Istriku Mengandung Cucuku(12)
(Ada apa dengan Istri dan anakku)
POV Hendra
Aku berjalan memasuki kamar kulihat Alda tengah terdiam sambil menatap keluar jendela.
"Kamu kenapa sayang?" Tanyaku sambil melonggarkan dasiku.
Namun Alda tak menanggapi ucapanku ia masih saja terdiam tanpa menoleh ke arahku.
"Alda..!!" Panggilku sambil menghampiriku.
"Eh_iya mas , U-dah pulang ya" ucapnya gugup sambil mengusap pipinya.
"Kamu nangis..."ucapku sambil mengegang pipinya.
"Enggak_ cuma kelilipat kemasukan debu" ucapnya sambil berjalan menjauh seolah menghindar dariku.
"Alda kamu kenapa sebenarnya?" Tanyaku heran semakin hari sikap Alda semakin berubah.
"Enggak kok mas , oh ya mas mau mandi atau mau langsung makan" ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"Mas mau langsung mandi saja , gerah" ucapku sambil meraih handuk.
Alda kembali terdiam dan menatap bingkai Foto disudut ruangan sambil berdiri cukup jauh dariku.
Setelah mandi aku merasakan keanehan aku tak menemukan Alda didalam kamar kemana dia aku berjalan menulusi semua ruangan namun nihil aku tak menemukan Alda dimanapun sampai...
"Alda kamu ngapain disini?" Tanyaku pada Alda yang berdiri disamping ranjang Harsa.
Namun Alda hanya terdiam apa mungkin Dia tak mendengar suaraku.
"Alda kamu lagi apa?" Tanyaku lagi kali ini aku berjalan mendekatinya.
"Eh Mas..." Ucapnya keget lalu tersenyum kearah ku.
"Kamu ngapain dikamar Harsa?" Tanyaku heran sambil menatap Harsa yang masih tidur.
"Aku mau bangunin Harsa" ucapnya spontan .
"Buat apa? , kalo kamu butuh apa - apa tinggal bilang sama mas?" Tanyaku heran sambil menatapnya lalu menariknya menjauh dari tempat tidur Harsa.
"Aku mau minta dibelikan Bakso" jawabnya yang membuatku menatap heran.
"Tapi Alda ini sudah malam apalagi diluar Hujan lebat" ucapku sambil menatap jam yang sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.
"Tapi aku mau...,mas kan gak bisa jadi biarkan Harsa saja yang melakukannya, dia gak akan marah kok"ucapnya sambil tersenyum manis.
"Tapi apa Harsa mau ini sudah malam Alda lagian apa ada orang jual Bakso jam segini" ucapku berusaha memberi pengertian.
Alda tak bersuara terlihat kekecewaan dari raut wajahnya yang membuatku merasa tak tega.
"Yaudah mas bangunin Harsa dulu" ucapku sambil berjalan mendekat tempat Tidur Harsa.
"Harsa.. bangun" ucapku sambil menggoyang tubuhnya.
"Iya ada apa?" Ucap Harsa sambil mengucek matanya lalu bergantian menatapku dan Alda.
"Mama kamu pengen Bakso kamu bisa gak beliin" ucapku .
Harsa tak langsung menjawab ia menatap Alda lalu melihat keluar jendela.
"Iya pah bisa"ucapnya sambil turun dari kasur.
Tumben tumbenan dia mau biasanya dia paling susah kalo dimintai tolong.
***
Ketika sedang terlelap tiba - tiba aku mendengar seperti suara seseorang memanggil dan ketukan pintu.
Dimana Alda kenapa dia tidak ada dikamar bukannya tadi dia sedang tidur , gumamku.
Aku berjalan menuruni anak tangga ternyata Alda sedang duduk diruang tamu sambil menyimak televisi tak biasanya ia terjaga malam - malam begini.
Dan yang anehnya lagi sumber suara itu dari arah pintu depan aku berjalan mendekatinya lalu mengintip dari jendela.
Ternyata yang mengetuk pintu itu Harsa terlihat ia basah kuyup dan menutupi kepalanya dengan kemejanya agar tak terkena percikan air hujan.
"Harsa lama sekali kamu" ucapku sambil membuka pintu.
"Ehh udah pulang mana pesenan mama" ucap Alda senang Dan meraih kantong plastik yang ada ditangan Harsa.
Harsa hanya diam ia menatap Alda begitu lama lalu mengusap pipinya dan tersenyum.
"Sudah sana ganti baju basah kutub gitu" ucapku pada Harsa sedangkan Alda langsung berjalan menuju dapur.
"Alda kenapa tadi pintunya gak kamu buka kasian Harsa kelamaan diluar apalagi udara sedang dingin begini" ucapku pada Alda yang tengah sibuk Makan Bakso.
"Gak dengar aku tadi kalo Harsa udah didepan" ucapnya santai.
Masa sih gak dengar aku saja yang berada dikamar atas bisa mendengarnya walau samar sedangkan Alda yang berada diruang tamu tidak mendengar suara Harsa.
"Kamu yakin gak denger kan kamu duduk diruang tamu tadi" ucapku lagi.
" Iya mas, lagian kamu kenapa sih Harsa aja gak marah " ucapnya kesal.
" Gak gitu sayang maksud mas Harsa itu anti banget sama air hujan sekali kehujanan biasanya ia akan lengsung jatuh sakit" ucapku.
"Ohh" ucap Alda singkat dan terkesan cuek dengan keadaan padahal Harsa kehujanan karena dia ingin Bakso.
"Mau kemana kamu Alda?" Tanyaku.
"Mau kekamar Harsa " ucapnya sambil berjalan menaiki tangga.
"Mau ngapain lagi?" Tanyaku lagi.
"Menurut mas" ucapnya malas.
Apa mungkin Dia mau memastikan kalo keadaan Harsa baik - baik saja .
***
"Apa itu sakit , apa kau tidak dapat menahannya Harsa" ucap Alda
Aku Menghentikan langkahku kala mendengar suara dari kamar Harsa.
" Ahhh sakit , Maafkan aku mah" lirih Harsa .
Apa yang mereka lakukan?, Batinku.
"Udah mah sakit , aku salah apa bukan kah aku sudah minta maaf" ucap Harsa suaranya seperti memohon.
Aku langsung masuk kedalam kamar terlihat noda darah berceceran Dilantai dan juga kasur.
"Ada apa ini?" Tanyaku heran seketika wajah Alda berubah drastis sedangkan Harsa membuang pandangannya sambil mengusap pipinya yang terlihat basah.
Alda hanya terdiam menatapku sementara Harsa memegang satu lengannya terlihat darah segar mengalir namun ia berusaha menghentikan nya dengan tangan satunya lagi.
Sedangkan Dress yang Alda kenakan juga ada bercak darah apa Harsa menyakiti Alda atau sebaliknya.
" Tangan kamu kenapa Harsa?" Tanyaku.
"Luka pah , tapi aku tidak apa - apa kok" ucap Harsa sambil tersenyum.
" Kerena apa?" Tanyaku lagi.
" Jatuh pas lagi beli Bakso tadi , itu karena gak hati - hati , sudah besar tapi otak gak dipakai" jawab Alda ketus sambil berjalan pergi.
Alasan yang diucapkan Alda cukup tidak masuk akal pasalnya tadi saat Harsa pulang aku tidak melihat kalo dia luka lalu kenapa berdarahnya baru sekarang.
Bersambung-