"Lin?...."
"Hah, Lo joging juga...?"
"Iyah nih, kok Lo gak ngajak gue sih..."
"Ya..., Gue pikir Lo bakalan gak mau... Karna tempatnya jauh juga..."
"Lagian ngapain kesini si? Kan ditempat lo ada gym..."
"Ya pengen aja kesini___"
"Wait.. lo____"
"Wuih kita memang berjodoh.. hahahaha.."
Erlin terheran-heran dengan kehadiran keduanya secara kompak...
Dua Minggu berlalu, Erlin sudah memikirkan nya secara matang bahwa ia akan mengenalkan Tio, Erlin lebih memilih sarannya Zaki, dan berharap akan seindah itu. Sementara dua Minggu kebelakang Erlin dan Yosep sudah mulai saling chatingan dan kabar mengabari... Namun keduanya sangat sulit untuk mengutarakan isi hatinya...
________
*******
"Sep?....Yosep....? WOI......???"
"Apaan si..... " Alis nya terangkat saling bertemu
"Sumpah ya Lo, segitunya sama gue..."
"Kenapa dalviiiinnn... Gue lagi ngejar waktu, Lo tahu sendiri gue gak bisa berada di posisi tenggang waktu" yoseph yang melanjutkan menggambar, lalu mulai mewarnai nya...
"Ya Lo kapan mau cerita, kan Lo udah punya pacar sekarang..."
"Bukan pacar tapi teman wanita she's my friend" tegasnya...
"Ok ok ok... Jadi gimana..." Dalvin yang jahil menggodanya dengan jempol kaki berada di bagian atas paha Yoseph...
Waktu berlalu kini malam pun tiba, dalvin yang gagal menggodanya hanya menghembuskan nafas kesalnya dan melemparinya Snack.
Sementara Erlin yang sedang libur ia mampir ke toko komik terdekat tak lupa dengan buntut nya syali dah Zaki yang menemani nya...
________
*****
"Lin....?*
"Kenapa? Mau duluan balik?"
Erlin yang sudah hafal dengan sifat syali...
"Hehehe" syali tersenyum lebar...
"Tapi bareng Zaki yah, gue gak berani..."
Erlin meliriknya dan menatap heran, karna akhir-akhir ini mereka berdua sering bersama. Menatap nya dalam-dalam____
"Apaan si, lo-lo kek gitu banget, gak ada yang harus dicurigai jamet..." Bantah nya..
"Eh Lo kok kek sewot gitu hayooooo Jan sampe Lo menyembunyikan sesuatu dari gue___"
"Kagak apaan si..." Kesalnya
"Eh bentar,____" syali gugup karna sebenarnya memang ada sesuatu yang ia sembunyikan... " Jangan panggil gue jamet dong malu..." Erlin memanyunkan bibirnya..
"Aiiiiigghhhh Lo bikin gue jantungan, tuh kan Lo juga gak suka kan... Dah ah gue balik bye"
"LIIIIIINNN gue duluan yaaaaa" teriak Zaki..
Erlin hanya mengangguk dan mengayunkan jempol nya...
Selang beberapa menit Erlin terkaget kaget dengan sosok macho yang berada di belakangnya... Lalu ia membalikkan badan agar tidak bertemu,.... Namuunn...
"Hai? Kita bertemu lagi, mau minum coffe?"
Suara gagah itu sontak membuat Erlin kaget dan hampir menyikut wajah tampan yoseph. Tak ia sangka bahwa Yoseph dari tadi memperhatikan dirinya...
"Jangan ngagetin gitu dong,"
"Cih, kamu ini lucu..." Tangannya mengenyalkan pipi merah Erlin..
"A-a-a-a-" Erlin merasa dimanja oleh Yoseph..
........................
"Emmmm jadi kamu lebih suka komik horor.."
"Iyah, tapi Jepang juga bagus si..., Oh iya btw aku boleh manggil Abang? Nadanya sedikit malu...
"Hahahaha... Hei, boleh dong sayang juga boleh!"
Kata-kata itu membuat Erlin tambah gerogi saking geroginya ia malah memegang tangan nya Yoseph. Sementara Yoseph yang tersenyum gemas ingin rasanya ia menyentuh pipinya lagi lagi dan lagi...
Tanpa Erlin sadari dan setelah saling tatap, ia sadar tangannya sedang tidak diam dan setelah sadar Erlin melepaskan nya dengan kejut...
"Eh... Sorry sorry" sekejap melepaskan "aduuuhh kenapa si gueee" gumamnya...
"Hahahaha gak papa santai aja..."
Tiga jam berlalu Erlin bersama Yoseph, ia menganggap bahwa ini adalah kencan buta nya karna sangat jarang sekali Erlin bertemu seperti ini, dan ini indah baginya.
Topik komik ia ceritakan kepada yoseph begitu pun Yoseph...
Karna keduanya merasa saling cocok, keduanya pun berharap akan ada kelanjutannya...
"Nanti kalo libur lagi, mau mampir?" Tanya yoseph
"Hah? Mampir kemana?" Wajah plos Erlin membuat Yoseph semakin gemas..
"Kemana aja, jalan jalan..." Lanjutnya dan pandangan nya di alihkan...
Begitulah pesona Erlin membuat Yoseph tidak fokus dan selalu gagal...