19. Malam Keakraban

1633 Kata
Acara yang diadakan secara mendadak berkat usulan dari anggota OSIS akhirnya terlaksanakan setelah satu minggu persiapan. Setiap ekskul mengirimkan perwakilan minimal lima orang. Semua berkumpul di sebuah lapangan di antara tengah-tengah hutan. Kiri kanan mereka terdapat hutan yang kalau malam pasti akan terlihat seram. Acara ini dinamakan malah keakraban, berhubung dari pertama masuk sekolah belum ada acara selain MOS untuk murid baru. Jadi, anggota OSIS memutuskan mengadakan acara ini untuk mempererat hubungan antara kakak kelas dan adik kelas. Sasa yang menjadi bagian dari OSIS sedari tadi sibuk mendata nama-nama siswa kelas X, begitu juga nama murid kelas XI yang merangkap jadi panitia untuk dua hari satu malam ke depan. "Gue kira lo enggak bakalan ikut," ucap Fiera. "Secara lo selalu mengatakan bukan anak alam, dan sekarang gimana rasanya anak rumahan berada di alam bebas?" "Enggak terlalu buruk karena gue bukan sendirian, lagian mama izinin juga karena ada Kaisar." "Given juga ada." "Mungkin dia bakalan mantau pacarnya," ucap Nathalie meskipun dia tau apa yang dikatakan sama sekali tidak sesuai fakta. "Sasa sibuk banget, pasti dia kecapean." "Gak apa-apa, setidaknya dia bisa lupa sama kehaluannya kalau lagi sibuk begini." "Gue ngakak karena anak ekskul sepak bola mendadak menjadi panitia keamanan semua." Fiera melihat ke arah keberadaan pacarnya yang sibuk mengatur dan menghitung murid yang datang. Daffrin dan Alastair sibuk memarkirkan beberapa sepeda motor yang dibawa oleh panitia. Sedangkan Rayn melihat-lihat ke sekeliling hutan untuk memastikan bahwa tidak akan ada binatang buas. "Cocok aja sih, lagian badan mereka pada jangkung juga." Nathalie dan Fiera mengambil peran menjadi mentor saja. Nathalie diminta menjadi mentor kelompok delapan, sialnya dia tidak tau akan dipasangkan dengan Given lagi. Sedangkan Fiera menjadi mentor kelompok sepuluh bersama Jaki. Nathalie rasa akan ada pertempuran ringan di antara dua manusia itu. Dimana Jaki yang jahil harus bersanding dengan Fiera yang mudah emosian. Upacara pembukaan resmi dilaksanakan setelah magrib. Pihak OSIS mengarahkan semua siswa untuk berkumpul bersama mentornya masing-masing. Dari 320 total murid baru, yang datang di acara ini hanya sekitar 280 orang. Selain itu mereka berhalangan hadir dengan beberapa alasan yang dimaklumi oleh pihak penyelenggara. Ada dua puluh kelompok yang dibentuk untuk mensukseskan acara ini, setiap kelompok terdiri dari 14 siswa. Nathalie memandu anggota kelompoknya untuk berada di sisi lapangan dan dekat dengan keberadaan tendanya. Waktu perkenalan antara panitia dan peserta adalah tiga puluh menit, setelah itu akan shalat isya, makan malam dan dilanjutkan dengan penampilan yel-yel. "Lo yang mulai dulu," ucap Nathalie. Seperti dugaannya pasti akan ada beberapa siswi yang terpana dengan Given, Nathalie merasa wajar karena dia juga pernah berada di posisi itu dan mungkin sampai sekarang juga merasakan hal yang sama. Hanya saja faktor perbedaan status membuatnya tidak boleh menunjukkan secara terang-terangan lagi. "Selamat malam adik-adik." "Malam, Kak." "Perkenalkan nama Kakak Given Arkana, dari kelas XI IPS 1 dan Kakak juga kapten di ekskul futsal." "Kakak keren banget." "Kakak juga ganteng banget." "Makasih untuk pujiannya. "Nah, kita lanjut ke Kakak satunya. Di sebelah Kakak yang cantik ini namanya Kak Nathalie Serena, panggil aja Kak Natha. Dia anggota ekskul penyiaran lho. Pasti kalian udah beberapa kali dengerin suara dia pas siaran pagi." Padahal Nathalie ingin memperkenalkan dirinya sendiri, namun karena sudah dilakukan oleh Given dia hanya tersenyum saja kepada anggota kelompoknya. "Kalian berdua pacaran?" tanya salah satu murid cowok. "Nah, iya. Aku juga dulu pas awal-awal sekolah sering lihat kalian bareng dan dekat banget." "Bukannya Kak Given pacaran sama anak kelas X juga ya?" "Velia bukan sih namanya? Yang berhasil gabung di tim cheerleaders sekolah." "Dulu Kakak sama Kak Nathalie emang pacaran, sekarang udah enggak." "Kenapa bisa putus, Kak?" "Itu masalah pribadi, gak boleh di ceritain," ucap Nathalie. "Maaf, Kak. Karena udah enggak sopan." "Iya, gak apa-apa kok." "Sekarang kita langsung siapin yel-yel gimana?" usul Given. "Boleh, Kak." "Ada yang pernah jadi anggota Pramuka?" tanya Nathalie. "Biasanya anak Pramuka jago yel-yel nih." Mereka melanjutkan perkenalan dan membuat yel-yel sampai batas waktu yang ditentukan, selanjutnya beralih ke shalat isya dan acara makan malam bersama. Nathalie mengambil nasi bungkus yang sudah disediakan beserta sebotol air mineral. Dia melangkah mendekati teman-temannya yang lain, termasuk Alastair dan ketiga sahabatnya yang sudah tidak menjaga area parkiran lagi. "Capek gak sayang jagain parkiran?" tanya Fiera. "Enggak kok, cuma susahnya ada beberapa motor yang gak bawa gembok. Jadi harus dijaga ekstra biar enggak hilang." "Gue herannya kenapa ada yang bawa motor ya, padahal jelas-jelas peraturannya enggak boleh ada yang bawa motor. Kalau gini kita juga yang capek." Rayn mengeluh. "Beberapa ada yang mabuk mobil, jadi mau gimana lagi. Kalau enggak ada yang bawa motor fungsi kita sebagai panitia keamanan apa? Cuma label doang?" "Benar juga kata Daffrin, kok gue enggak ingat ke situ ya." Daffrin merangkul bahu Rayn. "Itu karena memori otak lo udah penuh, perlu di restart dan dibuang hal-hal enggak penting." "Lo gimana Ra, aman sama Jaki?" tanya Nathalie. "Emosi yang ada, itu orang selain usil juga hobi banget gombal. Sifat dan tingkah lakunya hampir sama kayak Alastair." "Kenapa malah bawa-bawa gue, jelas aja gue sama si Jaki itu beda ya. Gue lebih ganteng," ujar Alastair lalu menyengir. "Tapi lebih usil Jaki sih bagi gue." "Ciee yang belain Alastair," goda Sasa di ikuti oleh siulan Rayn. "Lama-lama lo berdua cocok juga ya, kenapa enggak PDKT terus jadian aja?" tanya Nathalie baru menyadari. "Apa yang Nathalie bilang benar juga, kenapa gue enggak sadar. Malah sibuk jodohin Nathalie sama Alastair doang, padahal ada pasangan satu lagi." "Apaan sih lo berdua, selera gue itu setara Jaehyun NCT." "Rayn juga mirip kok sama Jaehyun, cuma kalah jauh aja." Ucapan dari Natha mengundang tawa puas Sasa. "Makan, jangan asik gosip. Kita lagi ada di perkemahan bukan di cafe, batas waktu makan udah ditentuin." Andre yang selalu memiliki pemikiran paling dewasa di antara mereka semua mengingatkan teman-temannya. Memang mereka kebanyakan lupa waktu jika sudah bersama-sama. "Yah, lele." "Lo enggak suka lele?" tanya Alastair. "Gue enggak bisa makan ikan selain yang dari laut," ucap Nathalie. "Siniin bungkus nasinya," pinta Alastair. "Mau lo apain?" "Minta tuker, gue dengar tadi ada beberapa yang isinya telur buat orang-orang yang alergi dan enggak suka ikan ini." "Alastair romantis banget ya." Fiera menyenggol Nathalie. "Lumayan." Arah mata Nathalie tertuju kepada keberadaan Given yang kembali bersama Velia sekarang, mereka duduk berdekatan dan beberapa kali Velia menyandarkan kepalanya di bahu Given. Nathalie sungguh tidak mengerti dengan konsep hubungan tersebut. Dia kembali teringat dengan kata-kata Kaisar. Kita tidak pernah tau rahasia apa yang disembunyikan di setiap hubungan, cuma mereka yang benar-benar tau kenyataannya. Mungkin saja Given dan Velia sedang bersikap romantis karena di hadapan umum, selebihnya apa yang Velia katakan emang benar. Bahwa dia tidak menyukai Given, selain karena alasan kesepakatan perjodohan yang direncanakan oleh orang tua mereka. "Lo beruntung, bukan dapat telur malah dapat ayam nih. Pasti karena gue yang ambil makanya dapat door prize." "Nasib baik lagi berpihak buat gue, makasih Alastair." "Sama-sama, waktu makan tinggal lima belas menit lagi. Gak boleh ada yang ngomong, nanti malah enggak kenyang." Mereka fokus makan tanpa bercanda lagi, Alastair sebenarnya juga tidak terlalu menyukai lele. Hanya saja saat menukarkan tadi cuma tersisa satu bungkus saja yang isinya ayam, jadi terpaksa dia harus memakan nasi dengan sayuran saja. Nathalie yang peka karena melihat Alastair tidak menyentuh ikan lelenya berinisiatif menawarkan dengan caranya sendiri. "Ayamnya gede, mau bagi dua gak? Gue takutnya enggak habis." "Yah, gue juga bakalan kenyang makan ikan ini apalagi tambahin ayam." Lihatlah, Alastair masih berusaha berbohong. "Pokoknya gue mau bagi dua, daripada ayamnya mubazir." "Ikan gue bakalan mubazir kalau gitu." "Pokoknya bagi dua, Al." Fiera yang melihat interaksi mereka diam-diam tersenyum. Nathalie sepertinya mulai peduli dengan Alastair, buktinya dia peka dengan keadaan. Setelah makan malam bersama dilanjutkan dengan acara di depan api unggun, beberapa ada yang menampilkan bakat secara sukarela. "Gue juga mau tampil," ucap Alastair dengan membawa gitar yang tadi dipinjamkan dari Andre. Sasa yang bertugas menjadi MC langsung mempersilahkan Alastair untuk tampil. Dengan percaya dirinya dia duduk di kursi yang disediakan. "Lagu ini gue persembahkan untuk seseorang yang spesial." "Cuit cuit, gas." Rayn berseru heboh. "Yok bisa yok, buat dia peka." Andre ikutan berteriak. "Lagu ini dipersembahkan untuk Nathalie Serena," teriak Daffrin terang-terangan. Fiera dan Sasa tertawa ngakak, sedangkan Nathalie mendadak merasakan pipinya menghangat. Alastair mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan bait demi bait dari lirik lagu tersebut, hingga sampailah dibagian lirik favoritnya. I want you to know I love you the most I'll always be there right by your side 'Cause baby, you're always in my mind Just give me your forever (give me your forever) I want you to know That you'll be the one And I'll be the guy who'll be on his knees To say I love you And I need you And say I'd die for you (just give me your forever) Semua merasa takjub mendengarkan suara Alastair, meskipun ini bukan kali pertama cowok itu bernyanyi di hadapan banyak orang. Pasti setelah acara ini semakin banyak yang menyukai Alastair. Nathalie mengabadikan momen tadi melalui rekaman video di ponselnya. Alastair terlihat keren apalagi memakai hoodie hitam seperti sekarang, rambutnya juga acak-acakan menambah kesan mempesona. "Gue dengar bakalan ada jurit malam, bener gak Sa?" tanya Fiera. "Kayaknya sih, berlaku buat semua termasuk panitia yang bukan dari kalangan OSIS." "Enggak adil banget, ya kali anak OSIS doang yang bakalan gak ikutan," protes Fiera meskipun sebenarnya dia juga menyukai acara jurit malam. Tapi rasanya tidak adil kalau hanya dirinya dan Nathalie yang harus berpartisipasi sedangkan Sasa berada di posisi aman. "Enggak seru, maunya jurit bertiga." "Benar apa kata Natha, lagian lo di OSIS juga bukan jabatan tingkat tinggi. Pasti bakalan disuruh ikut juga." "Ngomong jabatannya biasa aja dong, mentang-mentang lo ketua ekskul silat." "Ciee ngambek, gue cuma mau lo ikut." Fiera menoel-menoel pipi Sasa yang sengaja dikembangkan. "Iya-iya, gue bakalan minta ikut juga. Supaya kita bisa seru-seruan kayak pas kelas X dulu." Nathalie sontak memeluk leher Fiera dan Sasa dengan tangannya. "Foto bareng yuk, jangan lupa update insta story."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN