11. Pria b*****h. Suasana pagi hari begitu cerah. Sinar mentari menyinari bumi. Terang, tak ada setitik mendung yang menghalangi. Berbeda, dengan suasana hati Rafael yang mendung dan suram. Sakit sekali mengingat apa yang di lakukan istrinya. Berhari-hari tidur tak nyenyak makan pun tidak enak. “Permisi Pak Rafa, ada yang ingin saya sampaikan,” ucap Bi Marni ketika Majikannya selesai sarapan pagi. Ya, ini kali pertama Rafa makan di rumah setelah berhari-hari tidak pernah pulang. “Iya ada apa. Bi, katakan saja!” sahut Rafa lugas. Ia menaruh sendok dan garpu lalu memperhatikan Bi Marni. “Begini Pak, sebelum Nyonya Kesya pergi ke rumah ibunya, beliau ingin saya menyampaikan kepada bapak, supaya Pak Rafa menjemputnya,” ucap Bi Marni. “Oh, biarlah Bi itu kesalahan dia, dia sendiri juga yan

