Siapa Ayah Kandungnya

788 Kata
Istriku mengandung Cucuku (4) (Siapa Ayah Kandungnya) POV Harsa "Harsa Abang pengen ngomong sebentar.."ucap bang Rivan menghampiriku yang tengah asyik memainkan laptop ku. "Ngomong apa?" Tanyaku malas. "Menurut loh siapa ayah dari bayi itu?" Tanya nya balik. "Gue gak tau , lagian loh kenapa nanya gue"ucapku santai. "Gue yakin seratus persen kalo lo bapak kandung bayi itu"ucap bang Rivan spontan. "Lo kok gitu?" Tanyaku heran. " Ya karena lo duluan yang memperkosa dia jadi itu pasti anak lo"ucapnya santai. "Lah mana bisa gitu, bisa aja kan dia itu emang anak papa, adik kita"ucapku menutupi rasa takut. "Enggak mungkin anak papa Harsa..!!" Ucapnya emosi. "Lantas kenapa lo gak mau disalahin kan lo juga laki - laki dan lo juga pernah menidurinya kenapa cuma gue yang salah"ucapku kesal. " Ya karena gue..." Bang Rivan tidak melanjutkan kalimatnya. "Lo kenapa hah?" Tanyaku kesal. "Ya karena usia Lo lebih muda daripada gue nah pasti mainnya lebih jago daripada gue walaupun lo ngelakuin cuma sekali"jelasnya tanpa rasa malu. "Usia tidak bisa dijadikan pedoman untuk menentukan akar dari masalah"ucap ku kesal. "Agghhh....pokoknya kita harus tes kesuburan"ucapnya marah. "Buat apa tes kesuburan itu tidak akan membantu, lagian gue gak pernah mau melakukan ini, semua ini rencana abang kan"ucapku sambil menatapnya dengan tatapan tajam. "Ya kali lo udah duluan gue dapat sisa Lo, gue juga yang salah"ucapnya lagi. " Lo lucu banget bang yang nyuruh lo nidurin mama siapa"ucapku sambil tertawa. Sejujurnya perkataan bang Rivan benar - benar membuatku takut karena jika semua itu benar maka hancur sudah hidupku. Memang aku yang duluan melakukan itu pada Alda tapi apa itu bisa dijadikan alasan kalo aku ayah dari bayi itu. *** "Bang berhenti dong, kalo Abang kasih obat tidur terus sama mama entar bayi didalam kandungannya bisa keguguran"ucapku sembari menghampiri bang Rivan yang tangah membuat jus . "Lah malahan bagus dong kalo keguguran berarti masalah kita selesai "ucapnya santai. "Jangan gila bang.."ucapku sambil menepis cangkir ditangannya hingga tumpah dilantai. "Harsa Lo apaan sih... Kalo gak dikasih obat tidur gimana mainnya"ucapnya kesal. "Bang Lo tau gak gue cuma sekali ngelakuin hal itu dan gue menyesal banget , nah gue gak bisa dihitung udah berapa kali gue lihat Abang keluar dari kamar mama"ucapku sambil membereskan pecahan beling. "Peduli apa sih , perempuan kek gitu emang pantas mendapatkan perlakuan kek gini"ucapnya. "Bang tolong jangan kek gitu lagi"ucapku setengah memohon. "Harsa Lo lupa ya dari kecil kita sudah berusaha keras untuk membuat mama dan papa rujuk tapi apa kehadiran dia justru menghancurkan segalanya"ucap bang Rivan iba. "Tapi dia gak salah bang , aku nyesel udah memperkosa dia malam itu" ucapku lagi sembari melangkah pergi. "Harsa ingat ya kalo Lo berani halangin rencana abang, Abang bakal bilang ke papa kalo Alda sedang mengandung anak kamu" ancamnya namun aku tak menanggapi. *** "Mama kenapa?" Tanyaku menghampiri mama yang tengah berbaring ditempat tidurnya. "Harsa perut mama sakit...!!!" Ucapnya sambil memegang perutnya. "Sakit karena apa?" Tanyaku sambil berjongkok didekat tempat tidurnya. Mama hanya menggeleng pelan air mata mengalir dari sudut matanya. "Udah jangan nangis..!" Ucapku sembari mengelus pelan perutnya mama hanya menatap heran. "Harsa kamu ngapain?" Tanya mama aku hanya menggeleng pelan dan menatapnya. "Masih sakit?" Tanyaku. "Udah enggak kok "jawabnya cepat. "Ohh gitu..."ucapku sambil berdiri lalu hendak berjalan pergi. "Harsa kamu ngapain dikamar papa?" Tanya papa saat ia baru memasuki kamar. "Perut mama sakit pah sebaiknya papa temani mama" ucapku sambil berlalu pergi. *** Beberapa bulan berlalu pagi itu saat aku tengah menonton televisi tiba - tiba papa dan mama pulang sambil tertawa. "Ada apa pah kok kayanya seneng banget?" Tanyaku. "Ini papa sama Mama habis dari dokter kandungan lihat Dede bayi"ucap papa senang. "Terus kenapa senyum - senyum?" Tanyaku heran. "Dede bayinya kembar" jawab papa sembari tersenyum kearah ku. "Apa?...Kembar...!!"ucapku kaget. "Iya emang kenapa kamu gak senang bakal punya adek dua langsung sekaligus" ucapnya mama heran. "Seneng kok mah pah..."ucapku tersenyum. "Yaudah kalo gitu mama sama papa istrirahat dulu ya"ucap papa aku hanya mengangguk. Kembar, satu aja bikin ribet kenapa harus kembar , gumamku. "Harsa...!!" Panggil bang Rivan. "Gue punya kabar bagus tau" ucapnya senang. "Apa..?" Tanyaku malas. "Liat nih..." Ucapnya sembari menyodorkan sebuah tablet obat. " Ini apaan bang?" Tanya sambil mengambil bungkusan obat itu. "Ini obat penggugur kandungan.." jawabnya sambil tersenyum. "Buat apa?" Tanyaku heran. "Masa gak tau , nanti kamu kasih ke mama sambung kita biar masalah kita cepat selesai"ucapnya lagi. "Enggak mau ah bang..."tolak ku . " coba deh lo pikir kalo kita melakukan hal ini maka bebas sudah beban pikiran"ucapnya senang. "Tapi dosanya bakal kepikiran sampai Mati" ucapku. "Ayolah Sa demi mama kita "ucapnya memaksaku dengan mengatas namakan mama . Aku terdiam sambil melirik obat itu aku tak bisa membayangkan begitu besar dosa yang akan kami dapat jika kami berusaha menyingkirkan bayi tak berdosa apalah dua sekaligus. Bersambung-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN