Pengakuan Harsa

955 Kata
Istriku Mengandung Cucuku(11) (Pengakuan Harsa) POV Harsa Aku Menatap mama yang tengah duduk diatas kasur namun matanya menatap kosong sembari mengelus perut nya yang buncit. "Mah...!!"panggilku pelan. "Harsa..masuk sini" ucap mama sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk sembari berjalan mendekati mama. "Mama kenapa?" Tanyaku. "Ini Gelang kamu Sa?" Ucap mama sambil menyodorkan Gelang hitam. Aku terdiam menatap gelang hitam itu iya benar itu adalah milikku dari mana mama Alda dapat Gelang itu. "Dapat dari mana mah?" Tanyaku balik sambil tertunduk. "Kamu..kamu ingatkan kejadian malam itu Sa?" Tanya mama penuh penekanan. Aku hanya bisa terdiam sambil mengingat kejadian malam itu kejadian yang disengaja namun menimbulkan bekas luka hingga sekarang. *** Saat ituuu...... "Harsa..!!!"panggil bang Rivan sambil menghampiriku. "Apa?"ucapku malas aku yakin pasti ada yang ingin bang Rivan bicarakan tak biasanya ia masuk kedalam kamarku. "Sa papa mau nikah lagi" ucap bang Rivan Lesu sambari tersandar diranjang. "Serius bang!!" Ucapku kaget sambil menghentikan aktivitas bermain laptop. "Iya bener, papa sendiri yang bilang kalo dia kesepian selalu sendirian"ucap bang Rivan. "Kan belum tentu, lagian sama siapa?"tanyaku heran. "Lo dibilangin gak percaya, Alda namanya nih fotonya"ucapnya sambil menyodorkan ponselnya. "Muda amat bang" ucapku heran sambil melihat foto itu. "Ya emang , eh Sa gua punya rencana bagus nih "ucapnya antusias. "Apa?" Tanyaku malas ternyata papa dan mama tidak ada bedanya hanya memikirkan kebahagiaanya saja. "Lo gak mau kan punya ibu tiri yang usianya gak jauh dari usia lo makanya gue udah nyusun rencana buat membatalkan pernikahan mereka"ucapnya sambil tersenyum. "Iya apa bang" ucapku penasaran. "Tapi kamu ya Sa yang melakukannya tugasku hanya menyusun rencananya agar berjalan mulus"ucapnya lagi. "Apa yang harus aku lakukan bang?" Tanyaku tak mengerti. "Perkos* Alda.."bisiknya sambil tersenyum. "Gak mau bang Dosa"tolak ku. "Ayolah Sa lagian kamu gak rugikan melakukan itu"ucapnya meyakinkan. "Abang aja.."ucapku. "Harsa coba kamu pikir kalo dia itu udah rusak otomatis papa gak akan mau nikahi dia "ucapnya meyakinkan. "Lo takut ,tenang Abang kan ada" ucapnya lagi. "Abang udah selidiki dimana rumahnya dimana tempat kerjanya dan juga kemana saja ia sering pergi jadi tugas kamu itu hanya merusaknya "ucapnya terus mamaksaku. "Oke..." Ucapku singkat. "Malam ini dia makan malam diKafe Rembulan pulangnya sendirian kamu tinggal tunggu dijalanan sepi dekat kafe itu"ucapnya lagi. "Abang tau dari mana?" Tanyaku. "Sudahlah itu tidak penting yang terpenting adalah kamu lakukan saja tugasmu"ucapnya tersenyum. "Kok gua jadi takut ya bang , kalo ketahuan bagaimana"ucapku ragu. "Lo ngapain pakai parfum gua, yaelah santai aja kali"ucapnya. "Iseng bang"ucapku sambil tertawa. "Udah cepat sana.."perintahnya. Aku melirik jam ditanganku ternyata sudah menunjukan pukul 9 malam sungguh jalanan yang begitu sepi sadari tadi tidak ada satupun orang yang melintas . sudah hampir satu jam aku berada disini namun perempuan yang dikatakan bang Rivan itu tak juga melintas. "Permisi mas boleh nanya?" Ucap perempuan yang menggunakan dress panjang berwarna pink dan juga jilbab hitam. Aku hanya mengangguk pelan. Ada gak yah angkutan umum jam segini?" Ucapnya sambil menatapku dengan tatapan aneh. "Mas kok diem aja , mohon maaf apa mas bisu" ucapnya pelan. Apa dia perempuan yang dimaksud Bang Rivan enak aja dia bilang aku bisu tapi kalo dilihat cantik juga dia, gumamku. Aku menggeleng sembari menunjuk kearah mobil berharap ia mengerti maksudku tanpa harus kukatakan. "Mas mau ngantar saya?" Ucapnya dengan bodoh. Tanpa membalas ucapannya aku langsung menarik tangannya menuju mobil. Aku segera menjalankan mobilku menuju rumah kontrakan itu berulang kali ia berteriak minta diturunkan namun aku hanya abai akan teriakannya. Setelah sampai dikontrakan aku segera menarik paksa tangannya dan mendorongnya ke kasur dan mematikan lampu. Aku yang semula melakukan ini karena terpaksa mulai dikuasai oleh nafsu aku terbuai akan cantiknya wajah Alda dan melakukan itu diluar batasku. Aku mengambaikan tangisannya berulang kali ia mencakar dan memukulku dan juga hendak meraih handphonenya. Ia menarik kalungku dan juga gelangku dan apapun yang melekat di tubuhku. *** "Ini Gelang kamu kan?" Ucap mama Alda lagi. "Iya" kalimat singkat itu keluar bagiku saja dari mulutku. "Ternyata benar Harsa kamulah yang telah memperkosa ku"ucapnya sambil menatapku. "Maaf.."ucapku lirih. "Kenapa kamu jadi lemas begitu bukankah kamu dulu begitu bernafsu menghancurkan hidup orang yang tak punya salah padamu"ucapnya lagi air mata mulai mengalir dari sudut matanya. "Tolong maafkan aku , sungguh aku menyesal"ucapku sambil terduduk. "Apa kata maaf bisa mengembalikan semuanya"ucapnya lagi. "Harsa jika kau memang tak mau aku jadi ibu sambungmu harusnya kau katakan malam itu bukan malah melakukan hal menjijikan seperti itu"bentaknya aku hanya bisa terdiam. "Aku menyesal Alda" lirihku tak terasa air mata jatuh dari sudut mataku. "Kau menangis Harsa, apa kau tidak malu menangis dihadapan anakmu"ucapnya dengan nada tinggi. "Tolong Alda maafkan aku" ucapku sambil menyeka air mataku. Alda Menarik paksa tanganku menyuruhku menyentuh perutnya namun aku berusaha menolak aku merasa begitu berdosa terhadap Mereka "Kanapa kau tidak mau menyentuhnya bukankah ini hasil perbuatanmu"ucapnya sambil menarik tanganku lalu menyuruhku mengelus perutnya. "Maafkan Ayah ya nak.." hanya kalimat itulah yang bisa aku ucapkan. "Kau merasa kau adalah Ayah Mereka Harsa?" ucap Alda. "Ya Alda apa itu Salah"entah kalimat apa lagi yang harus aku ucapkan. "Aku tidak merasa begitu, aku bahkan tidak Sudi kau jadi Ayah dari anakku"ucapnya lagi. "Lantas aku harus bagaimana Alda?" Tanyaku bingung. "Aku tidak mau anakku nantinya malu punya ayah sepertimu , lebih baik dunia tidak tau bahwa kau ayah dari anakku"ucapnya sambil menatapku dengan tatapan jijik. ucapan Alda benar - benar menghancurkanku mau bagaimanapun mareka tetaplah anakku. "Alda maafkan aku , aku janji akan berubah"ucapku sambil menatapnya. "Jangan minta maaf padaku Harsa, lihatlah mereka harus menanggung semua ini karena ulahmu"ucapnya dengan Ekspresi sulit dijelaskan. "Dan satu hal lagi menjauhlah dariku karena sungguh aku sangat membencimu Harsa"ucapnya sambil membuang pandang. "Alda tidakkah kamu bisa memaafkanku , aku tau aku salah tapi tolong maafkan aku"ucapku memohon. Awalnya memang aku tidak mau melakukan itu tapi aku dikuasai nafsuku saat tau ternyata Alda begitu cantik . Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN