12. Permintaan Maaf. “Nyonya Kesya.” “Nyonya.” “Nyonya,” panggil Bi Marni. “Pak Rafa sudah pulang!” kata wanita paruh baya itu sambil mengetuk pintu kamar. “Iya Bi,” sahut Kesya. Ia sudah berdandan dengan cantik dan bersiap menyambut suaminya pulang kerja. Siang tadi ia tiba di kediaman rumah sang suami. Ia segera menyusun rencana agar Rafael secepatnya membuka pintu maaf, sehingga hubungan mereka kembali seperti semula. Kesya menuruni tangga di ikuti Bi Marni. Kemudian ia membuka pintu depan. Menyambut Rafa yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Rafa yang melihat kedatangan Kesya tampak acuh. Sudah bisa ditebak jika Kesya kehabisan uang pasti ia akan pulang ke rumah. Begitulah prasangka buruk Rafa pada istrinya itu. Sudah tidak bisa positif thinking lagi. Kesya meraih tangan suam

