Selamat membaca .... . . . Gita menepis tangan Kallan yang terulur hendak menyentuh pipinya yang membiru. Hal tersebut sontak membuat pria itu terperangah tak percaya. "Ingat batasanmu, Kallan! Aku adalah kakak iparmu," peringat Gita, menuding wajah Kallan dengan telunjuknya. Akan tetapi, lelaki muda itu seperti tak peduli dengan peringatan Gita. Ia lebih peduli dengan kondisi perempuan itu yang tengah terluka secara fisik. Dan Kallan yakin jika itu adalah perbuatan kakaknya sendiri. "Aku tahu itu. Tidak perlu kau ingatkan. Tapi, aku juga tak akan tinggal diam mengetahui perbuatan buruknya terhadapmu." Kallan masih berdiri di hadapan Gita. Maniknya tak sedikit pun beralih dari pipi lebam Gita. "Jangan sok tahu kamu. Suamiku tidak mungkin berbuat buruk padaku. Aku seperti ini karena

