Sepupu Ganteng...

1895 Kata
“ Om, kamu marah?” Tanya Nara. Sejak tadi di kantin, Farzan sama sekali tidak membuka suara. Mungkin kata kata lanjut usia menyinggung perasaannya. Karena walau bagaimana pun Farzan adalah sosok idaman para wanita “ Om.” Nara menghadang langkah Farzan menuju mobilnya. Menyentakkan lamun pria berusia 30 tahun itu. “ Minggir!” Celetuk Farzan mendorong tubuh Nara menyingkir dari hadapannya “ Ish, tadi sok romantis, pegang pegang tanpa izin. Sekarang malah jutex. Dasar kepribadian ganda.” “ Sudahlah! Minggir!” Farzan justru mengabaikan Nayara dan bergegas memasuki mobilnya. Ia melaju tanpa sepatah kata pun. Meninggalkan Nayara yang mencibir kesal “ Padahal kalau mantan ya mantan saja. Gengsi amat.” Gumamnya kemudian beranjak. Farzan bahkan tidak menawarinya untuk pulang bersama. Benar benar sedingin itu... Sementara itu, di mobil.. Farzan terus diam, menatap jalan dengan tatapan kosong. Seolah ada kenangan miliknya yang terukir di setiap pandangan. Kenangan yang sangat sulit untuk dilupakan. 13 tahun yang lalu .. Saat ia masih mengenakan seragam putih abu abu, senyum Eliana masih sama. Gadis itu, adalah gadis tercantik di sekolah, paling baik dan paling manis. Sayangnya, ia seolah terpaku hanya pada satu nama, Farzan Adikara. Statusnya yang merupakan kekasih Farzan, sang ketua OSIS, membuat semua pria enggan mendekat dan hanya bisa mengagumi Eliana dari jauh. Eliana bekerja sebagai model sejak usia belia, dan itu sering kali membuat Farzan marah karena tubuh indah kekasihnya seakan menjadi konsumsi publik semata. Hingga sore itu... Kenangan yang terjadi, tidak akan pernah Farzan lupa seumur hidupnya “ Kau sudah baik baik saja?” Tanya Eliana memegang keningnya yang masih terasa hangat. Ya, sore itu Eliana menjenguk Farzan yang sedang sakit. Sudah 2 hari pemuda itu tidak masuk sekolah usai bertengkar dengan teman sekelasnya karna cemburu temannya itu mengoleksi foto foto Eliana yang digunting dari setiap majalah. “ Hei kau masih marah? Farzan, amarahmu bisa menghancurkanmu. Berhentilah bersikap kekanakan.” Eliana memegang lembut tangan kekasihnya itu. Farzan memang pemarah, tapi Eliana bagaikan pawang yang mampu meredam amarahnya. Bagaimana Farzan bisa melupakan Eliana, sedangkan sejak kecil mereka telah sering bersama. “ Kau mencintaiku?” Tanyanya membuat gadis itu mengulas senyum “ Apa yang membuatmu meragukan perasaanku?” “ Banyak hal, mereka mengagumi dirimu, aku juga. Mereka diam diam menyukaimu, aku juga. Perbedaannya hanyalah aku pacarmu dan mereka bukan. Tidak ada yang berbeda, karena itu aku selalu saja marah. Apa spesialnya status ini! Aku bahkan ragu kau benar benar mencintai dan ingin bersama diriku selamanya.” Tekan Farzan. Wajah tampannya terlihat benar benar marah Eliana mengerti, ia sudah sering menghadapi sikap Farzan yang seperti ini sebelumnya. Namun apa yang diinginkan Farzan, ia tidak bisa memberikan itu. Eliana bersikeras mempertahankan kehormatan dirinya, setidaknya sampai mereka menikah. Dan itu membuat Farzan sangat marah. “ Farzan, aku sangat mencintaimu. Percayalah! Aku benar benar sangat mencintaimu.” Hiburnya. Farzan menarik tangannya dari genggaman Eliana “ Aku ingin kita putus!” Gertaknya menatap gadis itu tajam. “ Farzan?” “ Aku tidak mau memiliki kekasih yang disukai semua orang sampai sampai tidak ada waktu untukku!” “ Farzan. Tolong jangan bicara seperti itu. Aku tidak mau putus!” Tolak Eliana enggan. Bola mata indahnya mulai berkaca kaca Farzan melepas selimutnya kemudian berdiri menjajari kekasihnya itu. “ Kau bisa mencari laki laki yang lain. Kau mudah menemukannya bukan?” Ujarnya enteng “ Aku hanya mencintaimu.” Farzan melangkah ke arah pintu kemudian menutupnya rapat “ Jika kau benar benar mencintaiku, kau tidak akan ragu untuk menjadi milikku.” Tekannya memaksa “ Farzan...” Eliana meneteskan air mata “ Kalau kau memang mencintaiku, kau tidak akan menolakku bukan?” Senyumnya kemudian mendekati Eliana, membelai rambutnya lembut kemudian mengangkat dagu gadis itu agar menatapnya “ Jangan sekarang Farzan!” Pintanya sedih “ Kenapa? Kau meragukanku? Kau ingin aku menyudahi hubungan ini?” Senyum pemuda itu dingin Eliana menggeleng pelan “ Aku tidak mau kita putus.” Jawabnya sendu “ Kalau begitu, kau akan menurutiku bukan?” Farzan mendekati wajah Eliana kemudian mengecup lembut bibirnya. “ Lepaskan semua pakaianmu! Aku ingin melihat apa yang tidak pernah orang lain lihat sebelumnya, hanya aku!” Perintahnya berbisik. “ Farzan, kau egois.” Tangis Eliana “ Tapi kau mencintaiku bukan!” Senyum Farzan kemudian melepaskan kancing seragam Eliana. Membuat gadis itu memejamkan mata saat satu persatu pakaiannya lucut tak bersisa. Tidak hanya pakaian, bahkan harga dirinya hilang di ranjang Farzan hari itu. Ya, hari itu, Eliana menyerahkan dirinya. Dan hubungan mereka setelah itu, menjadi lebih intim dari hanya sekedar pasangan pacaran. Cccctttttttt “ Dasar orang kaya gila!!” Teriak tukang sayur yang hendak menyeberang jalan dan hampir saja menjadi korban tabrakan. Farzan tersadar dari lamunannya, ia mengusap rambutnya jengah. Bisa bisanya Farzan masih mengingat jelas semua kenangannya bersama Eliana. Wajah pemuda itu memerah, ia menghela napas beberapa kali kemudian kembali melaju pulang. Setibanya di rumah... “ Dari mana saja kamu? Riko bilang kamu tidak masuk kantor hari ini?” Bumi sudah mencegatnya di ruang tamu. Farzan mengidahkannya, ia berpaling dan hendak beranjak “ Farzan! Aku ini ibumu! Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini? Dari mana kamu? Rika bilang kau memintanya naik taxi dari kampus gadis kampung itu. Kau juga membelikan barang barang baru untuknya!” Teriak Bumi kesal Farzan menghentikan langkahnya di anak tangga kemudian menoleh malas, ibunya selalu saja ingin tahu dan menyetir hidupnya “ Kalau mama sudah tahu semuanya, kenapa mama masih bertanya padaku?” Jawabnya dengan alis terangkat “ Untuk apa kau membuang buang uang demi gadis itu hah? Kau tidak berniat menikahinya bukan? Jangan membuat darah tinggi mama kumat Farzan!” Tekan Bumi dengan wajah memerah “ Aku mau menghabiskan uangku untuk siapa, kenapa mama yang ribut? Sudahlah, aku sangat lelah. Sebaiknya mama diam agar darah tinggi mama tidak kumat.” Senyum sinis pria itu kemudian menaiki tangga. Iya sama sekali tidak peduli. “ Farzaaaann!!!” Teriak Bumi kesal Melihat tingkah putranya yang sudah sangat keterlaluan, Bumi bergegas ke kamarnya, meraih tas dan kunci mobil lalu bergegas ke luar. “ Nyonya, anda mau ke mana?” Tanya Riko di ambang pintu “ Cepat keluarkan mobilku dari garasi. Aku tidak akan membiarkan gadis miskin itu meraup semua harta keluargaku!” Perintahnya menyerahkan kunci mobil ke tangan Riko yang langsung mengerti, ke mana arah pembicaraan itu. Sementara itu, Di sana... Nayara baru tiba usai pulang dari kampus. Ia bergegas memasuki rumah dan merebahkan dirinya di kursi yang terbuat dari kayu. “ Tapi kalau Om itu memang punya mantan pacar secantik itu, kenapa dia justru seperti ingin membuat gadis bernama Eliana itu patah hati ya? Kelihatannya Om itu gagal move on deh. Apa semua orang kaya itu membingungkan? Hm. Ayah, Seandainya ayah masih hidup, ayah pasti akan menyesal pernah ingin menjodohkanku dengan Farzan. Dia tidak semanis ayahnya.” Gumamnya kemudian berdiri dan melangkah menuju kamar. “ Baju ini tidak nyaman, aku ingin pakaian lamaku.” Ujarnya saat melihat lemari pakaian. Mau bagaimana lagi, semua pakaiannya sudah lenyap akibat ulah Farzan yang diktatornya mengalahkan penguasa batil Nayara hendak melentangkan tubuhnya ke ranjang. Sebelum... Tok tok tok Terdengar suara ketukan pintu yang cukup keras “ Siapa?” Tanya Nayara bergegas ke luar kamar Tok tok tok Bunyi ketukan itu semakin keras Saat Nayara membukanya... “ Tante.” Ujarnya pucat. Yap, benar, Bumi. Bumi berdiri dengan wajah segarang malaikat kematian di ambang pintu rumah Nara, menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki “ Ada apa tante?” Tanya Nara. Bumi tak menjawab, ia justru mendorong tubuh Nara menyingkir dan memasuki rumahnya tanpa izin. Amarahnya semakin meluap saat melihat banyak sekali tas belanja yang belum dirapikan di ruang tamu “ Pertama kau memanfaatkan kematian ayahmu untuk mengambil simpati Hendri. Sekarang kau merayu putraku untuk mendapatkan semua ini? Gadis macam apa dirimu ini? Sok polos, sok suci, menolak semuanya. Tapi dikasih barang barang branded mau! Sebutkan berapa yang kau mau, setelah itu menghilang dari kota ini. Kalau perlu aku akan membiayai dirimu pindah ke luar negeri! Lenyaplah dari pikiran suami dan anakku!” Tunjuk Bumi emosi. Nara masih mencoba tenang, ia mengambil napas dalam. Sabar Nara... Sabar... Ini ujian “ Jawab!” Tekan Bumi membuat Nara tersentak “ Mau bagaimana lagi tante, pakaian saya dibuang oleh Farzan. Apa saya harus telanjang ke kampus?” Mendengar jawaban seperti itu, Bumi semakin meradang “ Berani sekali kau membantahku! Ini yang diajarkan Leon padamu hmm?” “ Pertama, saya tidak membantah tante, saya hanya menjawab pertanyaan tante saja. Ke dua tolong jangan bawa bawa ayah saya. Dia meninggal juga demi menyelamatkan nyawa paman Hendri, suami tante. Jadi kenapa tante masih marah marah seperti ini. Bukankah seharusnya saya yang marah?” Celetuk Nara, sorot mata gadis itu sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut selama ia berada di tempat yang benar “ Oh, rupanya kau sudah bisa melawan ya. Dengarkan aku baik baik anak kampung, jangan bermimpi menjadi istri putraku! Memiliki bayangannya saja kau tidak akan pernah pantas. Aku tidak akan pernah menerima gadis sepertimu sebagai menantu di kediaman Adikara! Bahkan walaupun aku harus mati!” Tekan Bumi menunjuk wajah Nara yang masih mencoba tenang menyikapi amarahnya “ Tante, bukan saya yang memaksa untuk bertunangan dengan Farzan. Paman Hendri dan Farzan sendiri yang membuat saya terpaksa menerima perjodohan ini. Tante kira saya mau menjadi istri pria yang jauh lebih tua?” “ Kurang ajar!” Tentu saja , Bumi semakin emosi. Ia bahkan hampir mengangkat tangannya hendak menampar Nara, sebelum... “ Jaga sikap anda!” Deg Seseorang tiba tiba berlari dari luar, menahan tangan Bumi di udara. Tangan yang hampir saja mendarat di pipi mulus gadis 17 tahun itu Nara masih gemetar dengan apa yang hampir saja terjadi. Tapi, saat melihat siapa yang membelanya, senyum gadis itu mengembang, bola matanya berkaca kaca penuh haru. “ Siapa kamu?” Tanya Bumi geram Seorang pemuda, dengan tinggi yang sepantaran Farzan melepas tangannya kemudian menatap Bumi tajam. Pemuda dengan sepasang mata cokelat terang, rahang tegas, hidung mancung, dan urat urat yang tercetak jelas di lengan putihnya. Dari penampilannya, sudah tentu dia bukan dari kalangan biasa saja. Semua yang melekat di tubuh pemuda itu, walaupun terlihat sederhana, Bumi bisa tahu bahwa itu barang barang mahal. Siapa sosok ini sebenarnya? “ Apakah pantas seorang istri pengusaha besar, memasuki rumah seseorang tanpa izin dan berusaha melakukan kekerasan?” Tuturnya tenang namun terdengar tajam Bumi merapatkan rahangnya, jari jarinya meremas erat rok yang ia kenakan, menahan emosi. “ Siapa kamu?” Tanyanya sekali lagi “ Kau tidak berhak ikut campur urusan orang lain! Apa yang kau tahu hah? Jangan mencampuri urusanku dengan calon menantuku ini.” Tutur Bumi Mendengar hal itu, pemuda itu justru tersenyum dingin “ Orang lain? Saya Vendra. Sepupu Nara, jadi saya bukan orang lain. Silahkan anda pergi dari RUMAH KAMI dengan baik baik, sebelum saya memanggil keamanan ke tempat ini!” Ancam sosok itu tanpa rasa takut “ Aku akan membalasmu!” Balas Bumi mengancam Nara “ Hei! Jangan mengancamnya! Kalau berani ancam saya!” Tegas pemuda itu membuat Nara tersipu. Bumi pun bergegas pergi dengan amarah yang seakan membakar ubun ubunnya. Baru kali ini, ada orang yang mempermalukannya sedemikian rupa. Entah siapa pemuda itu sebenarnya “ Kak Vendra... Kau pulang?” Nara hampir meneteskan air mata terharu saat melihat sosok itu berdiri tegap di hadapannya. Sosok yang sudah bertahun tahun pergi tak meninggalkan kabar sedikit pun. “ Kenapa kau tidak mengabari kalau paman sudah tiada?” Tanya Vendra membuka tangannya lebar. Nara pun berlari memeluknya kemudian menangis sesak. Menumpahkan segala kesedihan dan tekanan yang membuncah di d**a. Dia adalah Navendra, Anak dari saudari ayah. Cinta pertamaku... Bahkan sampai saat ini...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN