Bagian Empat Puluh Dua

1712 Kata

Bagas masuk ke apartemennya dengan wajah yang murung. Tanpa menyalakan saklar lampu, Bagas langsung menuju dapur dan mengambil minuman kaleng yang ada di kulkas. Setelah kepergian Nana, hanya minuman kaleng yang dia andalkan untuk menemani kekosongan harinya. Tidak ada lagi kopi s**u kesukaannya atau kudapan sederhana yang memiliki rasa juara, tidak ada lagi buah segar yang sudah dipotong dan tinggal makan. Semua itu hanya ada diingatan Bagas. Bagas meletakkan minuman kaleng yang hampir habis. Perlahan dia bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar. Dia memandang sekeliling kamarnya, banyak yang berubah. Kamar yang semula selalu tampak rapi dan bersih kini sangat berantakan. Baju kotor tidak berada di tempatnya, handuk yang biasanya dia sampirkan di samping pintu kamar mandi kini ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN