Aku Tau Aku Yang Salah

842 Kata
Istriku Mengandung Cucuku (8) ( Aku Tau Aku Yang Salah) POV Harsa Hari ini akan menjadi hari yang tak akan terlupakan bagiku karena hari ini adalah hari dimana hancurnya hidupku. "Harsa mama boleh nanya gak?" Ucap Mama sambil duduk disampingku. Aku hanya menganggapinya dengan senyuman dan anggukan kecil. "Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari mama dan papa?" Tanya nya lagi dengan raut wajah serius. Aku langsung menggeleng cepat sembil tertunduk Enggan menatap. "Katakan saja mama janji mama gak akan marah" ucapnya lembut dengan senyum penuh arti. "Enggak ada kok mah , emang kenapa mama bilang begitu?" Tanyaku Heran. Mengapa Mama menanyakan hal itu apa dia sudah tau yang sebenarnya. "Mama tau kok kalo Abang kamu sering memberi mama obat tidur dan berniat untuk meniduri mama" ucap Mama spontan . "Maksud mama apa?" Tanyaku. "Sudahlah Harsa mama tidaklah bodoh"tuturnya sambil mengalihkan pandangannya. Aku hanya terdiam tanpa mau menatap mata mama Sambungku itu. "Mah kapan mama tau?" Tanyaku hati - hati. Mama Alda hanya terdiam lalu ia mengelus perutnya pelan. "Harsa apa kamu ingin tau sesuatunya?" Ucapnya setelah sekian lama terdiam. "Apa?" Tanyaku penasaran. "Secara medis hitungan hari dan bulan kehamilan mama lebih dulu dibandingkan pernikahan mama dengan papa kamu" jawabnya lesu. "Jadi...?"ucapku semakin penasaran. "Jadi dede kembar yang tengah mama kandung ini bukan adik kamu Harsa" ucapnya terlihat air mata mengalir dari sudut matanya namun dengan cepat ia mengusapnya. "Jadi kalo bukan adikku terus apa?" Tanyaku lagi sungguh perasaanku semakin tak karuan. "Entahlah Harsa..."ucapnya menunduk. "Mama kok ngomong gitu , ada apa sebenarnya apa mama ada main dibelakang papa" ucapku berusaha santai. "Harsa...sebelum mama menikah dengan papamu mama pernah diperkos* " ucap mama yang membuatku terdiam . "Kapan mah?" Tanyaku berusaha tidak tersudutkan situasi. Mama pun dengan pelan menceritakan semua kejadian malam itu sejujurnya aku sudah tau karena akulah orang itu , orang yang telah memperkos* Mama Alda. "Harsa maafin mama ya karena udah menghancurkan keluarga kalian , mama janji kalo kalo anak mama udah lahir mama akan segera minta cerai kepada papa kalian"ucapnya dengan air mata. "Jadi anak yang sedang mama kandung ini anak siapa mah?" Tanyaku pelan namun otak dan hatiku tengah berperang. "Kemungkinan besar anak orang itu , orang yang telah merusak hidup mama orang yang paling mama benci"tutur mama matanya memandang dengan tatapan kosong. Aku hanya terdiam untuk kesekian kalinya aku tak dapat menanggapi ucapan mama. "Jika mama bertemu dengannya apa yang akan mama lakukan?" Tanyaku . "Mama gak akan izinkan dia menyentuh anak mama apalagi mengakui dia adalah ayah dari anak mama sungguh mama tidak Sudi"ucap mama terlihat jelas kebencian Dimata mama. "Apa mama tidak akan memaafkannya?" Tanyaku lagi. "Memaafkan tidaklah mudah Harsa butuh waktu , tapi apakah manusia seperti itu akan mudah mengakui kesalahannya" ucap mama menatap ku. "Oh ya satu lagi tolong rahasia kan ini dari papa nanti kalo anak ini sudah lahir mama sendiri lah yang akan menceritakan kepada papa" pinta mama. Aku hanya mengangguk mamaksakan untuk tersenyum. *** "Sa Lo kenapa lemes amat?" Ucap bang Rivan menghampiriku. "Bang..mama udah tau kalo Abang suka nidurin mama" ucapku spontan. "Ah masa sih emang kamu kata siapa?" Tanya nya santai. "Kata dia sendiri bang , dan dia bakal minta cerai sama papa setelah anaknya lahir" jelasku . "Bagussss dong kalo gitu" ucap bang Rivan tanpa dosa. "Bagus darimana, Abang emang tau sebabnya apa?" Tanyaku kesal. "Apa..?" Tanya nya . "Dia udah tau bang kalo anak itu bukan anak papa" jawabku. "Lah bagus dong Sa , kalo dia pergi "ucapnya masih dengan kalimat yang sama. "Bang lo Gil* ya, dia itu pasti bakal nyari gue orang yang telah memperkos*nya" ucapku geram. "Ah lebay gini nih coba Lo pikir belum tentukan Lo bapaknya "ucapnya santai. "Lantas, Abang yang sudah menghamili Alda" tuturku sambil mengalihkan pandangan. "Bisa jadi , udah ah gak usah dipedulikan dia itu orang miskin setelah cerai dari papa pasti hidupnya dijalanan nanti pasti anaknya kelaparan terus mati deh" ucap bang Rivan. "Gil* banget lo bang..!!" Hardikku. "Harsa lo bodoh atau gimana coba lo pikir setelah dia keluar dari rumah ini hidup kita bisa aman tentram"ucapnya lagi sambil tersenyum. "Mana mungkin aman bang ,coba abang saja yang berpikir kita udah menghancurkan hidup seorang perempuan yang sama sekali tak punya salah kepada kita" tuturku. "Peduli apa gua sama dia" ucapnya santai. "Dan satu lagi kalo benar itu anak Lo apa Abang tega ngebiarin anak Abang mati kelaparan"ucapku sambil menatapnya. "Sudahlah biarkan saja.. Anaknya pun tidak berguna anak haram "ucapnya kesal. "Ucapanku terdengar sama sekali tidak berguna, berbicara dengan orang yang tak punya hati seperti Abang" ucapku sambil berjalan pergi. *** "Mama lagi ngapain mah?" tanya saat melihat mama memegang kalender . Mama hanya menggeleng sembari tersenyum simpul. "Apa mama tidak marah dengan bang Rivan ?" Tanyaku. "Marah kenapa?" Tanya nya balik. "Karena kejadian itu" ungkapku. "Enggak kok buat apa mama marah kan memang tubuh ini sudah kotor dan ternoda"ucapnya sambil meneteskan air mata. Ini tidak adil untuk ku kenapa mama hanya membenciku tidak dengan bang Rivan bukankah ini salah kami berdua. Apa memang ini alasan bang Rivan menyuruhku untuk memperkosa Alda karena dia tak ingin disalahkan dikemudian hari. Bersambung-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN