Istriku Mengandung Cucuku(13)
(Kenapa Sekarang Alda Berubah)
POV Rivan
Saat aku berjalan menuruni anak tangga tak sengaja aku melihat Alda sedang berdiri didepan kompor Gas didapur karena tak ingin berlama - lama penasaran maka aku berjalan menghampirinya.
"Mama lagi ngapain?" Tanyaku saat melihat ia tengah memasak air.
Alda tak menjawab ia langsung mematikan kompor dan membawa air panas itu menuju lantai atas.
Mau apa Dia?, Batinku.
Aku berjalan pelan mengikuti langkahnya sampai Alda berhenti didepan kamar Harsa.
Betapa terkejutnya aku saat melihat Alda menyiramkan air panas itu pada tubuh Harsa tepatnya diarea bawah perut.
"Aggrhh..." Teriak Harsa sambil bangun lalu menatap Alda yang tersenyum senang.
Ada apa dengan Alda kenapa dia melakukan itu bukan kah itu kejam.
"Bangun dong Sayang ini sudah siang" ucap Alda lembut sambil duduk didekat Harsa.
Terlihat Harsa hanya terdiam sambil mengelap celananya yang basah dengan selimut tak sedikitpun ada kemarahan di wajahnya.
"Sakit ya? Bakal nimbulin luka gak?" Tanya Alda sambil menatap Harsa dengan tatapan aneh.
"Rasanya Sakit mah...,Mama kenapa?" Tanya Harsa heran.
"Ini belum seberapa Sayang masih ada lagi untukmu ,setelah itu untuk Abangmu" ucap Alda sambil tersenyum.
Apa yang akan Alda lakukan padaku kenapa dia jadi mengerikan seperti itu , apa yang sebenarnya terjadi padanya?.
"Aku tau aku salah mah tapi aku kan sudah minta maaf" lirih Harsa .
Alda tak menjawab ia hanya tersenyum sungguh Alda sekarang berubah mengerikan.
"Tapi, tak apa kok mah asal mama bahagia sakiti saja aku aku gak akan marah, " ucap Harsa tersenyum.
"Tapi walaupun sudah menyakitimu aku masih saja belum bisa memaafkanmu Harsa" ucap Alda lagi sambil berjalan menuju pintu .
Aku segera mundur perlahan aku Takut Alda akan tau kalo sadari tadi aku menguping pembicaraan mereka.
Setelah Alda keluar dari kamar Harsa aku segera masuk untuk menanyakan hal ini kepada Harsa.
"Sa..ini ada apa sebenarnya?" Tanyaku pada Harsa yang masih duduk ditempat semula.
Harsa hanya diam sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"Harsa lo kenapa Hah? Apa lo udah gak waras?" Ucapku sambil menggoyangkan tubuhnya.
Namun dia masih saja terdiam entah apa yang sedang ia pikirkan.
"Harsa Alda menyiramkan Air panas padamu apa itu tidak panas apa itu tidak sakit" ucapku mulai kesal.
"Sakit bang, apa Abang ingin merasakan jadi aku" ucapku setelah sekian lama terdiam.
"Kalo sakit ya lawan masa kalah sama perempuan hamil ,apa kamu sudah tidak dapat melawan?"ucapku lagi.
"Bagaimana perasaan Abang kalo lagi tidur diperlakukan begitu , apa Abang akan marah?" Tanya Harsa.
"Ya jelas marah lah, ini juga kenapa tangan kamu luka semua gini apa kerena Alda juga?" Tanyaku lagi saat melihat lengannya penuh dengan goresan.
"Iya bang ini juga karena Mama Alda,jangan tanya bagaimana rasanya tentu saja sakit benar - benar sakit tapi..." Ia menahan kalimat akhirnya.
"Eh bod*h kenapa kau biarkan dia melukaimu ,apa kau sudah tak sayang pada nyawamu?" ucapku kesal melihat ekspresi Harsa yang pasrah saat Alda menyakitinya.
"Ini tidak sebanding dengan pembuatanku padanya bang" jawabnya sambil menatapku.
"Perempuan Seperti Alda memang pantas mendapatkan itu dia hanyalah perempuan gatal dan gil4 harta" ucapku.
"Tidak bang kau salah menilai Alda , Alda adalah perempuan baik bahkan dulu Alda adalah seorang perempuan yang begitu memperhatikan penampilannya dia tak pernah berpakai terbuka " ucap Harsa.
"Tapiii itu kan hanya menurutmu , Alda menikah dengan papa hanya kerena harta coba kau lihat setelah menikah dengan papa Alda tak pernah lagi memakai jilbab" ucapku lagi.
"Iya itu karena dia merasa tubuhnya kotor karena aku telah memperkos*nya aku sungguh menyesal telah melakukan itu pada Alda , aku sekarang sadar bang Alda tidak punya salah pada kita tapi kita begitu kejam padanya" ucap Harsa lagi.
"Sudahlah Harsa kau tak perlu peduli dengannya kau ingat jika sampai kau mati kau tak akan masuk Surga kau akan masuk Neraka" ucapku lagi.
"Aku tau aku banyak Dosa tapi aku ingin berubah aku ingin memperbaiki hidupku "tuturnya.
"Mau kau bagaimanpun kau tetap tidak dapat menghapuskan dosa akibat berzin* kau telah memperkos* Alda Dosamu itu sudah banyak" ucapku lagi sambil berjalan pergi meninggalkan Harsa.
***
"Van kamu dari mana saja ?" Tanya Alda saat aku hendak berjalan menuju dapur.
"Aku dari lantai atas" ucapku sambil menatapnya aku tak menyangka perempuan selembut Alda bisa berubah mengerikan begitu.
"Nih minuman buat kamu" ucapnya sambil menyodorkan gelas kearah ku.
"Gak makasih" tolak ku aku yakin minuman itu sudah ditaroh racun didalamnya.
"Yaudah kalo tidak mau" ucapnya sambil meminum minuman itu.
"Kenapa sih Kamu mau menikah dengan papamu?" Tanyaku.
Alda hanya diam Sambil tersenyum penuh makna.
"Dan apa kau yakin kalo bayi yang sedang kau kandung itu anak papa?" Tanyaku lagi.
"Tidak Rivan, ini adalah keponakanmu"ucapnya sambil mengelus perut buncitnya.
"Keponakan, apa maksudmu?" Tanyaku tak paham.
"Kau tidak paham? Tanyakan saja pada Harsa dia tau semuanya" ucapnya lagi.
Harsa benar - benar sudah gila kenapa dia mengaku pada Alda kalo dia yang telah memperkosa nya.
Dan apa sudah pasti itu anak Harsa kalo memang benar ya bagus dong biarkan Harsa menanggung ini toh itu adalah ulahnya sendiri.
aku takut itu bukan keponakanku tidak bisa kubayangkan jika itu terjadi hancur berantakan semua rencanamu.
Bersambung-