Perjodohan

990 Kata
“Mah kok gak bilang dulu ke erlin sih…” “Kalo mamah bilang kamu gak akan setuju erlin..” “Tapi erlin gak mau dijodohin gini.. erlin udah punya pacar. erlin bakal….” “Bakal apa ? kamu tuh gak pernah ngenalin pacar kamu itu ke mamah, jangan salahkan mamah jika nanti kamu akan mamah jodohkan. Ingat erlin umur kamu itu bukan anak remaja lagi, umur sepantaran kamu itu udah pada nikah dan punya anak. Kamu?..” Satu tahun berlalu kini erlin berulang tahun menginjak umur ke dua puluh enam tahun. Hubungan antara erlin dan yoseph kian membaik, dan semakin hari semakin lengket. Begitupun hubungannya dengan tio. Erlin melakukannya dengan cantik namun ternyata waktu tidak bisa dibohongi bahwa kini perjodohanlah yang menjawab semua. Jam menunjukan pukul sebelas malam erlin yang dari tadi tidak bisa tidur memikirkan perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya. Jika nanti iyah tidak bisa menolak semua perjodohan ini apa yang akan ia katakan pada kedua lelaki yang ia sayangi. Memanglah salahnya karena terlalu mengulur waktu terlalu lama. Derrrrrrrrrrtttttt Derrrrrrrrttttt Derrrrrrrrrtttt “Halo..” Suara khas bangun tidur syali, ia menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal itu. “Siapa ya?” Tanya nya mengucek mata dan duduk. “Syali ini gue erlin. Gue udah didepan rumah lo, bukain dong hari ini gue nginep dirumah lo ya… gue gak betah banget di rumah… gue….” “Wait lo ngapain jam segini dirumah gue kerliiiiiinnnn, lu kan ada apartemen..” “Duh syal ntar gue jelasin, ayo bukain gue takut diluar…” Apa yang akan kalian lakukan ketika kalian akan dijodohkan sedangkan kalian sudah memiliki pujaan hati yang sebenarnya diinginkan hati?. Apakah bingung keadaan seperti ini? atau kalian punya rencana brilian yang sudah kalian siapkan dijauh waktu, atau kalian gak tahu harus bagaimana… Yah sekarang erlin sangat bingung semuanya tidak sesuai yang erlin rencanakan. “What perjodohan? nyokap lo gila yah…” “Gak tau syal pokoknya gue lagi diambang kebingungan yang gue sendiri gak tahu harus ngapain…” “Terus lo mau ngapain?sekarang? lo mau ngenalin si yoseph yang gak jelas itu, udah mending si tio aja dia udah jelas bebet bobot nya.” “Tapi gue gak bisa jamin syal, kalo nyokap gue bakal nerima si tio dan gue belom tahu calon yang mau di jodohin sama gue itu kaya apa…” “Nih yah mumpung semuanya belum terlambat lo mending ntar pagi pulang trus lo bawa sitio kehadapan nyokap lo,dan bilang kalo emang gak bohong lo emang ada calon… Ok?” Semua yang kita rencanakan akan hancur ketika kita lengah sedikit saja. Karena waktu lebih tahu kelemahan kita dibanding kita sendiri. Seperti orang bijak mengatakan bahwa waktu itu seperti pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan saat ini waktu sedang perlahan menebas erlin yang lama mengulur waktu. Lalu siapa yang salah? … Halo,.. tio kamu sibuk gak? Satu tahun berjalan erlin dan tio sudah menjalani asmara dengan baik tanpa tio sadari bahwa erlin bermain hati dibelakangnya.. Selama ia bersama erlin, erlin tidak pernah memanggilnya sayang atau panggilan yang istimewa. “Umm kayaknya bakalan sibuk, kenapa? kamu ada keperluan?”  “Nanti jam tujuh malam mamah aku ada acara, kamu ikut yah pliss..”  “Bentar aku cek jadwalku yah…” Tio membuka catatan pada bukunya, sudah dua hari ini asisten nya izin sakit jadi semua yang pekerjaan dari mual jadwal meeting dan lainnya ia yang urus. “Wait kayaknya gak bisa, soalnya nanti jam tujuh mamah aku juga ada acara, justru aku mau ngajak kamu, sembari mau aku kenalin kemamah aku” “Yaahh gak bisa dikensel yah?” “Gak bisa, emang acara mamah kamu apa?” “Aku mau dijodohin tio, gimana yah… aku bingung banget ini..” Tio yang sudah tahu perjodohan itu ia hanya tersenyum gemas mendengar rengekan erlin sang kekasih. Singkat cerita kini jam tujuh pun tiba. Erlin yang sudah didandani hanya mondar mandir entah kemana ia akan lari, handphonenya berdering Yoseph nama yang terlihat jelas di layar nya. Erlin menarik napas ia berusaha agar tidak terdengar seperti orang gugup atau cemas. “Hallo…..” Janganlah membuang waktu dan pikiran mu hanya untuk sesuatu yang sia-sia, kini erlin hanya bisa menyalahkan waktu, waktu yang salah waktu yang membuat erlin bingung seperti ini. Waktu menyiksanya dari detik ke menit dari menit kejam. “Erlin buruan lama banget acara udah mulai dari tadi.” suara tegas sang kakak yang menunggu diluar pintu. Ceklek “iyah ini juga udah siap dari tadi” Acara ramai dengan penuh tawa dan gembira. Suasana yang sangat mewah dua keluarga yang cukup mapan dengan jaminan masa depan baik. Saat erlin tiba ditengah ramainya acara sangat ditunggu oleh kedua calon mertuanya itu. Dengan style yang elegan di hiasi sedikit pernak pernik berkilau di bagian baju yang dipilihkan sang mamah. Erlin hanya menatap pasrah. Ia sudah tidak tahu apa yang akan ia lakukan ketika semuanya akan sangat cepat terjadi. Ia hanya pasrah. “ya ampun jeng gakpapa tenang aja kan sama calon ini hahaha” “Mah nih si erlin..” Suara iran dari belakang. “Oh sayang kamu lama banget, calon mu ini udah nunggu dari tadi loh… Ayok ayok mana si ganteng ini si erkin udah ada. Pah pah papah ini erlin.” Kaget bukan main erlin hampir pingsan dengan sosok lelaki yang akan dijodohkannya. Yah tio. Lelaki gagah yang berdiri dengan potongan kemeja disingkat sesikut. Menatap erlin yang terlihat gugup dari tadi. “sayang sini sayang. Nah ini anak tante cantik kan? maklum dia belum bisa cari pasangan karna waktu kerjaan nya padat. Maka nya tante disini mau menjodohka kalian berdua dan sekalian kita tentukan tanggal pernikahan jangan terlalu lama lama, karena erlin sekarang  sudah menginjak umur ke dua puluh enam…. Jadi….” Semuanya acara berjalan dengan baik kini erlin sangat lega karena lelaki yang dijodohkan nya adalah tio sang kekasih. Orangtua erlin dan tio ternyata memiliki hubungan kerja sama antar perusahaannya. Kerja sama itu berjalan baik sampai keduanya memutuskan untuk menjodohkan anak nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN