CHAP 10 – Menyebalkan

2463 Kata
CHAP 10 – Menyebalkan Nath sangat kesal karena dalam 3 hari tidak ada kabar dari Akira, mungkin mr.X tidak mau menghubungi Akira terlebih dahulu. Selain itu juga tidak ada kabar dari informanku tentang kelanjutan Sastria dan Mr. X,  jadi Nath putuskan untuk melakukan suatu tindakan ekstrim yaitu membuat surat kaleng untuk Sastria berisi foto mesumnya dan pesan di dalamnya. Surat itu Nath titipkan ke kurir online dimana ia membuat nama samaran dalam aplikasi tersebut. Nath langsung mengamati gerak gerik di ruangan Sastria lewat cctv setelah ada notifikasi bahwa Sastria telah menerima surat yang ia kirimkan.       MASIH BERANI MANIPULASI PROYEK HOTEL DI BALI???? COBA SAJA!!! FOTO INI AKAN TERSEBAR!   Sastria terlihat sangat tegang dan mengelap keringatnya setelah membaca surat Nath dan foto mesumnya. Sesaat kemudian, Sastria langsung mengambil handphonenya dan membuka aplikasi w******p dan chat kepada seseorang. Nath langsung menyalakan aplikasinya untuk mengetahui apa yang di chat oleh Sastria. Tidak lupa Nath langsung screenshot semua percakapan mereka. Nomor Mr.X berubah kembali. Memang ia sangat lihat dan tak terduga.       Sastria : Pak, Ini ada yang mengancam saya karena rencana Bali.    Sastria : Tolong bantu saya pak. Please. Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan apabila semua foto dan kesalahan saya terungkap.     Mr.X : Jangan bodoh, apapun yang terjadi, itu semua salahmu. Jangan pernah hubungi aku ataupun menyebutkan namaku, atau aku akan bunuh semua keluargamu! Semua tanggung jawabmu!   Nath membaca w******p Sastria, dan langsung mengecek nomor telepon yang digunakan oleh Mr. X. Tapi begitu ia mengecek lokasi dan siapa orangnya. Entah mengapa langsung tertutup dan tidak bisa diakses sama sekali. Sepertinya ada hacker atau ahli IT lain dibalik orang ini. Nath harus bergerak lebih cepat.  Tanpa Nath ketahui, ternyata Aldo sudah datang ke ruangan dan melihatnya sangat serius.Ia segera mendekat sambil melihat layar laptop Nath meskipun dia tidak mengetahui dengan jelas apa yang Nath kerjakan, yang ia tahu, Nath hanya membuka w******p di laptop. "Nath, kamu lagi w******p siapa? Koq serius banget." Selidik Aldo. "Hahah.... Kepo bener pak." Jawab Nath langsung menutup layar laptop. "Hei...jangan ada yang kamu sembunyikan dari saya ya...Saya bisa marah besar kalau kamu tidak jujur." Balas Aldo kesal. "Hadeh pak...masa semua urusan saya bapak mau tau....ini saya kasih tau deh... Itu tuh ada orang yang ajak kenalan di w******p, karena saya ikut dalam program pencarian jodoh." Jawab Nath santai dan tentunya berbohong yang profesional. "Cari jodoh? Bukannya kamu bilang gak suka orang Indonesia...sukanya BULE..." Tanya Aldo penasaran. "Hahaha.....sekarang saya suka sama PAK LE...udah gak BULE lagi pak." Nath bercanda sambil tertawa. "Ampun dah kamu tu...orang lagi sibuk masalah Sastria...kamu malah asik cari jodoh." Protes Aldo. "Ya...kan yang Sastria masih on progress...Masa saya bengong aja sih pak..Mending juga melakukan hal yang berguna buat masa depan donk." Nath senyum-senyum genit. "Terserah deh...Laporan udah selesai kamu cek semua?"  "Udah donk...Itu ada di meja Bapak." Nath langsung menunjuk berkas di atas meja kerja Aldo. "Koq kamu hari ini banyak senyum-senyum. Rasanya menyeramkan. Biasanya ketus gitu. Ngeriiiiiiii...." Ledek Aldo bergidik dan meninggalkan Nath. "Ya elah.....ketus salah, senyum juga salah. Maunya apa toh PAK?" Nath langsung manyun untuk protes kepada Aldo sementara Aldo berlalu sambil tertawa terbahak-bahak puas meledek Nath. Benar-benar bos aneh dan menyebalkan!!     oooOOOooo   Pagi yang cerah, sinar matahari masuk melalui celah tirai kamar Nath. Matahari seolah tersenyum padanya untuk membangunkan dari mimpi indah. Sabtu pagi adalah hal yang menyenangkan, menghilangkan penat dan saatnya jalan-jalan. Olahraga pagi ke tempat gym di apartemen sepertinya menyenangkan. Memang di apartemen mewah, sudah disediakan sarana gym dan kolam renang. Benar - benar sangat membantu diri Nath yang sudah lama tidak olahraga dan mager untuk keluar dari apartemen.  Nath langsung bersiap dengan menggunakan sport bra berwarna pink, celana legging senada, rambut di cepol ke atas yang memperlihatkan leher jenjangnya dan jaket warna hitam. Perut Nath yang biasanya rata, sudah mulai terlihat ada lemak seperti orang hamil. Memang benar - benar harus membakar lemak yang banyak setelah 1 minggu bekerja dan terlalu banyak duduk. Di tambah dengan Aldo yang selalu memesan makan siang yang enak dan berlemak di kantor untuknya yang membuat diri Nath selalu kalap bila melihat makanan yang Aldo pesan. Aldo berkata bahwa Nath harus lebih banyak di dalam kantor daripada banyak bergaul dengan grup BOHAI itu. Selain itu, penyelidikan terhadap Sastria semakin membuat Nath penasaran. Jadinya ya.... Nath lebih banyak duduk daripada berolahraga. Saat di ruangan gym, terlihat beberapa pria dan wanita yang sedang berolahraga, kebanyakan dari mereka adalah expatriat alias bukan orang Indonesia. Nath langsung memilih treadmill untuk berjalan terlebih dahulu selama 10 menit dan dilanjutkan dengan kecepatan lebih tinggi seperti lari hingga 15 menit kemudian. Rasanya sangat lelah berolahraga setelah lama tidak berolahraga. Saat Nath beristirahat sambil minum air mineral, tiba-tiba ada bule tampan yang mendekati dan mengajak berbicara.  "Hi, Can I sit here?" Tanya pria bule itu. ( Hi, boleh saya duduk di sini?) "Sure, please." Nath tersenyum ramah mempersilahkan bule tersebut duduk di sampingnya. ( Tentu saja, silahkan ) "What is your name miss? I think I never see you here. Oh...My name is Anthony. You can call me Tony" Anthony memperkenalkan diri. ( Nama kamu siapa nona? Sepertinya saya tidak pernah bertemu anda di sini. Nama saya Anthony. Kamu dapat memanggilku Tony) "My name is Nathania. You can call me Nath or Nia. Yeah, I just arrived in Indonesia just for 1 week." ( Nama saya Nathania. Kamu dapat memanggil saya Nath ataupun Nia. Saya baru sampai Indonesia selama 1 minggu. ) "Where do you from? I'm from US." (Kamu berasal dari mana? Saya berasal dari Amerika Serikat.) "I'm from Indonesia, but I moved to Melbourne from high school." Nath sambil tersenyum. (Saya berasal dari Indonesia, tapi saya pindah ke Melbourne sejak SMA.) "What are you doing here in Indonesia? Are you working here?" (Apa yang kamu lakukan di Indonesia? Apakah kamu bekerja di sini?) "Sure...and what are you doing in Indonesia?" (Tentu saja dan apa yang kamu lakukan di Indonesia?) "Hmm...my client from Indonesia call me, so i have to finish my project here."  (Hmm...Klien saya dari Indonesia memanggil , jadi saya harus menyelesaikan proyek saya di sini.) "Oh..i see." Nath sambil senyum. (Oh... saya mengerti.) "Can I have your phone number?"  (Bisakah kamu memberikan nomor telepon?) "Sure...08180909xxx."   (Tentu saja...08180909xxx) "Ok, Can I call you. So, we can hangout together."  (Ok, Dapatkan saya menghubungi kamu? Jadi kita bisa keluar bersama?) "Ok, it's sound nice. Since I don't have friend too in Indonesia." Nath kembali tersenyum manis. (Ok, kedengarannya menyenangkan. Karena saya tidak memiliki teman di Indonesia juga.) "Sure...I call you next time.. Let's have some fun." (Tentu saja..Saya akan menghubungi kamu lain waktu. Ayo kita bersenang-senang.) Di sisi lain, Aldo melihat Nath dari belakang, Nath sedang bersama seorang pria bule, dan ada tidak nyaman yang ia rasakan. Mungkin bisa disebut dengan cemburu. Tapi mungkin masih terlalu dini untuk dikatakan cemburu. Aldo melihat keseluruhan pakaian Nath yang kurang bahan, leher jenjang yang terlihat karena Nath menguncir rambutnya dan rasanya ingin segera memakaikan jaket untuk menutupi tubuh Nath yang terlihat seksi, apalagi Nath sedang berkeringat. Tidak rela rasanya Nath dilirik pria lain. Aldo harus mengambil tindakan agar Nath menjauh dari laki – laki bule itu. Aldo merasa harus mengganggu pembicaraan mereka. Dengan sigap, Aldo mendekati Nath dan menepuk pundaknya. "Nath, ngapain kamu kesini? Ini siapa?" Tanya Aldo yang membuat Nath kaget. Aldo seperti tidak senang saat Nath berbicara dengan bule ganteng itu. "Hmm...temen baru. Mau sekalian kenalan?"  "Anthony...Let me introduce you, This is Aldo, he is my boss in office." Nath mengenalkan Aldo dan Anthony. (Anthony, perkenalkan, ini Aldo dan dia adalah boss di kantorku.) "Hi.. Aldo." Aldo sambil menjabat tangan Anthony. "Anthony." Jawab Anthony singkat dan sepertinya tidak mau berlama-lama berbicara dengan Aldo. "Sorry...i will go first, i have an appointment." Anthony pamit. (Maaf, saya harus pergi terlebih dahulu, ada janji dengan orang lain.) "Sure...bye Anthony. See you." Nath melambaikan tangan untuk berpisah dari Anthony. (Tentu saja, selamat tinggal Anthony. Sampai ketemu lagi.) Anthony segera berlalu dari Nath dan Aldo berdua. Dan menyebalkan sekali, saat liburan seindah ini ketemu cowok bule yang ganteng eh malah ketemu Aldo lagi. Memang Nath sayang dengan Aldo, tapi kalau tiap hari bertemu...lama-lama menjadi menyebalkan... Hahah.... "Kamu tuh diajak kenalan sama orang gak jelas... bisa akrab-akrab aja." Protes Aldo. "Orang gak jelas gimana? Orang ganteng gitu masa dibilang gak jelas. Kapan lagi ketemu bule ganteng Pak.......di kantor pemandangannya PAK - LE terussssss... Cuci mata lah…udah pedih ini mata lihat local terus." Ledek Nath menjulurkan lidah. "Pak Le.... enak ajah. Banyak wanita yang tergila-gila sama saya sampai mereka menawarkan tubuhnya untuk saya sentuh...Cuma kamu doank yang aneh. “ "Itu kan mereka pak, bukan saya. Kan bapak tau saya gak terlalu suka yang local…doyannya yang interlokal. Udah pak gak usah protes lagi.” “Lagian kamu tu ngapain sih pake baju begini terbuka....Mau cari perhatian cowok atau gimana?" Tanya Aldo sambil memperhatikan Nath dari atas sampai bawah. Ya ampun pak...kamu tuh manusia jaman apa sih? Jaman batu ya? Ini kan baju olahraga. Masa mau olahraga pake baju daster?" Ledek Nath sambil membusungkan d**a kepada Aldo. "Ya mungkin lebih baik pake daster daripada pake baju kurang bahan gitu."  "Hahaha....makin kenal bapak koq rasanya semakin kepo dan banyak ngatur banget dah!!" Protes Nath semakin kesal "Ya abis lemak di perut kemana-kemana aja pake sport bra....apa gak malu? Ntar dibilang cewe hamil lagi." Ledek Aldo. "Ini saya bisa genduttttt karena bapak.. 1 minggu di keep di kantor.. gak bisa jalan kemana - kemana. Tanggung jawab pak!!!" "Tanggung jawab apaan...emank saya ngapain kamu? Hamil?" Tawa Aldo sekaligus meledek. "Hamil...sembarangan ngomong... gini-gini saya masih perawan...Mana mungkin bisa hamil !!!!" Bentak Nath kesal. Ia tidak sadar apa yang dibicarakan. Sampai begitu sadar, Nath langsung menutup mulutnya. Dasar bodoh..kenapa bisa keceplosan gitu di depan Aldo. Rutuk Nath dalam hati. "Wah ada perawan ternyata....udah jadi perawan tua kamu kalau di luar negri ! HAHAHAH...kamu gak laku kali ya di luar negri, galak banget sih, jadinya sekarang perawan tua... biasanya kan di luar negeri itu bisa free sex." "Sembarangan kalau ngomong pak...Saya ini masih mudah banget dan saya gak doyan free s*x !!!!!! Bukan perawan TUA!" "Hahah...kan biasanya perilaku di luar seperti itu...kirain saya kamu sama." "Ah capek lah ngomong sama bapak...bener-bener gak jelas. Udah deh mending saya balik ke unit aja...SABTU menyebalkan karena ada pengganggu menyebalkan! Huffff....." Aldo tertawa terbahak-bahak melihat Nath kesal dan bermuka merah. Entah kenapa dari kecil Aldo memang sering mengganggu Diana sampai ia marah. Mungkin itu kesenangan Aldo saat menjahili Diana..dan sekarang, saat Diana sudah mengganti identitas menjadi Nathania...hal itu masih saja terjadi. Benar-benar tidak bisa menghindari nasib di buli oleh Aldo. oooOOOooo Nath sangat kesal hari sabtu cerianya menjadi hari menyebalkan. Nath segera pulang ke unit untuk mandi dan setelah itu, ia akan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan. Di kulkasnya rasanya sudah seperti kutub utara... Hanya ada es saja... tidak ada makanan apapun. Setelah membersihkan diri, Nath langsung mencari pakaian di lemari. Pilihannya jatuh pada baju crop top berwarna orange bergaris putih ada kerut di atasnya seperti baby doll ditambah dengan celana jeans. Nath merias diri dengan make up tipis, karena Nath sangat malas untuk bermake up tebal, rasanya seperti topeng. Oh ya... parfum bubble gum tidak boleh lupa, selain itu sling bag berwarna hitam yang berisi hanya dompet, kunci unit dan handphone.  Saat Nath keluar dari unit, tiba-tiba ia melihat Aldo yang sudah rapi dengan pakaian polo casual dan celana denim.  Aldo melihat Nath dari belakang, Ia memperhatikan Nath dari atas hingga bawah, dan ia sangat terpesona. Nath memiliki wajah yang baby face. Mungkin orang bisa menganggap Nath masih berumur 18 tahun. Dan pakaian yang Nath gunakan itu mengapa selalu kurang bahan. Ada perasaan insecure dalam diri Aldo jika melihat Nath. Aldo merasa takut kehilangan. Entah kenapa ada rasa seperti itu, padahal mereka baru sebentar berkenalan dan bekerja bersama. Tapi perasaan Aldo sudah hampir melebihi batas untuk Nath. Tidak mau menunggu lama, Aldo langsung menyusul Nath dan memulai pembicaraan saat menunggu lift datang.  "Mau kemana?" Tanya Aldo. "Jalan - jalan." "Ke?" "Kepo deh pak....." "Hahaha.....galak bener sih jadi cewe.. ampun dah..Ntar perawan terus kalau galak banget !" "BODO AMAT!!!!" "Serius... saya mau ke keluar, kalau kamu mau dan searah, sekalian aja sama saya perginya." "Duh pak.... males banget ketemu bapak seharian. Mending saya pergi sendiri aja deh." "Itu baju ga terlalu terbuka ya?? Perut kemana-kemana apa gak masuk angin?" Goda Aldo. "Ini namanya...model jaman NOW!!! Do you understand GRANDPA ?" "Hahah...model gitu sih harusnya buat anak-anak kali atau ABG. Masa uda tua pakai model gitu." "BAPAK ALDO YANG TERHORMAT........BAWEL BANGET SIIIIIII !! MAU DIGEBOK YA?" Aldo langsung tertawa sangat puas melihat Nath kesal dan Nath semakin kesal karena lift yang ia tunggu belum juga sampai. Sepertinya lift itu berhenti di tiap lantai dan itu menyebalkan sekali. Benar-benar Mood Disruptor.  "Eh lift nya uda sampe tu.. yuks naik." Ajak Aldo. "Bapak dulu aja deh.. saya tunggu lift berikut." Jawab Nath malas dan mengusir Aldo dengan lambaian tangannya. Dengan seketika tiba-tiba Aldo menarik tangan Nath masuk ke dalam lift. Karena tarikan itu, Nath membentur d**a Aldo dan tidak sengaja Aldo langsung memeluknya agar Nath tidak terjatuh. Berpelukan sebentar dengan Aldo rasanya seperti treadmill 1 jam. Membuat jantung Nath berirama tak beraturan. Wangi maskulin dan d**a bidang Aldo seakan membius Nath untuk terus memeluknya dan tak rela melepasnya. Nyaman rasanya jika berada di dekat Aldo walaupun dia sedikit menyebalkan. "Udah kelar peluknya?" Aldo menyadarkan Nath. Sebenarnya Aldo sangat gugup dengan pelukan yang terlalu erat dengan Nath. Jantungnya sudah tidak kuat menerima, mungkin jika di EKG, sudah tidak beraturan bentuknya. Wangi bubble gum dari tubuh Nath seakan membuatnya ketagihan hingga mabuk kepayang. Wangi seperti Diana. Bibir mungil dan hidung mancung. Benar – benar sangat membuat kangen Aldo terhadap Diana. Dan Aldo harus sadar kalau ini adalah Nathania bukan Diana. "Hadeh...siapa juga mau peluk pak. Itu karena bapak yang menarik tiba-tiba tangan saya. Makanya terlihat seperti itu. Saya kan kaget." Nath berusaha menenangkan diri. "Tapi seneng kan...akhirnya setelah lama jadi perawan tua...Ada cowok yang dipeluk juga." Goda Aldo sambil matanya berkedip genit dan posisinya masih memeluk Nath dengan erat. "Bapak gak salah ya??? Perasaan yang jomblo sampai mamanya cariin cewe itu BAPAK deh....sampai di bilang GAY!!!! Bapak tu yang JABLAY......Jarang di belai...BENER kan!!!!" Balas Nath puas dan langsung melepaskan pelukannya. "Hahahah....." Muka Aldo memerah. Kesal tapi harus tertawa. Itu yang sedang Aldo alami. Menyebalkan karena Nath tau rahasianya. Menyenangkan juga karena bisa berpelukan dengan Nath. Mungkin rasanya seperti Nano nano. "Yang tiap malam cuma bisa liatin majalah pria dewasa tanpa bisa melihat bentuk cewek yang beneran....Menyedihkan juga nich PERJAKA TUA!" "Hahahah...." Aldo hanya bisa tertawa mendengar semua ejekan Nath. Mau bagaimana lagi, semua yang Nath katakan adalah kebenaran bagi Aldo. "TINGG...."Bunyi lift akhirnya datang juga. "Bye pak." Nath segera bergegas pergi meninggalkan Aldo dan segera mencari taksi untuk membawanya ke salah satu mall. See you next chapter yaaa... Love you Jangan lupa comment dan tap Love ya..... Jangan lupa di follow juga Muach...muach..muach.. Siez  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN