Ingin Segera Menghalalkanmu

319 Kata
Tak terasa sudah sebulan lamanya Belia dan Rama menjadi sepasang kekasih. Di mana ada Belia, di situ pasti ada Rama. Begitu pun sebaliknya. Hal itu membuat semakin heboh duo sahabat Belia, yaitu Nani dan Dinda. "Kalian tuh ya kalo mau mesra-mesraan ya tau tempat dong. Aku kan jadi pengen juga kaya kalian," celetuk Nani pura-pura merajuk pada Belia dan Rama yang sedang makan bareng di kantin bersama mereka. "Lah Mpok Nani mah, ini bukan ajang mesra-mesraan tapi lagi makan siang bareng," sahut Dinda memenangkan Belia dan Rama. "pokoknya intinya aku ngiri deh, makanya cepat cariin cowok buat aku, mbak," jawab Nani. "Ada tuh temen aku, siapa tau cocok. Dia asli Solo. Baik lah pokoknya. Gimana mau enggak?" tanya Rama menengahi. "Mau-mau aku Bang. Yang mana orangnya?" tanya Nani semangat sambil tengak-tengok ke sekitar kantin. "Orangnya di Jakarta, Ni," jawab Rama la gi membuat semangat Nani menurun drastis. "Aku kira temen Abang kuliah di sini. Lah Abang bikin aku lemes jadinya," sahut Nani sedih. "Cup cup nanti pasti aku kenalkan. Jangan kuatir gitu deh. Kebetulan dia juga lagi nyari calon istri kaya aku. Bukan untuk sekedar cari pacar," terang Rama yang membuat pipi Belia bersemu kemerahan. "Waduh jadi malu-malu tuh yang lagi duduk di sebelah Bang Rama," kata Dinda sambil matanya melirik ke arah Belia. "Apaan sih Mbak Dinda ini," sahut Belia malu-malu. "Duh, yang sebentar lagi mau dihalalin, ehemmm," sahut Dinda sambil tersenyum-senyum. "Jangan lupa ya, bang. Janjinya mau ngenalin temennya ke aku," Nani kembali mengingatkan Rama. "Ok siap, yang penting Mpok Nani masih singel ya," kata Rama lagi. "seratus persen singel," jawab Nani. "Eh, ngomong-ngomong kapan nih kalian mau resmikan hubungan kalian, katanya sebentar lagi mau married nih?" tanya Dinda penasaran yang diangguki Nani. "Insyaallah segera. Kami sedang mempersiapkan, do'akan ya semoga lancar urusan kami," jawab Rama diplomatis, membuat hati Belia jadi berbunga-bunga. "Aamiin, kita selalu doakan yang terbaik untuk kalian berdua," seru Nani dan Dinda serempak mengaminkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN