Penyesalan Vano

1836 Kata

Vano mengajak Winda untuk menemui Bunga. Meski Winda tidak mau jika Vano pergi, tapi ia juga tak bisa meminta Vano untuk tidak menemui gadis itu. Akhirnya Winda ikut dengan Vano menuju rumah sakit dengan menaiki mobil milik ayah Bunga. Winda merasa gugup, untuk kedua kalinya Winda menaiki mobil setelah menaiki mobil Fabio saat itu. Tangan gadis yang belum mau berbicara ini terus memegang erat tangan Vano. Vano tahu jika Winda takut, namun ia mencoba meyakinkan Winda dengan kembali menggenggam erat tangan gadis berambut panjang itu. Di dalam perjalanan mobil ayah Bunga sempat melewati toko kelontong milik nenek tua yang memberikan Winda sebuah sepeda. Vano menoleh ke arah toko itu karena banyak sekali pengunjung di dalam toko kecil milik nenek tua. "Kenapa toko itu ramai sekali?" batin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN