CHAP 9 – Ayo Kita Jebak
Setelah menyelesaikan makan siang, Nath dan Aldo langsung bergegas ke hotel Mulia untuk bertemu dengan Akira. Akira memang sedang tinggal di hotel mewah tersebut. Kami bertemu di lobby dan segera ke ruang pertemuan yang telah Akira siapkan.
"Akira, how are you?" Basa basi Aldo. ( Apa kabar Akira )
"Fine Al, Who is she?" Tanya Akira. ( Baik, Siapa dia?)
"My private assistant. Her name is Nathania. You can call her Nath." Jelas Aldo, dan Nath tersenyum melihat Akira. ( Asisten pribadiku. Namanya Nathania dan kamu bisa memanggilnya Nath )
"So, how about our hotel's plan?" Tanya Akira. ( Jadi, bagaimana rencana hotel kita? )
"My team has created the necessary development and financial plans. But I want to ask your help for one thing." Jelas Aldo. ( Tim saya telah membuat rencana pembangunan dan keuangan yang dibutuhkan. Tapi saya ingin meminta bantuan kamu untuk satu hal )
"What was that?" Tanya Akira penasaran. ( Apa itu? )
"There is a suspicious person in my company. He did the manipulation for the hotel financial plans in Bali. And from the information I know, he's working for someone else to foil our plans. So I planned to frame him." Jelas Aldo. ( Ada orang yang mencurigakan di perusahaanku. Dia melakukan manipulasi untuk rencana keuangan hotel di Bali. Dan dari informasi yang aku ketahui, dia bekerja untuk orang lain untuk menggagalkan rencana kita. Jadi aku berencana menjebak dia. )
"Ok. So how are you planning?" Tanya Akira. ( Ok. Jadi bagaimana rencanamu? )
Akira, Aldo dan Nath saling bertukar pikiran bagaimana menjebak otak dibalik Sastria. Selain itu juga, mereka membahas tentang rencana hotel di Bali yang sudah kami persiapkan dan untungnya Akira sangat puas dengan rencana hotel tersebut.
Selesai sudah meeting dengan Akira, selanjutnya, pencarian siapa di balik Sastria akan dimulai. Setelah selesai semuanya, mereka pulang ke tempat tinggal mereka masing – masing dengan pemikiran detail rencana yang harus mereka lakukan agar penjebakan ini berjalan sempurna.
oooOOOooo
Hari berganti dan tidak terasa sudah 2 minggu Nath berada di Jakarta. Seperti biasanya, pada pagi hari, Nath harus bersiap untuk bekerja, tetapi tiba – tiba telepon berdering terus menerus dan dengan sigap Nath langsung mengangkatnya.
"Bagaimana misi kita saat ini Di?" Tanya wanita di seberang telepon.
"On going ma....Sekarang aku sedang berusaha meraih kepercayaannya terlebih dahulu." Jelas Nath.
"Ok, lanjutkan rencana kita, raih kepercayaannya."
"Apa ada masalah?" Tanya Lani.
"Saat ini ada yang mau memanipulasi data untuk proyek Aldo. Aku sedang mencari cara mengetahui gerakannya dan menghancurkan orang itu beserta orang di baliknya."
"Apakah tidak berbahaya?" Lani terdengar khawatir.
"Sepertinya misi ini agak berbahaya. Orang dibelakanya sangat lihai. Aku harus melakukan banyak cara hingga Informan Ku harus ikut turun tangan."
"Hati-hati. Meraih kepercayaan Aldo tidak boleh membahayakan nyawamu sendiri!" Perintah Lani.
"Iya ma, aku sedang berusaha."
"Ok, jangan terlalu gegabah! Pakai otakmu untuk membuat strategi yang halus agar mereka tidak menyadari apa yang sedang kita lakukan. Pembalasan kita harus berjalan lancar. Dekati dia terus!" Perintah Lani.
"Baik ma. Akan Di lakukan."
"Mama percaya sepenuhnya sama kamu Di. Kamu yang terbaik. Hati- hati."
oooOOOooo
3 hari setelah pertemuan dengan Akira, Aldo dan Nath mulai menjalankan rencana jebakan mereka dengan membuat gosip tentang batalnya rencana pembangunan hotel di Bali. Nath menggunakan wanita - wanita cerewet yang suka bergosip tidak jelas di lift. Mereka tidak tahu bahwa ia adalah asisten Aldo, karena Nath seperti bayangan dan tidak pernah keluar bersosialisasi dengan para karyawan lainnya.
Nath mulai berteman dengan para wanita centil suka gosip di kantor. Mereka sampai mengundangnya ke group w******p mereka untuk bergosip ria, dan Nath senang untuk masuk dalam grup itu. Bukan untuk mendekatkan diri. Tapi untuk mengetahui gosip terbaru dan bisa menyebarkan gosip di dalamnya agar bisa tersebar ke seluruh karyawan perusahaan. They are the gossip girl.
Nath membuat janji dengan grup centil ini untuk makan siang bersama.
Nath
: GENGS...jadi makan siang bareng gak? Aku traktir nih. ( Kata Nath memulai )
Erika : Makan dimana? Gak mau makan di kantin murah ya!
Femi : Emank ada acara apa di traktir?
Nath
: Baru kejual sawah... HAHAHAH
Leni : Aku siap datang kalo traktiran mah.
Erika : Jam 12 TENGGG!!! no NGARET! Ntar bosku marah besar.
Nath
: Sippo....
Marni : Makan dimana? Pake mobil gak?
Nath
: Pesan GRAB Car?
Femi : Pesan sebelum jam 12...biar gak lama nunggu.
Vika : Cari yang dekat aja makannya. Ntar jam 1 aku ada meeting nich.. Bos unyil mau rapat sama bos besar.
Nath
: Ambassador aja.
Erika : Sip.....cepetan kelarin kerjaan!
Akhirnya waktu makan siang tiba, Nath langsung izin keluar dari Aldo, ia langsung mengatakan bahwa ada misi negara yang menyangkut hidup dan mati.... Aldo hanya terbengong karena dia berkata Nath ngomong gak jelas banget...lebay..
Biarlah lebay, asal misi terpenuhi... gossip time!
Sesaat Nath memperhatikan orang-orang yang masuk ke dalam lift, dan ia melihat satu grup wanita yang ia namakan geng centil masuk ke dalam lift yang sama dengannya. Nath harus mulai bergerilya di mulai dari para wanita centil ini.
"Hi...GENGS." Panggil Nath pada mereka.
"Haiiii Nath.....Akhirnya bisa makan sama-sama ya...." Panggil Erika, Wanita paling bawel di dalam grup dan ratu gosip sejagat grup w******p GENG BOHAI. Mereka menamakan grup mereka dengan BOHAI.....ampun benar-benar menjijikan. Tapi Nath harus tahan dengan mereka demi misi yang lebih besar.
Oh ya...ternyata yang mereka gosipkan sebagai asisten bos adalah Juwita, seorang wanita berusia 40 tahunan dan memang dandannya sangat menor sekali. Mereka salah sangka bahwa Juwita adalah aspri bos yang baru. Padahal Juwita adalah asisten manager keuangan. Benar - benar mereka ini bergosip tanpa tau kenyataan.
"Iya ni...akhirnya aku bebas kerjaan yang menyebalkan. HAHAHA...." Tawa Nath... yang rasanya tidak tulus dari lubuk hatinya sendiri.
" Eh...eh... Temen-temen, mau tau TOP SECRET gak?" Lanjut Nath bergosip.
"Apa tuh?" Tanya Femi yang klimis dan percaya diri dengan sanggul cepol membuatnya cantik.
"Perusahaan kita lagi gagal proyek besar." Ucap Nath memulai gosip.
"WHATTT.... Gak pernah dalam sejarah, SJH group gagal proyek.." Jawab Vika kaget. Vika ini wanita paling tinggi di antara mereka semua, ada yang menyebutnya model majalah.
"Hah...mana mungkin???" Tanya Erika.
"Iya bener...itu proyek di Bali batal. Gila bener deh, itu pak Bos rugi banyak, padahal udah mulai invest. Bisa bangkrutkah bos? Duh bisa PHK massal kali ini." Terus Nath semakin membuat mereka membara bergosip.
"Aduh...kalau rugi banyak, kita bisa dipecat gak sih????" Ketakutan Leni si kacamata.
"Kamu tau dari mana?" Tanya Marni penasaran.
"TOP SECRET nich gengs...aku cuma cerita sama kalian." Balas Nath dengan bangga.
"Aduh,.......koq kamu bisa sampai dengar TOP SECRET gini... bikin aku takut." Balas Vika.
"Hmmm ..tadi aku pas ke ruangan pak Bos buat kasih laporan, Pak bos lagi marah-marah di telepon. Jangan sampai berita ini tersebar ya. Aku takut di pecat nih. Sepertinya dari pembicaraan pak bos, perusahaan ini udah gak kuat lagi menanggung rugi karena gagal proyek. Katanya sih karena ada mata-mata di perusahaan kita yang membocorkan informasi." Jelas Nath semakin meyakinkan.
“What….mata – mata..” Erika membelalakan mata. Tidak percaya bahwa ada penyelinap di SJH group.
“Kita harus cari tau mata – mata itu, dan buat dia dipecat!” Vika geram.
“Dasar pengkhianat negeri! Perlu dibasmi.” Lanjut Leni berapi – api.
“Misi kita harus dirahasiakan gengs…jangan sampai ketahuan orang lain. Aku bisa bahaya nih.” Nath pura – pura ketakutan.
"Tenang, gak akan kami kasih tau. Rahasia kamu aman bersama kami." Jawab Marni menenangkan.
“Kita bantu pak bos ganteng buat hadapin yang kurang ajar gitu.” Balas Erika.
oooOOOooo
Setelah menyelesaikan makan siang dengan para wanita centil, Nath langsung undur diri dan pergi ke ruangannya. Ia langsung melihat laptopnya untuk mengecek semua data yang ia terima dari informannya. Selain itu, ia mengecek cctv yang ia pasang di ruangan Sastria. Oh ya, cctv itu Nath menyuruh anak buahnya untuk memasang dengan berpura-pura menjadi OB ( Office Boy ). Mereka memasang 2 hari lalu, saat Sastria izin tidak masuk. Ia juga memasangkan beberapa cctv rahasia di beberapa lokasi yang menurut Nath strategis. Hal ini ia lakukan untuk mengawasi semua kegiatan di perusahaan. Terutama di beberapa divisi yang menurut Nath penting. Memang setiap hari seluruh isi kantor di bersihkan oleh OB. Tapi untuk kali ini, Nath memasukkan OB profesional dalam tanda kutip.
Tidak perlu menunggu lama setelah gosip tentang gagalnya proyek Aldo di Bali Nath sebarkan, ia langsung melihat beberapa perkembangan yang terjadi di beberapa cctv yang dipasangkan di sekitaran kantor Aldo. Salah satu gerak gerik mencurigakan ada di dalam ruangan Sastria. Ia menghubungi seseorang dan segera keluar ruangan. Dengan cepat Nath langsung membuka aplikasi spy di laptopnya dan memilih handphone Sastria untuk dimata – matai dan mendengarkan semua pembicaraan Sastria.
“Ya Pak, proyek Bali gagal. Sepertinya revisi saya kemarin berhasil membuat gagal.” Kata Sastria perlahan.
“Bagus. Nanti saya akan langsung temui Akira. Tapi hati – hati. Takutnya kita dijebak.”
“Baik pak.”
“Ok. Jangan hubungi saya lagi. Saya tidak akan pakai nomor ini lagi. Saya akan menghubungi kamu lagi.”
“Baik pak.”
Setelah mendengarkan pembicaraan Sastria dan pria tanpa nama yang tidak diketahui, Nath langsung menyuruh informannya yaitu seorang hacker Australia temannya untuk mengecek siapa yang ditelepon oleh Sastria dan seluruh informasi tentang pria misterius itu.
Oh ya, Nath sebelumnya telah memasang aplikasi di handphone Sastria untuk memata- matai handphonenya. Bagaimana cara Nath bisa melakukan itu, tentu saja sangat mudah. Salah satu teman Nath merupakan wanita penghibur dan juga merupakan salah satu informan Nath. Namanya adalah Gina. Nath menghubungi Gina untuk membantu penyelidikannya. Tentu saja Gina dengan senang hati membantu Nath, karena ia sangat berhutang budi pada Nath. Selain itu juga bayaran yang ditawarkan Nath sangatlah besar. Bisa membantu biaya pengobatan adik Gina. Aplikasi yang diinstal tidak akan terlihat oleh pengguna handphone sendiri. Tugas Gina adalah mendekati Sastria dan menginstal aplikasi yang diperintahkan oleh Nath. Tentu saja itu tugas mudah karena Sastria memang tipe pria yang suka bermain dengan wanita penghibur. Terlebih Gina sangat cantik dan pesonanya tidak akan ada yang mampu menolak. Dengan mudah pula, Gina membuat Sastria bertekuk lutut. Saat Sastria mabuk, Gina langsung menginstal aplikasi tersebut.
Cerita sedikit tentang sisi lain Nath yang tak lain adalah seorang hacker dan mata - mata di Australia. Ia mendalami ilmu hacker dan bergabung dengan para hacker dan mata - mata di Australia dimana mereka sangat tersembunyi. Hanya sedikit orang yang mereka rekrut, karena mereka sangat mementingkan kualitas untuk pelayanan. Masing – masing hacker punya tugas dan keahliannya dan bisa saling membantu jika salah satu anggota tidak bisa mengendalikan kasus mereka. Maka dari itu, Nath meminta bantuan dari salah satu temannya, dan temannya juga meminta bantuan dari Nath. Simbiosis mutualisme.
Mr. X yang berhubungan dengan Sastria sangat lihai, sepertinya ada backup hacker yang ada di belakangnya. Handphonenya tidak bisa terlacak oleh Nath sama sekali dan bagi informannya, juga membutuhkan waktu untuk mengecek semua data dan membuka kunci di semua hal yang berhubungan dengan Mr. X.
Saat ini, Nath hanya bisa mengecek semua chat w******p Sastria dengan Mr. X dimana Mr. X sudah membantu banyak keluarga Sastria selama 1 tahun ini, sehingga untuk membalas jasanya, Sastria harus membantu menghancurkan SJH group. Selebihnya tidak diketahui siapa Mr. X. Nath mengecek lebih dalam untuk mengetahui dari nomor w******p Mr. X, tetapi sepertinya dia selalu mengganti nomor telepon setiap kali menghubungi Sastria. Atau ada algoritma untuk mengacak nomor panggilan kepada Sastria. Agak sulit untuk dicari tahu siapa Mr.X. Dan kemungkinan besar Sastria tidak akan mau memberitahukan yang sebenarnya.
Selain itu juga, banyak chat dan beberapa catatan menarik dari Sastria di w******p dan aplikasi lainnya di handphone, email maupun google cloud yang ia miliki. Mengenai perselingkuhannya maupun keluarganya. Nath hanya bisa tersenyum melihat seorang bapak tua yang mencintai anaknya tapi menyakiti istrinya dengan berselingkuh. Hadeh... capek Nath baca cerita Sastria di chat dan foto - foto mesumnya. Ya mungkin ini bisa dijadikan sebagai......pemicu dibongkarnya fakta dari mulut Sastria.
oooOOOooo
Nath sedang serius mengecek data di laptop, tiba – tiba Aldo datang dan mengagetkannya. Sebenarnya bukan mengagetkan, tapi karena Nath sangat konsen dengan laptopnya sehingga tidak mendengar kalua Aldo memanggilnya.
“Nath…” Panggil Aldo.
Nath masih terdiam melihat laptopnya.
“Woi Nath…” Panggil Aldo sambil mengetuk meja Nath.
“Kenapa Pak? Ngagetin aja sih!” Jawab Nath terkaget.
"Bagaimana hasil gosip yang kamu sebarkan?" Tanya Aldo.
"Sepertinya berjalan dengan sempurna, saya menemukan orang yang tepat untuk jadi tukang gosip." Jawab Nath santai.
"Siapa?" Tanya Aldo penasaran.
"Hahaha.... saya gak tau mereka dibagian apa, tetapi setiap kali saya berada di dalam 1 lift yang sama, mereka selalu bergosip ria. Ya saya manfaatkan saja mereka." Nath masih mengetik di laptopnya.
"Hahah....pinter banget kamu!!!" Aldo tertawa puas.
"Terus bagaimana dengan penyelidikan Sastria, ada kabar apa?" Tanya Aldo penasaran.
"Hmm....." Nath berpikir terlebih dahulu untuk menjawab. Sebenarnya Nath tidak mau Aldo tau mengenai dirinya yang memiliki informan tersendiri, ataupun ia yang sebagai hacker. Tapi, bagaimana caranya membuat Aldo mengerti keadaannya. Nath sangat bingung.
"Gimana sih, di tanya malah bengong."
"Gosip kan sudah on the way menyebar pak, Kita tunggu saja perkembangannya. Selain itu, kita tunggu Akira dapat kabar apa, Siapa tau musuh dalam selimut itu ada menghubungi Akira." Jawab Nath merilekskan punggung dan tangannya.
"Ok, kita tunggu hasilnya. Semoga semua bisa terungkap." Jawab Aldo sambil berharap akan terjadi keajaiban.
See you next chapter yaaa... Love you
Jangan lupa comment dan tap Love ya..... Jangan lupa di follow juga
Muach...muach..muach..
Siez