Vano belum bisa menerima tawaran Rifki. Ia masih memikirkan perasaan Winda yang trauma dengan Fabio serta penampilan Rifki yang mengingatkan Winda kepada lelaki b******k itu. Sehingga Vano memutuskan untuk menjauhi Rifki dan membawa Winda untuk dari sana. "Vano, jika kau berubah pikiran datanglah ke kafeku! Aku akan selalu menunggumu," teriak Rifki yang hanya dibalas dengan lambaian tangan dari Vano. Winda sempat menoleh ke belakang saat ia sedang digandeng oleh Vano. Lantas gadis yang enggan untuk berbicara itu melihat Rifki yang sedang memasuki mobilnya. Ia merasa Rifki berbeda dengan Fabio. Kemudian Winda menarik tangan Vano dan menunjuk-nunjuk ke arah mobil Rifki "Apa, Win?" tanya Vano. Winda mengepalkan tangannya seolah-olah dia sedang memegang microfon dan menunjuk ke arah mobil

