|| 4 || Sandiwara

1014 Kata
4. Sandiwara. Rafa dan Kesya beranjak dari duduknya. “Perkenalkan aku Rafa,” ucap Rafa mengulurkan tangan. Mereka saling berjabat cukup lama terlihat Rio sangat memperhatikan Rafa dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. “Aku Rio senang bertemu denganmu,” jawabnya. Tampak Rio yang tidak gentar bertemu dengan Rafa. “Aku Kesya,” kata wanita itu memperkenalkan diri, berpura-pura tidak mengenal Rio yang kemarin menjadi teman sekamarnya. Hanya itu yang bisa ia lakukan, agar terlihat wajar di depan suaminya. “Aku Rio,” sahut pria itu lagi menjabat tangan Kesya kuat-kuat tidak berlama-lama karena takut ada Rafa di sampingnya. Rio melihat ke arah Kesya dengan pandangan mata penuh tanya, karena Kesya tidak pernah membalas pesannya. Setelah mereka menghabiskan waktu berdua di hotel, semalam. Acara perkenalan berlangsung singkat. Mereka berempat sama-sama keluar dari kafe kopi itu. Kesya dengan Rafa berjalan menuju mobilnya, sedangkan Nadine dan Rio juga bersiap untuk pulang. Di dalam mobil Rafa duduk di belakang kemudi, sementara Kesya duduk di sampingnya. “Yang tadi itu pacarnya Nadine, ya Mas,?” tanya Kesya basa-basi sebenarnya dia sudah mengenal Rio. Teman SMA, sekaligus teman mesranya untuk saat ini. “Iya, aku dengar mereka sebentar lagi akan bertunangan,” ungkap Rafa sembari menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankan kendaraan roda empat itu menjauhi tempat parkir. Degh. Kesya tidak tahu jika Rio sudah akan bertunangan. Selama ini saat berkirim pesan. Rio tidak bercerita mengenai hubungan percintaannya. Apa lagi sampai menikah. “Oh.” Hanya itu yang keluar dari bibir Kesya. Jujur, ia sudah tidak sabar untuk memastikan hal itu pada Rio. Mobil terus berjalan dengan kecepatan sedang. Lagu berjudul selingkuh dari Merpati Band mengalun, menemani perjalanan mereka pulang ke rumah. Judul : Selingkuh. By : Merpati Band. Betapa 'ku mengerti sebagai selingkuhanmu 'Ku harus menjalani ikatan yang tersembunyi 'Ku mencoba bertahan meskipun menyakitkan 'Tak menyisakan sebuah sesal di hatiku Selama aku bisa membuatmu bahagia Berpaling 'ku 'tak mungkin, singgahi hati yang lain Sebatas harapanku mohon pengertianmu Bahwa 'ku ingin memilikimu seutuhnya Seiring berlalu bergulirnya waktu Membuka rahasia di antara kita Pastinya 'kan ada hati yang terluka 'Tak menerima semua kenyataan yang ada Namun 'tak selayaknya perselingkuhan ini Yang lama 'ku lalui menjadi tiada berarti Semenjak 'ku merasa harapmu sia-sia Hingga terluka hati 'kan membuatmu 'tak berdaya Mungkin 'ku relakan untuk kau tinggalkan Diriku di sini harus mengakhiri Aku yang merasa lelah dan menyerah Karena 'tak selamanya selingkuh itu indah.. “Lagu apaan sih!” Kesya mengumpat kesal segera mematikan audio. “Kamu kenapa?” tanya Rio keheranan dengan sikap Kesya yang tiba-tiba sewot. “Tidak Mas, aku hanya tidak menyukai lagunya saja!” ungkapnya beralih fokus dengan layar ponsel. Membuka aplikasi warna oranye. Tempat ia berselancar, memilih benda-benda yang akan di belinya. Masukkan keranjang dan bayar, begitulah yang ia lakukan. Tiba di rumah, Rafa kembali bekerja. Ia menjalankan mobilnya menuju AX Furnitur, sedangkan Kesya masuk ke dalam rumah. Tidak sabar ingin menelefon Rio. Kesya merebahkan tubuhnya sembari melihat ke langit-langit kamar. Meraih ponsel dan kali ini ia merasa risau karena Rio tak kunjung menerima telefon darinya. Klung! Sebuah pesan masuk. Pesan itu dari Rio. [Kita ketemu di hotel X, besok. Maaf tidak bisa menelefon. Aku sedang bekerja, sabar ya Sya.] [Kita tidak bis bertemu di hotel, Mas Rafa di rumah aku tidak bisa lagi pula, aku berniat mengakhiri hubungan kita. ] [Apa, awas saja kamu berani mengakhirinya. Kalau besok kamu tidak datang aku sendiri yang akan menghampirimu ke rumah. Jelas.] [Datang saja kalau berani, aku juga akan memberitahukan semuanya pada Nadine, paham! ] Kesya beranjak dari tidurnya. Ia berjalan ke balkon. Melihat pemandangan langit senja dari lantai dua kamarnya. Burung-burung beterbangan mulai menuju dahan-dahan pohon untuk pulang ke sarangnya. Nyanyian serangga di taman bunga lili yang berada di samping rumah terdengar keras, pertanda senja akan berakhir. Kesya meraih ponsel di sakunya. Kemudian ia duduk dan memutuskan untuk menelefon ibunya. Orang tua Kesya tinggal di kota sebelah, itu yang membuatnya selalu merindukan sang ibu dan hanya bisa menelefonnya sesering mungkin. Panggilan terhubung. “Halo,” suara serak Bu Tami terdengar di seberang telefon. “Halo, Bu, apa kabar?” tegur Kesya. “Kabar ibu, baik-baik saja bagaimana dengan kabarmu?” Bu Tami bertanya balik. “Keadaanku baik-baik Saja,” sahut Kesya. “Hubungan kamu dengan Rafa baik-baik saja kan?" tanya Bu Tami seolah bisa menebak isi hati putrinya. "Iya Bu, kami baik-baik saja," jawab Kesya. “Bagaimana dengan mertuamu? Apa dia masih menuntutmu untuk punya anak?” tanya Bu Tami penasaran. “Kadang, Bu,” sahut wanita itu tidak mengatakan yang sesungguhnya. “Hidup berumah tangga itu kadang ada rasa bosan, tapi yang penting kita jangan sampai berkhianat Nak,” pesan wanita paruh baya itu menasihati putrinya. “Iya, Bu,” sahut Kesya. Ia merasa sudah berbohong kepada ibunya. “Kamu tahu Nak, dulu ibu pernah menghianati ayahmu, itu kesalahan yang ibu sesali dan yang paling membuat ibu merasa bersalah pada ayahmu sampai sekarang, mungkin kami sekarang memang baik-baik saja, tapi luka di hati ayahmu tidak bisa sembuh seperti semula, dan dia juga akan selalu ingat kalau ibu pernah menghianatinya, tidur dengan pria lain!” cerita Bu Tami. Ia berharap putrinya tidak merasakan apa yang ia rasakan saat ini. “Iya, Bu aku mengerti! Ya sudah Bu,” pamit Kesya. “Kalau Mas Rafa libur, kita akan jenguk ibu!” imbuhnya. “Iya, kamu jaga kesehatan semoga segera di beri keturunan,” tutur Bu Tami. “Iya Bu.” Klik panggilan telefon berakhir. Setelah berbicara dengan ibunya. Kesya menjadi sangat yakin untuk mengakhiri hubungannya dengan Rio yang baru saja di mulainya. Ketakutan mulai menguasainya. Bagaimana kalau Rafa tahu? Bagaimana kalau ibu mertuanya tahu? Tidak, Kesya tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Hanya karena kesalahan satu kali saja. Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Dark_Coffe
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN