Bagas duduk lemas di ruang tamu. Matanya masih menatap pintu rumah walaupun kedua mertuanya sudah tidak lagi terlihat. Matanya masih berkaca-kaca mendengar semua apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya. Entah mengapa dia tidak berpikir jika perbuatannya pada Nana bisa saja akan dirasakan oleh Asoka. Bagas mengalihkan pandangannya ke arah adik perempuannya itu. Dia menatap Asoka dengan lekat. Terlihat raut wajah Asoka yang begitu shock dengan kejadian yang baru saja dia lihat ini. Dia tidak menyangka dibalik senyum merekah Nana ada luka yang begitu mendalam. Dia tidak pernah berpikir jika sikap baik dan hangat Bagas kepadanya justru berubah menjadi buruk saat dengan istrinya. Apalagi ibunya, perempuan yang dia kenal dengan tutur sapa yang lembut ternyata tega menyakiti menantunya sendiri. Aso

