menggiurkan dengan toping krim dan stroberi diatasnya. "Itu buatannya lea sendiri lhoh ta, cobain gih" suruh mama atha. "Kak lea jovan mau" jovan yang tadi asik main ikut menyusul ke dapur. "Nih buat jovan ganteng" kata lea memberi satu kue buatannya lalu mencium pipi anak kecil itu dengan gemas. "Enak yang tapi aku nggak suka krim coklatnya" komentar atha yang memang tak terlalu menyukai coklat. "Mau lagi kak lea" "Lhoh satu udah habis" kaget lea karena jovan dengan cepat melahap kue buatannya. "Jovan kalau sama kue gitu emang seneng banget" beritahu mama lea. Sore harinya atha mengajak lea pergi ke taman dekat rumahnya sekalian beli es serut kesukaan mereka, jovan yang tadinya mau ikut tidak jadi karena tertidur. "Lea harus sering main-main kesini ya sayang" pesan mama atha saat lea berpamitan, rencananya setelah beli es serut atha akan langsung mengantar lea pulang. "Iya ma tapi lea nggak janji ya" canda lea. Begitu sampai di tempat penjual es serut mereka langsung memesan es sambil duduk di salah satu tikar lesehan yang di sediakan penjual lalu mata lea tak sengaja melihat sindy dan andre. "Mereka jalan berdua?" Batin lea bertanya. "Di sini cogan semua ya" kata sindy membuat andre mendelik kesal. "Cogan mulu otak lo, lpj udah kelar belum?" "Lo kayak nggak seneng liat gue seneng deh ndre" sindy berjalan mendahului andre namun karena tak melihat ke depan ia menabrak seorang cowok yang sedang berlari sore, lelaki itu manis tak terlalu tampan namun terlihat keren kulitnya juga putih membuat siapapun betah memandangnya. "Maaf ya, lo nggakpapa?" tanya cowok itu tak enak. "Eh harusnya gue yang minta maaf" kata sindy tak enak karena dirinya yang menabrak cowok itu. "Iya nggakpapa, duluan ya" cowok itu pergi setelah memberikan senyuman manis pada sindy. "Putih banget kulitnya, kalau dia pacaran sama gue insecure gue" gumam sindy. "Disukai cowok jelek ilfeel, disukai cowok cakep insecure, nggak ada yang nyukain ngerasa nggak laku, bingung gue ngeliat kelakuan cewek" celetuk andre yang tiba-tiba sudah di samping sindy. "Cowok aja yang nggak pernah ngertiin cewek" jawab sindy lalu matanya tak sengaja menangkap atha dan lea yang sedang makan es serut. "Itu lea sama atha?" tanya sindy. Andre mengikuti arah pandangan sindy "Samperin yuk" ia langsung menarik tangan sindy membuat perempuan itu pasrah. "Kita pura-pura bahas proposal sponsor aja" kata atha yang melihat lea panik karena andre dan sindy menuju ke arah mereka. "Hayo kalian berdua ngapain disini?" curiga sindy. "Kencan ya?" celetuk andre dibelakang sindy tepat sasaran. "Lagi bahas proposal buat sponsor terus gue haus yaudah gue ajak atha ke tukang es langganan gue aja hehe" lea yang menjawab. "Kalian sendiri ngapain? pacaran?" atha yang tadi diam ikut bertanya. "Enak aja gue pacaran sama dia, gue lagi nyari penjual pulpen yang andre beli kemarin, buat lpj" kata sindy tak terima. "Iya, tapi penjual pulpennya belum nongol juga dari tadi" sahut andre. "Kok bisa beli pulpen disini?" bingung lea. "Jadi gue beli pulpen di adek-adek yang keliling di taman sekalian buku kecil buat nyatet perlap tapi hari ini dicariin buat minta tanda tangan nggak nongol itu anak" jelas andre. "Lagian lho sih gobloknya kuadrat pake beli perlap di penjual keliling udah tau ada lpjnya beli di toko yang ngasih nota" kesal sindy membuat lea tertawa pelan melihat wajah bersalah andre. "Minum es dulu yuk sin biar nggak haus nanti gue bayarin" tawar andre, sindy yang masih cemberut akhirnya mau ia juga haus dari tadi keliling taman dan ngomel-ngomel dengan andre. Menikmati es serut dengan toping duren memang paling pas dinikmati di sore hari di taman, sambil melihat kegiatan orang-orang ada yang bermain bola, ada yang piknik bersama keluarga kecilnya, ada juga remaja yang sedang menikmati waktu luang dengan pasangannya. "Dek sini sebentar" atha tiba-tiba memanggil anak kecil yang membawa dagangan. "Woahh ini anaknya, akhirnya ketemu juga ya allah" teriak andre heboh saat menemukan anak yang mereka cari. "Kenapa ya kak?" tanya anak itu. "Boleh minta tanda tangannya dek" ujar sindy bersemangat. "Maaf kak saya bukan artis" kata anak itu polos membuat mereka tertawa pelan. "Jadi kemarin temenku beli pulpen sama buku note kecil punya adik, nah karena itu keperluan sekolah supaya dapet ganti kita harus minta tanda tangan adek, nanti kakak beli buku notenya lagi tiga deh" jelas sindy membuat wajah bingung anak itu sumringah. "Boleh kak" Setelah drama yang dibuat andre akhirnya lea pulang bersama sindy, rumah mereka memang berbeda arah namun karena sindy akan ke rumah tantenya yang dekat dengan rumah lea membuat mereka memutuskan pulang bersama, sedangkan atha dan andre langsung ke tempat futsal karena sudah ditunggu oleh teman-temannya. From Razka Sayang kalau udah sampai jangan lupa ngabarin ya, aku mau main futsal dulu hati-hati dijalan. Lea yang tadinya hendak naik ke atas motor sindy memutuskan membuka hpnya yang bergetar, ternyata pesan dari atha, setelah membalas singkat pesan sang kekasih ia langsung pulang bersama sindy.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN