Setelah dari kantor polisi, Ilham mengantarkan Ayesha ke apartemen miliknya. Menurutnya, di sana akan lebih aman ketimbang di rumah mereka. Hanya untuk berjaga-jaga karena Evan bisa saja kembali lagi ke sana. Dan lagi, di apartemen ada Syifa yang bisa menemani Ayesha. Dia pun sudah menjelaskan situasi pada Syifa. “Ingat, untuk hari ini, jangan keluar apartemen, jangan membuka pintu untuk sembarang orang. Pokoknya jangan ke mana-mana sebelum aku kembali.” Ilham berpesan sebelum pergi. Ayesha mengangguk paham. “Fa,” Ilham menoleh pada adiknya. “Siap, Bos! Kak Esa aman sama Syifa, Syifa udah bela-belain nggak kuliah nih.” Ilham tersenyum. “Abang takut dia juga tahu tentang kamu, Fa.” Syifa mengulum senyum. “Syifa ngerti kok.” Ilham menatap Ayesha, lantas mengecup keningnya sesaat sebelu

